Beranda Berita Terbaru Renungan Mingguan 10 Januari 2021 – Pesta Pembaptisan Tuhan

Renungan Mingguan 10 Januari 2021 – Pesta Pembaptisan Tuhan

499
0

Sabda Tuhan Hari Ini 10 Januari 2021, Mrk 1:7-11

Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.

Tatkala banyak orang minta dibaptis, Yohanes memberitakan kepada mereka, “Sesudah aku akan datang Dia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat keluar dari air, Yesus melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Setiap kisah pasti memiliki permulaan. Injil Markus memulainya dengan memuat kisah pelayanan Yohanes Pembaptis di padang gurun. Yohanes Pembaptis adalah utusan Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus. Dalam rangka menyambut kedatangan Kristus, Yohanes mempersiapkan orang untuk menyambut kedatangan-Nya dan kemudian mengikut Dia.

Nabi Yesaya menyebutkan bahwa khotbah yang disampaikan Yohanes bagai buldoser yang digunakan untuk meratakan jalan agar bebas hambatan. Jalan itu membuat Yesus dapat mencapai tempat yang tertutup bahkan terisolasi. Lalu, bagaimana cara membuat jalan itu? “Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran.”

Itulah gambaran pertobatan yang diserukan Yohanes, yakni runtuhnya kesombongan, tertimbunnya lembah kekelaman, dan lurusnya hati yang bengkok. Ada pemulihan dan ada baptisan sebagai simbol pengampunan dosa. Namun, Yohanes tahu itu tidak cukup. Perlu sesuatu yang lebih dari baptisan di Sungai Yordan. Ia paham bahwa baptisan yang dia lakukan hanya sebuah persiapan, karena Yesus akan datang dan akan membaptis mereka dengan Roh Kudus.

Menghayati hidup dalam Roh Kudus sebagai orang yang dibaptis adalah kesadaran bahwa kita anak Allah karena rahmat baptis. Rahmat baptis seperti buldoser yang membuat jalan hidup kita tidak berkelok-kelok. Sehingga, menghayati baptis dalam Roh Kudus tidak lain adalah menjadi pribadi yang hidupnya tidak jauh dari maunya Allah sebagai Bapa kita. Menjadi benar, menjadi jujur, menjadi berbelas kasih, peduli, dan rendah hati adalah ciri orang yang sudah mengalami baptisan Roh Kudus.

Allah Bapa Yang Mahakasih, bukalah hati kami untuk bertobat dan segera berbalik untuk melakukan kehendak-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here