Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Januari 2026

Renungan Harian Hari Ini 9 Januari 2026, Bacaan Injil Lukas 5:12-16 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Yoh. 5:5-13; Mazmur: Mzm. 147:12-13.14-15.19-20; HARI BIASA SESUDAH EPIFANI (P) St.Andreas Korsini;

Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
 
Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
 
Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
 
Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
 
Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
 
Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
 
Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

.

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
 
Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
 
Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
 
Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
 
Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

.

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
 
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
 
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
 
Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
 
Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

.

Kuatkanlah hatimu, hai bangsaku, yang membawa nama Israel!
 
Kamu telah dijual kepada bangsa-bangsa lain, tetapi tidak untuk dibinasakan. Karena telah memurkakan Allah maka kamu diserahkan kepada para lawan.
 
Sebab Pembuatmu telah kamu marahkan, dengan mempersembahkan korban kepada setan, bukannya kepada Allah.
 
Pengasuhmu telah kamu lupakan, yakni Allah kekal, dan hati Yerusalem, dayahmupun telah kamu dukakan.
 
Melihat kemurkaan Allah mendatangi diri kamu maka Yerusalem berkata: “Dengarlah, hai sekalian tetangga Sion! Allah telah mengirim kepadaku kesedihan besar.”
 
Sebab anak-anakku yang laki-laki dan perempuan kulihat tertawan, sebagaimana yang telah dikirimkan Yang Kekal kepada mereka.
 
Mereka telah kuasuh dengan sukacita, tetapi sekarang kulihat pergi dengan tangisan dan sedih hati.
 
Janganlah seorangpun bersukaria oleh karena diriku, seorang janda yang telah ditinggalkan banyak anak. Karena dosa anak-anakku aku menjadi kesepian, sebab mereka telah berpaling dari hukum Taurat Allah

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Januari 2026

dan tidak mau mengenal peraturan-peraturan-Nya; mereka tidak berjalan di jalan perintah-perintah Allah, dan tidak menempuh jalan-jalan pengajaran sesuai dengan kebenaran Allah.
 
Hendaklah para tetangga Sion datang, dan hendaklah kamu ingat kepada anak-anakku yang laki-laki dan perempuan yang tertawan, sebagaimana yang telah dikirimkan Yang Kekal kepada mereka.
 
Sebab Allah telah mengirim kepada mereka suatu bangsa dari jauh, suatu bangsa biadab dengan bahasa yang asing, yang tidak menghormat uban, dan tidak pula menyayangkan kanak-kanak.
 
Anak-anak kesayangan si janda dibawa mereka dan ia sendiri ditinggalkannya kesepian tanpa anak-anak perempuannya.
 
Adapun aku, bagaimana kamu dapat kutolong?
 
Dia yang telah mengirim bencana-bencana itu kepadamu akan melepaskan kamu dari genggaman musuhmu.
 
Pergilah saja, hai anak-anakku, pergilah, sebab aku telah tertinggal kesepian.
 
Pakaian kebahagiaan telah kutanggalkan dan karung permohonan kukenakan. Sepanjang umur hidupku hendak kujerit kepada Yang Kekal!

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 9 Januari 2026

Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah, niscaya kamu akan dilepaskan-Nya dari kekuasaan dan genggaman musuh.
 
Sebab aku mengharapkan keselamatanmu dari Yang Kekal, maka sukacita telah datang kepadaku dari Yang Kudus, oleh karena belas kasihan yang segera datang kepada kamu dari Yang Kekal ialah Penyelamatmu.
 
Dan sebab dengan sedih hati dan tangisan aku membiarkan kamu pergi, tetapi kamu dikembalikan kepadaku oleh Allah dengan sukaria dan sukacita untuk selama-lamanya.
 
Sebab seperti sekarang tetangga Sion melihat kamu tertawan, demikianpun mereka segera akan melihat penyelamatanmu yang datang dari Allah, yang akan sampai kepada kamu dengan kemuliaan besar dan dengan kilauan dari Yang kekal.
 
Hai anak-anakku, hendaklah tabah menanggung kemurkaan, yang mendatangi diri kamu dari Allah. Engkau dikejar-kejar oleh musuhmu, tetapi segera akan kaulihat kebinasaannya, dan akan kauinjak tengkuknya.
 
Timanganku harus menempuh jalan-jalan yang jendal-jendul seperti kawanan yang dirampas, dihalaukanlah mereka oleh musuh.
 
Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah; Dia yang mengirim bencana itu akan teringat kepadamu pula.
 
Seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin.
 
Memang Dia yang telah mengirim segala bencana itu kepada kamu akan mengirim pula sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu.

.

renungan harian hari ini

Pewartaan Yesus menghadirkan banyak mukjizat yang nyata dalam dunia. Banyak orang datang kepada-Nya, memohon dosa mereka diampuni dan penyakit mereka disembuhkan. Ia menyembuhkan dengan belas kasih-Nya, seperti yang dilakukan-Nya terhadap seorang yang menderita penyakit menular.

Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir!” Seketika itu juga lenyaplah penyakit orang itu. Orang sakit ini memang sangat percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa.

Imannya yang teguh itu yang membuat dia lantang berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat menahirkan aku.” Iman dialah sesungguhnya yang menyembuhkan penyakitnya itu.

Pengalaman ini menjadi contoh konkret bagi kita di hadapan segala penderitaan yang kita hadapi. Mendekatkan diri kepada Tuhan, lalu mengungkapkan doa serta harapan-harapan dengan jujur dan terbuka adalah pilihan yang paling tepat bagi kita.

Semuanya mengandaikan bahwa hidup kita memang sungguh-sungguh bergantung pada-Nya dan itu tampak dalam keseharian hidup rohani kita. Sebab kualitas iman kita sering kali bisa diukur dari sejauh mana kita melibatkan diri dalam aktivitas-aktivitas rohani serta laku-laku kesalehan di rumah, lingkungan, dan Gereja.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang semakin percaya dan terbuka. Sabda hari ini mengajak kita menimba kekuatan dari iman yang sederhana namun teguh. Dalam keheningan, kita belajar menyerahkan luka, harapan, dan kerinduan terdalam, sambil memelihara hidup doa agar iman itu terus bertumbuh.

Ya Yesus, terima kasih atas belas kasih yang nyata dalam setiap sentuhan penyembuhan dan pengampunan-Mu. Di hadapan segala keterbatasan dan penderitaan hidup, iman kami sering rapuh dan mudah goyah. Kuatkanlah hati ini agar berani datang, berserah, dan percaya bahwa kasih selalu bekerja, bahkan ketika jalan hidup terasa gelap.

Ajarlah kami untuk berdoa dengan jujur dan rendah hati, seperti orang sakit yang datang penuh harap. Semoga hidup rohani kami tidak sekadar rutinitas, melainkan relasi yang hidup dan menyembuhkan. Tuntun langkah kami untuk setia memelihara iman melalui doa, sakramen, dan kepedulian nyata terhadap sesama.

Tumbuhkanlah kepekaan agar iman yang kami hayati tampak dalam keseharian. Biarlah kepercayaan kepada kuasa kasih itu memampukan kami menjadi saluran penghiburan, pengharapan, dan penyembuhan bagi lingkungan sekitar. Semoga hidup kami sungguh mencerminkan iman yang bersandar penuh pada kasih-Mu yang menyelamatkan. Amin.

.

Ya Tuhan, jika Engkau mau, tinggallah selalu dalam diri kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 8 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here