Beranda Berita Terbaru Renungan Harian Katolik 18 Agustus 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Katolik 18 Agustus 2023, Bacaan Injil

17625
0
renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 18 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 19:3-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yos. 24: 1-13; Mazmur: 136:1-3.16-18.21-22.24; PEKAN BIASA XIX (H); B.Alberto H.Cruchaga; Sta.Yohana Delanoue; B.Angelus A.Mazzinghi; Sta.Helena; 

Pada suatu hari, datanglah orang-orang Farisi kepada Yesus, untuk mencobai Dia. Mereka bertanya, “Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja? Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca, bahwa la yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka pria dan wanita? Dan la bersabda, ‘Sebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.’ Demikianlah mereka itu bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Kata mereka kepada Yesus, “Jika demikian, mengapa Musa memerintahkan untuk memberi surat cerai jika orang menceraikan istrinya?” Kata Yesus kepada mereka, “Musa mengizinkan kalian menceraikan istrimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu, barangsiapa menceraikan istrinya kecuali karena zina, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zina. Maka murid-murid berkata kepada Yesus, “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan istri, lebih baik jangan kawin.”

Akan tetapi, Yesus berkata kepada mereka, “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan ini, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya: dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain; dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri, demi Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 18 Agustus 2023, Bacaan Injil

Yosua, penerus Musa, memanggil di hadapan Allah semua suku orang Israel di Sikhem dan berkisah tentang sejarah kesetiaan Allah kepada bangsa Israel. Dialah yang senantiasa membela dan bahkan berperang melawan musuh-musuh Israel. Sementara orang Israel sendiri kerap tidak setia kepada-Nya. Cerita ini disampaikan sesudah mereka masuk tanah yang dijanjikan untuk membuat orang Israel setia pada perjanjian dengan Allah.

Kesetiaan Allah seperti digambarkan Yosua ini hendaklah juga menjadi sumber inspirasi dalam membangun relasi antar manusia, secara khusus dalam relasi suami-istri. Kepada orang Farisi yang mencobai Yesus tentang perceraian, Yesus menjawab: “Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.” Yesus menunjukkan betapa dua orang yang menikah, bukan lagi dua, melainkan satu dan tidak terceraikan, karena persatuan mereka bukan hanya teriadi karena perkara manusiawi, melainkan juga campur tangan Allah. Mereka dipersatukan oleh Allah.

Bahkan, ketika mereka merujuk pada Musa yang memerintahkan untuk memberikan surat cerai, Yesus tetap teguh pada prinsip kesetiaan sejati. Musa mengizinkan karena ketegaran hati umat Israel. Marilah kita belajar kesetiaan dari Tuhan.

.

Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk selalu setia sebagaimana Engkau selalu setia dalam ketidaksetiaan kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here