Renungan Harian Katolik Hari Ini 23 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 13:24-30 (13:24-43) (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Keb. 12:13.16-19; Mazmur: 86:5-6.9-10.15-16a: R:5a; Bacaan II: Rm. 8:26-27; O PEKAN IV; PEKAN BIASA XVI (H);
Sekali peristiwa, Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak, kata-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, tampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu dan berkata kepadanya, “Tuan, bukankah benih baik yang Tuan taburkan di ladang Tuan? Dari manakah lalang itu?
Jawab tuan itu, “Seorang musuh yang melakukannya!” Lalu berkatalah hamba-hamba itu, ‘Maukah Tuan, supaya kami mencabut lalang itu?’ Tetapi ia berkata, jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabuti lalangnya. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.’ Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai, ‘Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku!”
.

.
Renungan Harian Katolik Hari Ini 23 Juli 2023, Bacaan Injil
“Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar!” (Mat. 13:43b). Hidup pada era digital dengan kemajuan teknologi amat cepat membuat manusia menerima banjir informasi dalam waktu singkat. Hal ini membuat manusia cepat menerima informasi dan kemudian membagikannya tanpa dipilah-pilah lebih dahulu, mana fakta dan mana hoaks.
Banyak orang menjadi pribadi reaktif, mudah terbawa amarah atau mudah tersinggung karena pengaruh kecepatan informasi dan kedangkalan berpikir sehingga membuat hidup mengalir begitu saja. Namun, Tuhan Yesus mengajak kita untuk tidak gegabah dalam hidup, tetapi memutuskan dan bertindak dengan sabar dan bijaksana (lih. Mat. 13:30a).
Manusia pada era digital ini termasuk kita perlu belajar untuk sabar dan bijaksana. Sabar adalah saat kita memberikan waktu untuk mengamati, mendengarkan dengan saksama, membaca situasi dan belajar memahami sesama serta lingkungan kita. Bijaksana adalah saat kita mau mendengarkan dengan saksama, membaca secara lengkap dan teliti, serta berpikir lebih mendalam sebelum mengambil keputusan atau bertindak. Kita dapat mengikutsertakan Roh Kudus agar dapat memaknai hidup kita lebih dalam. Akhirnya, kita dapat berdoa kepada Tuhan dan hidup dalam tuntunan Roh Kudus (lih. Rm. 8:26).
.
Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk mengikutsertakan Roh Kudus dalam hidup kami sehingga kami sabar dan bijaksana dalam hidup ini. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









