Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 4 Oktober 2025

Renungan Harian Hari Ini 4 Oktober 2025, Bacaan Injil Lukas 10:17-24  (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Bar. 4:5-12.27-29; Mazmur: 69:33-37: R:34a; PEKAN BIASA XXVI Hari Sabtu Imam; Pw St.Fransiskus Asisi (P); St.Kuintinus;

Kuatkanlah hatimu, hai bangsaku, yang membawa nama Israel!
 
Kamu telah dijual kepada bangsa-bangsa lain, tetapi tidak untuk dibinasakan. Karena telah memurkakan Allah maka kamu diserahkan kepada para lawan.
 
Sebab Pembuatmu telah kamu marahkan, dengan mempersembahkan korban kepada setan, bukannya kepada Allah.
 
Pengasuhmu telah kamu lupakan, yakni Allah kekal, dan hati Yerusalem, dayahmupun telah kamu dukakan.
 
Melihat kemurkaan Allah mendatangi diri kamu maka Yerusalem berkata: “Dengarlah, hai sekalian tetangga Sion! Allah telah mengirim kepadaku kesedihan besar.”
 
Sebab anak-anakku yang laki-laki dan perempuan kulihat tertawan, sebagaimana yang telah dikirimkan Yang Kekal kepada mereka.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 4 Oktober 2025

Mereka telah kuasuh dengan sukacita, tetapi sekarang kulihat pergi dengan tangisan dan sedih hati.
 
Janganlah seorangpun bersukaria oleh karena diriku, seorang janda yang telah ditinggalkan banyak anak. Karena dosa anak-anakku aku menjadi kesepian, sebab mereka telah berpaling dari hukum Taurat Allah

Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah; Dia yang mengirim bencana itu akan teringat kepadamu pula.
 
Seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin.
 
Memang Dia yang telah mengirim segala bencana itu kepada kamu akan mengirim pula sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu.

.

Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!
 
Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
 
Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
 
Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya;
 
anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

.

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
 
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
 
Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
 
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
 
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”
 
Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
 
Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

.

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”
 
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN:
 
“Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
 
Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya:
 
“Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.
 
Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”
 
Kemudian berkatalah Yesaya: “Ambillah sebuah kue ara!” Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia.
 
Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: “Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga?”
 
Yesaya menjawab: “Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?”
 
Hizkia berkata: “Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 4 Oktober 2025

Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.

Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.
 
Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.
 
Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: “Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?” Jawab Hizkia: “Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!”
 
Lalu tanyanya lagi: “Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?” Jawab Hizkia: “Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku.”
 
Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: “Dengarkanlah firman TUHAN!
 
Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.
 
Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.”
 
Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

.

renungan harian hari ini

Bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga. Demikian pernyataan Yesus kepada para murid yang kembali dari perutusan mereka dengan gembira.

Mereka bergembira karena selain mendapat kesempatan mewartakan datangnya Kerajaan Allah, mereka juga dapat mengusir setan. “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu,” kata para murid itu.

Sukacita yang sama juga Tuhan janjikan bagi setiap kita, para murid-Nya zaman sekarang. Kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam karya misi Tuhan, mewartakan Kerajaan Allah di tengah konteks kehidupan manusia dewasa ini.

Kita pun dengan sukacita berharap untuk turut serta dalam kebahagiaan kekal bersama Dia dalam Kerajaan Surga.

Santo Fransiskus Asisi yang Gereja peringati hari ini, memberi kita teladan semangat dan praktik hidup sebagai misionaris sejati. Dia rela meninggalkan kehidupan yang mapan secara ekonomi bersama keluarga yang kaya.

Kemudian, dia menghabiskan hidupnya sebagai pewarta dengan gaya hidup miskin dan mencintai alam lingkungan. la menghayati hidup duniawi yang sederhana demi sukacita surgawi yang kekal.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan penuh syukur. Yesus mengingatkan bahwa sukacita terbesar bukan hanya karena keberhasilan dalam perutusan, melainkan karena nama kita tercatat di surga. Semoga hati kita tetap sederhana, rendah hati, dan setia mewartakan Kerajaan Allah dalam hidup sehari-hari.

Bapa yang Mahabaik, terima kasih karena kami boleh ambil bagian dalam karya perutusan-Mu. Kami bersukacita bukan hanya karena keberhasilan yang tampak, tetapi karena Engkau menjanjikan hidup kekal bagi yang setia. Kiranya semangat ini selalu menjadi sumber penghiburan dan kekuatan kami.

Dalam kelemahan dan keterbatasan, sering kami merasa tidak layak untuk menjadi pewarta. Namun, rahmat-Mu membuat kami sanggup melangkah. Semoga dengan kerendahan hati, kami terus setia menjalani panggilan ini, sambil meneladani semangat Santo Fransiskus Asisi yang berani hidup miskin demi sukacita surgawi.

Doa kami juga tercurah bagi mereka yang sedang diutus untuk mewartakan kabar gembira di tengah tantangan dunia. Sertailah mereka dengan perlindungan dan sukacita-Mu. Semoga setiap umat berani menjadi saksi kasih dan kebaikan, sehingga Kerajaan Allah sungguh dirasakan mulai dari bumi ini. Amin.

.

Ya Tuhan, semoga semangat para rasul dan semangat Santo Fransiskus Asisi senantiasa menyala dalam diri kami orang beriman agar kami mampu mewartakan kerajaan-Mu dalam dunia dewasa ini. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 3 Oktober 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here