Renungan Harian Hari Ini 7 Juli 2025, Bacaan Injil Matius 9:18-26 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Kej. 28:10-22a; Mazmur: 91:1-2.3-4.14-15ab; R:2b; PEKAN BIASA XIV (H) HUT Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Putrl Marla dan Yosef (PMY) PEKAN BIASA XIV (H) St.Odo, Abas; B.Maria Romero Meneses, Prw.;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juli 2025
Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juli 2025
Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”
Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”
Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.
Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juli 2025
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 7 Juli 2025
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”
Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.
Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juli 2025
Ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, maka Abner memanggilnya dan membawanya menghadap Saul, sedang kepala orang Filistin itu masih ada di tangannya.
Kata Saul kepadanya: “Anak siapakah engkau, ya orang muda?” Jawab Daud: “Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu.”
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya.
Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri.
Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.
Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juli 2025
Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing;
dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”
Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.”
Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.
Tetapi Mikhal, anak perempuan Saul, jatuh cinta kepada Daud; ketika hal itu diberitahukan kepada Saul, maka iapun menyetujuinya;
sebab pikir Saul: “Baiklah Mikhal kuberikan kepadanya; biarlah ia menjadi jerat bagi Daud, dan biarlah tangan orang Filistin memukul dia!” Lalu berkatalah Saul kepada Daud untuk kedua kalinya: “Pada hari ini engkau boleh menjadi menantuku.”
Lagi Saul memerintahkan kepada para pegawainya: “Katakanlah kepada Daud dengan diam-diam, demikian: Sesungguhnya, raja suka kepadamu dan para pegawainya mengasihi engkau; maka sebab itu, jadilah engkau menantu raja.”
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juli 2025
Lalu para pegawai Saul menyampaikan perkataan itu kepada Daud, tetapi Daud menjawab: “Perkara ringankah pada pemandanganmu menjadi menantu raja? Bukankah aku seorang yang miskin dan rendah?”
Para pegawai Saul memberitahukan kepada raja, katanya: “Demikianlah jawab yang diberi Daud.”
Kemudian berkatalah Saul: “Beginilah kamu katakan kepada Daud: Raja tidak menghendaki mas kawin selain dari seratus kulit khatan orang Filistin sebagai pembalasan kepada musuh raja.” Saul bermaksud untuk menjatuhkan Daud dengan perantaraan orang Filistin.
Ketika para pegawainya memberitahukan perkataan itu kepada Daud, maka setujulah Daud menjadi menantu raja. Waktunya belum genap,
tetapi Daud sudah bersiap, ia pergi dengan orang-orangnya dan menewaskan dari orang Filistin itu dua ratus orang serta membawa kulit khatan mereka; dan dalam jumlah yang genap diberikan merekalah semuanya itu kepada raja, supaya Daud menjadi menantu raja. Kemudian Saul memberikan Mikhal, anaknya, kepadanya menjadi isterinya.
Lalu mengertilah Saul dan tahulah ia, bahwa TUHAN menyertai Daud, dan bahwa seluruh orang Israel mengasihi Daud.
Maka makin takutlah Saul kepada Daud. Saul tetap menjadi musuh Daud seumur hidupnya.
Apabila raja-raja orang Filistin maju berperang, setiap kali mereka maju berperang, maka Daud lebih berhasil dari semua pegawai Saul, sehingga namanya sangat masyhur.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juli 2025
Di dalam Injil hari ini Yesus hadir di tengah-tengah kita membagikan kesembuhan dan harapan baru kepada kita. Ada dua tokoh yang ditampilkan Yesus, yaitu seorang pemuka dan perempuan yang menderita pendarahan. Keduanya mengalami pengalaman pribadi yang menyembuhkan dalam perjumpaan mereka dengan Yesus.
Pemuka itu percaya bahwa kedatangan dan penumpangan tangan Yesus atas anak perempuannya akan menghidupkan anaknya yang sudah meninggal itu. Sementara perempuan yang menderita sakit pendarahan percaya akan kuasa Yesus yang bekerja hanya dengan menyentuh ujung jubah-Nya.
Kepada perempuan itu, Yesus berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai Anak-Ku. Imanmu tlah menyelamatkan engkau.” Perempuan itu pun sembuh. Demikian pula dengan anak perempuan pemuka itu. Anak itu hidup kembali. Dengan demikian, iman kita kepada Yesus Putra Allah senantiasa memberikan harapan, kehidupan, dan keselamatan bagi kita. Bagi Yesus, apa pun ungkapan iman kita, semua itu berkenan pada-Nya.
Kedua tokoh yang dikisahkan dalam Injil ini menjadi contoh iman yang luar biasa kepada Yesus. Bagaimana dengan kita sendiri? Apakah kita masih ragu akan Tuhan yang dapat melakukan hal-hal yang membebaskan, menyelamatkan, dan menghidupkan kita? Marilah kita memohon agar Dia senantiasa memampukan kita untuk meningkatkan kualitas iman kita.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juli 2025
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, marilah kita mengakhiri permenungan hari ini dengan hati yang terbuka, penuh syukur, dan dengan iman yang diperbarui. Kita tutup renungan ini dengan doa, memohon agar Tuhan meneguhkan langkah kita dalam iman seperti dua tokoh Injil hari ini.
Ya Tuhan, kami bersyukur atas Sabda-Mu hari ini yang mengajarkan kami tentang iman yang menyembuhkan dan memberi harapan. Engkau melihat hati setiap orang yang datang kepada-Mu dengan rendah hati dan penuh kepercayaan. Ajarilah kami untuk berani percaya sepenuhnya pada kuasa kasih-Mu yang menghidupkan.
Engkau tidak menolak siapa pun yang datang kepada-Mu. Baik pemuka yang memohon untuk anaknya, maupun perempuan yang diam-diam menyentuh jubah-Mu, Engkau sambut dengan belas kasih. Ajarlah kami untuk memiliki iman yang sederhana namun sungguh, iman yang mampu menggerakkan hati-Mu dan mengubah hidup kami.
Dalam perjalanan hidup kami yang sering kali penuh tantangan, teguhkanlah iman kami agar tetap berharap kepada-Mu. Jangan biarkan keraguan menguasai hati kami, melainkan jadikanlah kami pribadi yang selalu mencari Engkau, percaya kepada-Mu, dan mengalami kasih-Mu yang memulihkan. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
.
Ya Yesus, teguhkanlah iman kami, terutama saat kami dirundung penderitaan dan keputusasaan. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 6 Juli 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





