Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Desember 2025

Renungan Harian Hari Ini 9 Desember 2025, Bacaan Injil Matius 18:12-14 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 40:1-11; Mazmur: 96:1-3.10ac.11-13; R: Yes. 40:10ab; PEKAN ADVEN II (U); St.Fransiskus Antonius; St.Petrus Fourier; B.Bernardus Maria Silvestrelli;

Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
 
tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
 
Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
 
Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
 
maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”
 
Ada suara yang berkata: “Berserulah!” Jawabku: “Apakah yang harus kuserukan?” “Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Desember 2025

Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
 
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”
 
Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!”
 
Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
 
Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

.

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
 
Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
 
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.

Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
 
Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,
 
biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai
 
di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

.

Reff. : Alleluya.

Ayat : Hari Tuhan sudah dekat, Ia datang sebagai penyelamat.

.

“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
 
Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
 
Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

.

Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar bumi.
 
Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang-gancing.
 
Bumi terhuyung-huyung sama sekali seperti orang mabuk dan goyang seperti gubuk yang ditiup angin; dosa pemberontakannya menimpa dia dengan sangat, ia rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.
 
Maka pada hari itu TUHAN akan menghukum tentara langit di langit dan raja-raja bumi di atas bumi.
 
Mereka akan dikumpulkan bersama-sama, seperti tahanan dimasukkan dalam liang; mereka akan dimasukkan dalam penjara dan akan dihukum sesudah waktu yang lama.
 
Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Desember 2025

Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.
 
Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya.
 
Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu.
 
Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin,
 
seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.

.

renungan harian hari ini

Injil hari ini mengingatkan kita tentang kepedulian dan kasih Allah terhadap setiap pribadi, sekaligus mengenai pentingnya komunitas dan rekonsiliasi. Perumpamaan tentang domba yang hilang adalah gambaran indah tentang bagaimana Allah tidak pernah membiarkan seorang pun dari kita tersesat.

Seperti seorang gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor dombanya di pegunungan untuk mencari satu ekor yang tersesat, demikian pula Bapa di surga tidak pernah menyerah mencari dan menyelamatkan kita ketika kita tersesat. Ini adalah bukti kasih Allah yang tidak pernah berakhir dan kesabaran-Nya yang tak terbatas.

Yesus mengajarkan bahwa Allah peduli kepada pendosa. Kepada mereka yang tersesat Ia tidak terburu-buru menjatuhkan hukuman. Sebaliknya, Allah berinisiatif mencari dan membawa mereka pulang. Bukan berarti Dia memaklumi dosa, melainkan Allah merindukan umat-Nya bertobat dan kembali kepada-Nya.

Sebagai penerima anugerah pengampunan dari Allah, kita seharusnya menyatakan kasih kepada sesama. Alih-alih menolak dan menjauhi, kita harus menegur, menasihati, dan membimbing sesama kita yang jalannya telah keliru agar mereka kembali kepada Tuhan. Kita diundang untuk menjadi komunitas umat Allah yang saling menerima kerapuhan, sekaligus bisa saling menuntun.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening, sambil memberi ruang agar pesan Injil hari ini benar-benar meresap. Duduk sejenak dalam keheningan, mengulang satu kalimat yang menyentuh, atau menuliskannya dalam buku doa dapat membantu Sabda tinggal lebih lama dan membentuk cara kita melihat sesama.

Tuhan, kerapuhan yang kami bawa hari ini semoga dipeluk dalam terang kasih-Mu yang tidak pernah menyerah mencari. Ketika langkah kami menjauh atau tersesat, bangkitkan kembali keberanian untuk pulang. Biarlah kesabaran ilahi yang tergambar dalam gembala yang mencari domba hilang itu menguatkan kami untuk kembali menata hidup.

Berkatilah komunitas yang Kaubentuk melalui perjumpaan sehari-hari, agar kiranya menjadi tempat di mana kami belajar menerima dan menuntun satu sama lain. Saat melihat saudara yang mulai menyimpang, bangkitkan kelembutan hati supaya teguran diberikan dengan kasih, bukan penghakiman. Semoga setiap relasi dipenuhi semangat pemulihan, bukan menjauhkan.

Sukacita yang Engkau sampaikan tentang ditemukannya domba yang hilang semoga menggerakkan kami menjadi pembawa damai. Dalam keluarga, lingkungan, dan komunitas, jadikan kami pribadi yang memulihkan, bukan melukai. Semoga hati kami semakin menyerupai hati-Mu sebagai Gembala Baik—setia mencari, sabar menuntun, dan bersukacita ketika seseorang kembali menemukan jalan menuju hidup yang benar. Amin.

.

Tuhan, tambahkanlah iman kami dan sadarkanlah kami bahwa dosa sebesar apa pun tidak akan mengalahkan besarnya rahmat dan pengampunan-Mu bagi kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 8 Desember 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here