Beranda Berita Terbaru Tata Perayaan Ekaristi 2020 Diperkenalkan ke Umat Paroki Jetis (Bag. 1)

Tata Perayaan Ekaristi 2020 Diperkenalkan ke Umat Paroki Jetis (Bag. 1)

109
0
tata perayaan ekaristi

Tata Perayaan Ekaristi 2020 – Panduan Ekaristi Resmi Umat Katolik

Pada perayaan ekaristi Hari Pentakosta, Minggu, 23 Mei 2021 lalu, Pastor Paroki St. Albertus Agung jetis, Vincentius Suparman Pr mengumumkan adanya Tata Cara Perayaan Ekaristi (TPE) Gereja Katolik terbaru, yakni TPE 2020. Adapun buku tentang TPE  baru ini dicetak dan diterbitkan oleh Komisi Liturgi dan Penerbit Rohani OBOR. Buku ini untuk digunakan sebagai panduan imam yang memimpin ekaristi.

Sebelumnya,  Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), meluncurkan TPE 2020 untuk  Gereja Katolik Indonesia, di Gedung Penerbit dan Toko Rohani OBOR, Jakarta, 7 Mei 2021. Kardinal Suharyo, yang juga Uskup Agung Jakarta, mengatakan, KWI menghadirkan buku TPE baru ini sebagai sarana agar merayakan Ekaristi dengan baik.

Suharyo menjelaskan, buku TPE yang dipakai di Indonesia sampai saat ini adalah TPE tahun 2005, yang disusun berdasarkan buku Misale Romawi tahun 2002. Diberi nama TPE 2005 karena resmi digunakan pada tahun itu.

Tata Perayaan Ekaristi 2020 vs 2005

Namun, pada tahun 2008 muncul buku Misale Romawi baru, sehingga KWI mengusahakan supaya TPE 2005 yang didasarkan pada Misale Romawi 2002 itu disesuaikan dengan Misale romawi 2008, maka jadilah TPE 2020. Diberi nama TPE 2020, karena finalisasi rumusan doa dan lain sebagainya selesai pada tahun 2020 lalu.

“Dengan hadirnya TPE baru ini, maka buku TPE 2005 tidak digunakan lagi, yang batas terakhir penggunaannya sampai 1 November 2021 mendatang”, ujar Suharyo. Suharyo mempersilakan para uskup di keuskupan masing-masing untuk menentukan kapan TPE ini mulai dipakai.

Wujud Kesadaran Gereja yang Satu

Suharyo menuturkan, penggunaan TPE yang sama dengan Gereja Katolik Roma ini bukan sekadar buku yang dipakai, melainkan wujud kesadaran bahwa Gereja itu satu. “Kita memakai Misale Romawi karena memang kita dari Gereja Katolik Roma Ritus Latin, maka sebagai tanda kesatuan kita dengan seluruh Gereja, kita menggunakan buku itu,” jelas Suharyo.

Ia pun berharap, kehadiran TPE baru ini makin mengajak kita semua memahami misteri ekaristi, makin juga berpartisipasi di dalamnya, sehingga kita makin berjumpa dengan Yesus yang mengorbankan diri dalam perayaan ekaristi dan kita mengalami betapa besar kasih Allah dalam perayaan ekaristi.”

Sumber : katoliknews
Penulis: Wempi Gunarto

Lihat Artikel Lain :

    None Found

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here