Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 31 Januari 2026

Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 4:35-41 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Sam. 12:1-7a.10-17; Mazmur: Mzm. 51:12-13.14-15.16-17; PEKAN BIASA III Pw St.Yohanes Bosco, Im (P);

TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.
 
Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
 
si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.
 
Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”
 
Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
 
Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.”
 
Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 31 Januari 2026

Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
 
Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
 
Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.”
 
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
 
Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.”
 
Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.
 
Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.
 
Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

.

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
 
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
 
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
 
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
 
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
 
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

.

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”
 
Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
 
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
 
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
 
Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
 
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
 
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

.

Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun,
 
lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.
 
Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,
 
yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya.
 
Setelah Abraham mati, Allah memberkati Ishak, anaknya itu; dan Ishak diam dekat sumur Lahai-Roi.

Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak.
 
Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 31 Januari 2026

Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.
 
Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: “Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?” Dan ia pergi meminta petunjuk kepada TUHAN.
 
Firman TUHAN kepadanya: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.”
 
Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya.
 
Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
 
Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
 
Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 31 Januari 2026

Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
 
Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
 
Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
 
Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
 
Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
 
Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
 
Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

.

renungan harian hari ini

Ketika hendak bertolak ke seberang, perahu Yesus dan para murid-Nya diguncangkan oleh amukan topan dan ombak. Besarnya guncangan membuat para murid panik dan takut.

Namun, keberadaan Yesus yang penuh kuasa akhirnya meredakan angin ribut itu dan mereka pun menenangkan keadaan laut, serta menenangkan batin para murid-Nya sehingga terheran-heran. Yesus mempertanyakan iman para murid-Nya yang begitu takut akan situasi itu.

Sering kali kita kehilangan kendali dalam kesulitan-kesulitan hidup yang dialami. Rasa takut dan panik kemudian membuat seluruh energi kita terkuras dan kita tampak tidak punya pegangan. Kita sering kali lupa bahwa Tuhan yang kita imani tidak akan pernah mau meninggalkan kita pada saat-saat sulit.

Oleh karena lemahnya iman akan Dia, kerap kali kita terlalu lama menghabiskan waktu dalam keragu-raguan sehingga mengabaikan sukacita yang sudah kita terima dari Allah melalui rahmat-rahmat-Nya.

Dalam menjalankan misi dan pelayanan, goyahnya iman akan Allah selalu menjadi akar kesedihan dan ketakutan. Kita sering lupa bahwa kita wajib bersukacita dalam pelayanan karena kita yakin bahwa Allah selalu menyertai kita.

Demikianlah Santo Yohanes Bosco memaknai pelayanannya sebagai imam muda yang kreatif dengan ungkapan khasnya, “Servite Domino in laetitia!” (Layani Tuhan dengan penuh sukacita!)

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang kembali tenang dan penuh kepercayaan. Di tengah badai kehidupan yang mengguncang, kita diajak untuk tidak larut dalam ketakutan, melainkan belajar bersandar pada penyertaan Tuhan. Semoga iman kita diteguhkan agar mampu menjalani pelayanan dan hidup dengan sukacita sejati.

Ya Yesus, dalam perahu kehidupan kami sering kali muncul gelombang ketakutan dan kepanikan. Hadirkan ketenangan dalam hati yang mudah goyah dan bimbang. Semoga iman kepada kuasa kasih-Mu menumbuhkan keberanian untuk tetap percaya, bahkan saat situasi terasa sulit dan tidak menentu.

Kami bersyukur atas rahmat penyertaan yang tidak pernah terputus. Ajarlah kami untuk tidak terjebak terlalu lama dalam keragu-raguan yang melemahkan sukacita. Semoga setiap tantangan justru menumbuhkan keyakinan bahwa pelayanan dan hidup kami selalu berada dalam tangan kasih-Mu.

Tanamkan semangat melayani dengan hati yang gembira seperti teladan Santo Yohanes Bosco. Jauhkan rasa takut yang melumpuhkan dan gantikan dengan sukacita yang memerdekakan. Semoga iman yang teguh menjadikan hidup dan pelayanan kami kesaksian nyata akan kasih dan penyertaan-Mu. Amin.

.

Ya Tuhan, dalam segala kesulitan yang kami hadapi, hadirlah dan tenangkanlah batin kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 30 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here