Beranda Berita Terbaru MINGGU PALMA – Mengenang Yesus memasuki Yerusalem, Awal Sengsara Tuhan

MINGGU PALMA – Mengenang Yesus memasuki Yerusalem, Awal Sengsara Tuhan

9
0

Minggu, 28 Maret 2021 – Misteri Paskah Tuhan Yesus diawali dengan perayaan Minggu Palma. Hari ini umat Katolik berkumpul untuk mengawali pekan suci atau minggu sengsara. Yesus memasuki Yerusalem kotaNya untuk setia pada tugas perutusan yaitu menebus dosa manusia dengan wafat di salib. Dahulu, banyak orang yang mengelu-elukan Yesus memasuki kota Yerusalem namun tidak sedikit pula yang menolak dan tidak suka dengan kahadiranNya. Meskipun ditolak, Yesus tetap berbuat baik dan mewartakan kasih.

Kekhasan perayaan ekaristi Minggu Palma adalah pemberkatan daun palma dan perarakan memasuki Gereja sebagai lambang kota Yerusalem. Dalam masa darurat covid-19, perarakan ditiadakan namun pemberkatan daun palma tetap dilakukan di dalam Gereja. Umat membawa daun palma dari rumah masing-masing untuk mencegah kerumunan dan kontak antar umat.

Perayaan Ekaristi Minggu Palma di Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta diadakan sebanyak empat kali dihadiri oleh umat dari masing-masing wilayah. Sabtu sore, Minggu pagi, siang dan sore hari dengan tetap menerapkan sistem kuota per lingkungan menyesuaikan dengan kapasitas gereja. Umat diharuskan mendaftar terlebih dahulu ke ketua lingkungan. Perayaan ekaristi Minggu Palma total (4 kali perayaan ekaristi) dihadiri oleh 746 umat paroki St. Albertus Agung Jetis.

Dalam homili yang disampaikan Romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr kita diingatkan untuk menjadi manusia yang lebih dekat ke sifat baik daripada sifat jahat. Yang sempurna jahatnya adalah iblis sementara yang sempurna baiknya adalah Tuhan dan malaikat, manusia ada di tengah-tengahnya. Dalam kehidupan sehari-hari menjadi orang baik terkadang sulit, banyak tantangan dan seringkali mendapatkan prasangka buruk dari orang lain. Perintah Yesus menjadi jelas terkait dengan menjadi orang baik. “Kamu adalah garam dan terang dunia”. Yesus menginginkan kita menjadi ‘garam’ yang dapat memberi ‘rasa’ meskipun keberadaannya tidak tampak dan menjadi terang yang dapat menghalau kegelapan.

Terdapat 3 tipe orang baik: pertama, orang baik namun suka pamer. Kedua, orang baik yang rendah hati. Ini tergambar dalam bacaan kedua, digambarkan Rasul Paulus bahwa “Walaupun dalam rupa Allah, Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, sebaliknya Ia mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaannya sebagai manusia, Ia telah merendahkan dirinya sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib…” Yesus datang ke dunia dan memilih menjadi hamba yang taat bukan sebagai raja dengan segala kekuasaan dan kehormatan dunia. Dalam budaya orang Yahudi, salib adalah lambang kehinaan dan kejahatan. Tuhan Yesus merendahkan diri serendah-rendahnya sehingga Allah meninggikan Dia. Tokoh pewayangan Semar pernah berpesan pada anak-anaknya: “Ora popo dadi wong cilik sing penting tumindak e apik tur atine resik”. Kiranya pepatah ini bisa mengingatkan kita untuk selalu menjadi orang baik walaupun tidak mudah. Ketiga, orang baik yang menderita. Orang baik seringkali merasa sendiri dan ditinggalkan seperti Yesus yang merasa sendiri dan ditinggalkan Allah saat menderita di salib. Dalam perayaan minggu palma ini, kita sekalian diundang untuk memasuki gerbang Yerusalem yang berarti kota kebaikan, persaudaraan dan kebahagiaan. Kita semua diundang menuju kebaikan. Semoga kita mampu mengusahakan kebaikan dalam hidup kita. Romo Heri menutup homili dengan syair dari Bunda Teresa dengan judul “Teruslah menjadi baik”. Berikut isinya:

“Bila engkau berbuat baik, bisa saja orang menuduhmu punya pamrih, tetapi bagaimanapun teruslah berbuat baik

Bila engkau jujur dan terbuka bisa saja orang menipumu, tetapi bagaimanapun jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, orang lain bisa saja menjadi iri hati tetapi bagaimanapun berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan menemui teman-teman palsu tetapi bagaimanapun jadilah sukses.

Apa yang kau bangun selama bertahun-tahun bisa saja dihancurkan orang dalam 1 malam namun bagaimanapun bangunlah dan terus berkarya.

Kebaikan yang kamu lakukan hari ini mungkin saja besok sudah dilupakan orang, tetapi bagaimanapun teruslah berbuat baik

Bagaimanapun berikan yang terbaik dari dirimu, sebaik-baiknya yang dapat kau lakukan.

Pada akhirnya engkau tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dengan Tuhanmu bukan urusan antara engkau dengan mereka.”

Berkah dalem. Selamat memasuki Pekan Suci dengan khidmat.

.
.

Foto – Foto Misa Klik Disini

.
.

Penulis : Chris

.
.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here