Pelatihan Akbar KOMSOS Kevikepan Jogja Timur 2025 telah sukses digelar di Wisma Salam pada tanggal 12–13 Juli 2025 yang lalu. Tahun ini, pelatihan mengangkat tema menarik yang sangat relevan dengan kebutuhan media pelayanan gereja: Script Writing & Videography. Acara ini dibuka dengan hangat oleh Ketua KOMSOS Kevikepan Jogja Timur, Bapak Agustinus Suseno, sebelum peserta masuk ke sesi pertama yang membahas fondasi penting dalam pelayanan komunikasi sosial.
Spiritualitas Jadi Pondasi Utama Pelayanan
Sesi pembuka dibawakan oleh Kak Benedicta Ike, yang membawakan materi tentang Spiritual KOMSOS. Dalam sesi ini, para peserta diingatkan kembali bahwa KOMSOS bukan sekadar urusan teknis, tapi sebuah pelayanan yang mengutamakan kerja tim dan hati yang tertuju kepada kemuliaan Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh pembicara, “Komsos merupakan tim pelayanan yang memerlukan kerjasama anggota tim yang ditujukan demi kemuliaan Tuhan.”

Script Writing, Dimulai dari Sebuah Logline
Materi berikutnya dibawakan oleh Kak Wahyu Mika, seorang Script Writer sekaligus Sutradara. Sesi kedua ini benar-benar menggugah para peserta untuk lebih serius dalam dunia penulisan naskah film. Fokus utama pembahasan adalah membuat Logline, yaitu satu kalimat inti yang menjelaskan konflik dan tujuan utama dari cerita. Setelah logline berhasil dirumuskan, peserta diajak menulis sinopsis sebagai dasar pengembangan film pendek.
Materi ini membuka wawasan peserta tentang bagaimana alur cerita yang kuat harus dimulai dari ide sederhana yang tertulis dengan jelas dan padat. Banyak peserta merasa tertantang karena baru kali ini mereka belajar bagaimana membuat struktur cerita yang benar-benar sinematis dan komunikatif.
Dari Gambar ke Cerita: Belajar Komposisi Visual
Sesi ketiga adalah bagian yang paling “visual”. Peserta belajar mengenai komposisi pengambilan gambar, mulai dari angle, framing, hingga bagaimana sebuah gambar bisa menyampaikan emosi atau pesan secara langsung. Materi ini sangat aplikatif, apalagi bagi mereka yang terbiasa pegang kamera saat dokumentasi kegiatan gereja.
Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menyadari bahwa gambar bukan sekadar estetika, tapi media untuk berkomunikasi. Teknik pengambilan gambar yang tepat bisa memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah video pelayanan.

Bagaimana Merangkai Scene Penuh Makna Dengan Visual Storytelling
Materi terakhir masih dibawakan oleh Kak Wahyu Mika dan berfokus pada Visual Storytelling. Ini adalah sesi yang menggabungkan semua pembelajaran sebelumnya. Peserta diminta mengumpulkan footage (gambar/video) lalu menyusunnya menjadi urutan scene layaknya dalam proses penyuntingan film.
Sesi ini mendorong peserta untuk berpikir seperti seorang sutradara: bagaimana mengatur alur visual agar pesan yang ingin disampaikan benar-benar menyentuh penonton. Banyak peserta yang mulai menyadari bahwa membuat video pelayanan gereja tidak kalah serius dengan produksi film profesional.
Ditutup dengan Perayaan Ekaristi
Setelah dua hari penuh pembelajaran dan praktik, seluruh rangkaian pelatihan ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang berlangsung syahdu dan penuh rasa syukur. Ini menjadi pengingat bahwa segala ilmu yang dipelajari bukan untuk kemuliaan pribadi, tetapi untuk mempersembahkan pelayanan terbaik bagi Tuhan melalui media komunikasi.

Pelatihan Akbar ini tak hanya memperkaya pengetahuan teknis, tetapi juga memperdalam makna pelayanan. Semangat kolaborasi, kreativitas, dan spiritualitas menjadi bekal utama bagi para peserta yang akan kembali melayani di paroki masing-masing.
.
Penulis: Ryan Kosasih
Editor: Franciskus




