Beranda Warta Lingkungan Pendalaman Iman MINGGU ADVEN III: St.Maria Assumpta Jogoyudan Kidul – Berjalan Bersama...

Pendalaman Iman MINGGU ADVEN III: St.Maria Assumpta Jogoyudan Kidul – Berjalan Bersama Dengan Sukacita

661
0

Kegiatan Pendalaman Iman Minggu Adven III dilaksanakan oleh umat di Lingkungan St.Maria Assumpta Jogoyudan Kidul pada hari Selasa, 13 Desember 2022, pukul 19.00 WIB. Bertempat di kediaman Bu Sari sebagai Ketua Lingkungan dan dihadiri oleh 12 umat beserta 7 orang mahasiswa/i PENDIKKAT USD. Pendalaman iman adven ini dipimpin oleh Bu Wiwik sebagai calon prodiakon dari Lingkungan St. Maria Assumpta Jogoyudan Kidul. Kegiatan Pendalaman Iman Minggu Adven III ini dilangsungkan dengan tujuan supaya dalam masa adven ini, umat semakin menghayati makna minggu adven ketiga untuk semakin menyambut kedatangan Tuhan dengan sukacita.


(Para mahasiswa/i PENDIKKAT USD yang mengikuti pendalaman iman)

Suasana pendalaman iman berlangsung lancar & menggugah antusias umat yang hadir. Walaupun umat yang hadir hanya belasan, tetapi semangatnya seperti ribuan umat. prosesnya, kegiatan diawali dengan nyanyian pembuka “O Datanglah Emanuel. Setelah lagu pembuka, masuk pada bagian tanda salib dan kata pengantar untuk pendalaman minggu adven III. Dalam kata pengantar ini, umat diajak untuk berusaha menumbuhkan semangat “berjalan bersama” dengan sukacita dan komitmen membangun hidup menggereja yang lebih baik, baik di dalam keluarga, lingkungan, bahkan paroki. Kata pengantar disambung dengan Doa Pembuka sekaligus penyalaan lilin korona ketiga (warna pink) dalam lingkaran adven.

Untuk bagian berikutnya: mendengarkan & berbicara pengalaman iman. Pada bagian ini, beberapa umat berani men-sharing-kan pengalamannya. Seperti biasa sharing dipandu dengan 2 pertanyaan utama, yakni:

  1. Apakah anda merasakan sukacita sebagai umat katolik? Bagikan pengalaman anda?
  2. Menurut pendapat dan pengalaman anda selama ini, apakah umat di lingkungan kita sudah ikut “bertanggung jawab bersama” secara sukacita dengan berpartisipasi atau berperan serta melayani misi atau perutusan Gereja?

Dari panduan sharing di atas, hasil sharing umat berbeda-beda namun mengarah pada rasa sukacita sebagai umat katolik. Yang berbeda adalah prosesnya dalam hidup sebagai umat katolik. Ada umat yang ber-sharing bahwa ia menjadi katolik, karena pindah agama & menikah dengan istrinya. Ia tertarik dengan agama katolik karena ajaran kasih yang menjadi dasar untuk menjalani kehidupan. Di sisi lain, ia percaya ada janji Yesus kepada umat kristiani tentang kehidupan kekal di Surga. Akhirnya, ia memutuskan dengan bulat hati berpindah agama & merasakan sukacita sebagai umat katolik.


(Suasana sharing yang mengundang tawa & kegembiraan umat Lingkungan St.Maria Assumpta Jogoyudan Kidul)

Ada pula umat yang ber-sharing bahwa ia menjadi katolik, karena bawaan dari lahir & pilihan orang tua (baptis bayi). Tidak memungkiri sebenarnya ia dapat pindah agama ketika usia dewasa/menikah. Namun, ia tetap berpegang teguh akan imannya dan bangga menjadi katolik. Hal ini mungkin dipengaruhi pula dengan ikut ambil bagian dalam seluruh kegiatan-kegiatan menggereja, seperti mengikuti putra/i altar, menjadi pengurus OMK, dan sebagainya. Hingga saatnya, ia dekat dengan seorang pemuda yang sesama katolik dan saat ini menjadi suaminya. Dari pengalaman ini, ia merasa bersyukur sampai sekarang menjadi orang katolik & penuh kesukacitaan dalam hidupnya.

Terakhir, ada umat yang ber-sharing bahwa ia menjadi katolik, karena keputusannya sendiri (baptis dewasa). Ia mengatakan bahwa menjadi orang katolik ini prosesnya tidaklah mudah, perlu belajar dulu secara tekun (menjadi katekumen). Meskipun prosesnya sulit, ia tetap menjalaninya dengan sukacita karena ada niat kerinduan yang cukup besar dalam dirinya. Maka, setelah dibaptis sangatlah bergembira hatinya & meluap-luaplah kesenangan dalam dirinya menjadi seorang katolik. Sampai sekarang, ia berusaha menjadi seorang katolik yang penuh sukacita.

Untuk pertanyaan sharing yang kedua, dijawab secara bersama-sama dengan kata “sudah”. Umat di lingkungan St. Maria Assumpta Jogoyudan Kidul sudah ikut “bertanggung jawab bersama” secara sukacita dengan berpartisipasi atau berperan serta melayani misi atau perutusan Gereja. Hal ini dikonkretkan dengan berpartisipasi menjadi petugas koor, mengirimkan petugas liturgi yang lain, ikut berpartisipasi dalam proyek pembangunan gereja, dll.

Setelah berbagi pengalaman, dilanjutkan dengan merenungkan bacaan dari Matius 11:2-11. Bacaan ini berkaitan dengan Yohanes Pembaptis yang mengutus para muridnya untuk datang kepada Yesus dan membuktikan bahwa karya keselamatanNya itu nyata. Bukti karya keselamatan ini nyata diperlihatkan dengan aksi yang Yesus lakukan: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar gembira. Yohanes Pembaptis sungguh memastikan kabar sukacita itu, bahwa jalan terjal yang ia lalui dan jerih payah yang ia tempuh tak akan pernah sia-sia lewat bukti aksi dari Yesus. Seperti halnya Yohanes Pembaptis, bersukacita bahwa dirinya tak akan sia-sia menjadi pembuka jalan keselamatan. Kita juga perlu senantiasa melihat kembali apakah kita bersama mampu berjalan mengusahakan sesuatu yang lebih baik dengan makin mendalam dan mendewasakan iman kita, bahkan semakin mengobarkan dan menggelorakan iman kita.

Seluruh rangkaian pendalaman iman minggu adven ketiga di Lingkungan St. Maria Assumpta Jogoyudan Kidul ditutup dengan doa umat dilanjutkan dengan doa bapa kami dan doa penutup.

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Lihat Artikel Lain :

    None Found

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here