Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Oktober 2026

Renungan Harian Hari Ini 6 Oktober 2026, Bacaan Injil Lukas 10:38-42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Gal. 1:13-24; Mazmur: 139:1-3.13-14ab. 14c-15: R: 24b; PEKAN BIASA XXVII (H) St.Bruno, Im;

Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
 
Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
 
Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
 
berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
 
juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
 
Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Oktober 2026

Tetapi aku tidak melihat seorang pun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
 
Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
 
Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
 
Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
 
Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
 
Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

.

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
 
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
 
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
 
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
 
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
 
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
 
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
 
Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
 
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

.

Anak-anakku, dengarkanlah aku, bapamu, dan hendaklah berlaku sesuai dengan apa yang kamu dengar, supaya selamat.
 
Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya diteguhkan-Nya.
 
Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa,
 
dan siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang yang mengumpulkan harta.
 
Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan.
 
Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan ibunya
 
serta melayani orang tuanya sebagai majikannya.
 
Anakku, hormatilah bapamu, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, supaya berkat dari padanya turun atas dirimu.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Oktober 2026

Rumah tangga anak dikukuhkan oleh berkat bapa, tapi dasar-dasarnya dicabut oleh kutuk ibu.
 
Jangan membanggakan nista bapamu. Memang nista bapa bukan kehormatan bagi dirimu!
 
Sebaliknya kemuliaan seseorang terletak dalam menghormati bapanya, dan malu anak ialah ibu ternista.
 
Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya.
 
Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kaumaafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya.
 
Kebaikan yang ditunjukkan kepada bapa tidak sampai terlupa, melainkan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.
 
Pada masa pencobaan engkau akan diingat oleh Tuhan, maka dosamu lenyap seperti air beku yang kena matahari.
 
Serupa penghujat barangsiapa meninggalkan bapanya, dan terkutuklah oleh Tuhan orang yang mengerasi ibunya.

.

renungan harian hari ini

Ingatlah saat-saat ketika kita amat kewalahan mengerjakan tugas-tugas dan kewajiban kita, baik di rumah maupun di sekolah atau kampus atau di tempat kerja. Rasanya sangat lelah dan menjenuhkan, apalagi kalau ada batas waktu atau target yang harus kita kejar.

Semua rutinitas yang penuh kesibukan ini akhirnya membuat kehidupan rohani kita terasa hampa, kering. Cobalah memutuskan untuk meninggalkan semua kesibukan itu sejenak sebelum menjadi burn out.

Cobalah menghabiskan sore yang tenang dengan berdoa dan membaca Kitab Suci sambil sekadar menyeruput teh atau ngopi di teras taman. Tindakan sederhana memprioritaskan kesehatan rohani di atas daftar tugas-tugas atau pekerjaan akan membawa kesegaran bagi jiwa dan memberikan kedamaian yang sudah lama tidak kita rasakan.

Pada saat itulah kita akan menyadari betapa benarnya apa yang Yesus katakan dalam Injil hari ini, “Maria telah memilih bagian yang terbaik!”

Untuk menjaga kesehatan jiwa, orang butuh keseimbangan antara bekerja dan bermain, antara melayani dan dilayani, antara memberi dan menerima, dan seterusnya. Dengan memuji Maria, sebenarnya Yesus tidak bermaksud mengecam sikap Marta yang lebih sibuk bekerja menyiapkan segala sesuatu untuk diri-Nya.

Yesus hanya mau “mengontrol” atau “meredam” Marta yang disebutkan dalam Injil “sangat sibuk melayani”. Bukankah dalam hidup ini segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik?

Obat, air, dan api yang bermanfaat pun akan menjadi sangat buruk jika terlalu berlebihan. Segala sesuatunya harus sesuai porsi, seimbang, moderat: jangan berkelebihan, namun juga jangan berkekurangan! Injil hari ini menginspirasi kita untuk berupaya menjaga keseimbangan hidup agar kita selalu sehat-walafiat jiwa dan raga.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan memberi ruang sejenak bagi hati untuk beristirahat dalam keheningan bersama Tuhan. Di tengah pekerjaan, pelayanan, dan berbagai tanggung jawab, semoga kita tidak lupa bahwa jiwa juga membutuhkan makanan. Marilah belajar memilih “bagian yang terbaik”: hadir, mendengarkan, dan menikmati kedekatan dengan Allah.

Ya Bapa, ketika kesibukan membuat kami lelah dan pikiran kami penuh dengan berbagai urusan, ajarlah kami berhenti sejenak untuk beristirahat dalam keheningan. Berilah kami kebijaksanaan untuk mengenali batas kemampuan diri, sehingga kami tidak terus memaksakan diri sampai kehilangan sukacita, kesehatan, dan kedamaian batin.

Ajarlah kami seperti Maria yang memilih duduk dekat kaki-Mu dan mendengarkan Sabda-Mu. Di tengah pekerjaan dan tanggung jawab yang tidak pernah habis, mampukan kami menyediakan waktu untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan menikmati keheningan. Semoga kedekatan dengan-Mu menyegarkan kembali hati yang lelah dan menguatkan langkah kami.

Tuntunlah kami menjalani hidup dengan seimbang dan bijaksana. Mampukan kami bekerja dengan tekun tanpa melupakan istirahat, melayani dengan kasih tanpa mengabaikan kebutuhan diri, serta memberi dengan murah hati tanpa kehilangan kesempatan untuk menerima. Semoga dalam keseimbangan itu kami menemukan sukacita, kesehatan jiwa dan raga, serta kedamaian dalam penyertaan-Mu. Amin.

.                              

Tuhan, sadarkanlah kami senantiasa bahwa Engkau adalah Firman Allah yang Hidup. Supaya kami dapat bersikap sebagai seorang murid sejati yang setia mendengarkan Engkau, daripada sibuk mengerjakan berbagai macam hal lainnya. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 5 Oktober 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   1   =