Beranda Renungan Renungan Mingguan 8 November 2020

Renungan Mingguan 8 November 2020

496
0

Sabda Tuhan Hari Ini 8 November 2020, Mat 25:1-13

Mempelai datang! Songsonglah dia!

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-muridNya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh itu membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam bulibulinya. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur.

Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Mempelai datang! Songsonglah dia!’ Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami sedikit dari minyakmu, sebab pelita kami mau padam.’ Tetapi yang bijaksana menjawab, ‘Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi membelinya pada penjual minyak.’

Tetapi, sementara mereka pergi membelinya, datanglah mempelai, dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup.
Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, ‘Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!’ Tetapi tuan itu menjawab, ‘Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kamu.’

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun saatnya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang kebijaksanaan. Dimulai dari Kitab Kebijaksanaan yang menyatakan bahwa Allah telah menyediakan kebijaksanaan dalam hidup manusia, dan adalah tugas manusia untuk mencari kebijaksanaan itu. Diungkapkan bahwa manusia tidak akan kesulitan mencari kebijaksanaan karena kebijaksanaan itulah yang akan datang kepada manusia.

Pintu masuk untuk memperoleh kebijaksanaan adalah hati yang terbuka pada setiap didikan dan ajaran. Manusia diminta untuk membuka hatinya untuk belajar dari pengalamannya, dari alam sekitarnya, dan dari hukum-hukum Tuhan. Kebijaksanaan akan membuat manusia lebih mudah dalam menyelami jalan-jalan Allah.

Salah satu bukti pentingnya kebijaksanaan ditampakkan dalam Kisah Gadis Bijaksana dan Gadis Bodoh. Kebijaksanaan sangat diperlukan untuk menantikan kedatangan Tuhan. Manusia diajak untuk menimbang-nimbang, mampu mengukur dan mengadakan persiapan yang cukup. Hal itu tentunya memerlukan kebijaksanaan. Bekal rohani yang cukup kiranya harus senantiasa ada di hati para pengikut Yesus.

Bekal yang mana? Santo Paulus dalam suratnya mengungkap bekal-bekal rohani itu, seperti: menjauhkan diri dari percabulan, hidup dalam kekudusan pernikahan, menguasai hawa nafsu, memperlakukan saudara dengan baik dan tidak memperdayakannya. Hidup dalam kekudusan bertolak belakang dengan gaya hidup dunia yang penuh dengan kecemaran. Hal-hal konkret inilah yang akan menjadi identitas murid-murid Kristus di dunia. Setiap orang pasti pernah jatuh dalam dosa dan hawa nafsu.

Kebijaksanaan mengajarkan kita untuk belajar dari pengalaman dan masa lalu kita, sehingga kita lebih kokoh dan kuat dalam perjuangan kita untuk hidup dalam kekudusan sebagai anak-anak Allah.

Allah Mahabijaksana, tuntunlah kami untuk mengambil bagian dalam kebijaksanaan-Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here