Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 30 Desember 2025

Renungan Harian Hari Ini 30 Desember 2025, Bacaan Injil Lukas 2:36-40 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Yoh. 2:12-17; Mazmur: 96:7-8a.8b-9.10; R:11a; Hari Keenam dalam Oktaf Natal (P); St.Sabinus;

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.
 
Dan aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat.
 
Dan aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.
 
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
 
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
 
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

.

Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
 
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!
 
Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!
 
Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

.

Reff. : Alleluya, alleluya.

Ayat : Inilah hari yang suci! Marilah, hai para bangsa, sujudlah di hadapan Tuhan, sebab cahaya gemilang menyinari seluruh muka bumi.

.

Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
 
dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
 
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
 
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
 
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

.

— Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.
 
Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.
 
Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi.
 
— Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.
 
— Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.
 
Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 30 Desember 2025

Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.
 
— Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.
 
— Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.
 
Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta.
 
Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.
 
Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.
 
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

.

renungan harian hari ini

Gereja mengundang kita untuk merenungkan figur Hana, seorang nabi perempuan yang hidupnya penuh dedikasi dan pengharapan.

Hana digambarkan sebagai seorang janda yang sudah sangat berusia lanjut dan telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di Bait Allah, untuk berpuasa dan berdoa siang dan malam. Kehadirannya di Bait Allah pada waktu yang sama dengan keluarga kecil Yesus bukanlah sebuah kebetulan, melainkan rancangan ilahi.

Kisah Hana menggambarkan kekuatan dari harapan dan kesabaran. Hana telah menunggu momen pertemuan dengan Mesias ini selama bertahun-tahun. Hari demi hari, ia tetap setia dan sabar, menanti kedatangan Penyelamat.

Ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menanti dengan sabar, memelihara harapan kita dalam Allah, meskipun penggenapan janji-Nya mungkin tidak terjadi dalam waktu kita.

Ketika Hana akhirnya bertemu dengan Yesus, dia segera mengungkapkan syukur kepada Allah dan berbicara tentang bayi itu kepada semua orang yang menantikan pembebasan Yerusalem.

Marilah kita meneladan Hana, yaitu memelihara kesetiaan, kesabaran, dan harapan kita dalam Allah, serta berani berbicara tentang kasih dan penyelamatan yang kita temukan dalam Yesus Kristus.

Dalam menanti dan berdoa, kita juga diingatkan untuk selalu menyadari momen-momen kudus di mana kita bertemu dengan Tuhan dalam situasi hidup kita sehari-hari.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang tenang dan penuh harap. Seperti Hana yang setia menanti dalam doa, kita pun diajak mempercayakan waktu dan perjalanan hidup kita dengan sabar, sambil membuka mata dan hati agar mampu mengenali kehadiran rahmat dalam keseharian yang sederhana.

Dalam keheningan doa ini, tumbuhkanlah kesetiaan untuk tetap bertahan dalam pengharapan ya Tuhan, meski jawaban-Mu terkadang tidak segera tampak. Semoga hati tidak lelah menanti dan tidak goyah oleh kekecewaan, melainkan semakin diteguhkan oleh keyakinan bahwa setiap doa yang setia selalu berbuah pada waktunya.

Kiranya semangat Hana yang tekun berdoa siang dan malam menjiwai langkah hidup kami. Ajarlah kami untuk menjadikan doa sebagai napas hidup, sumber kekuatan, dan tempat berlindung, agar penantian panjang tidak berubah menjadi keluhan, tetapi menjadi jalan pemurnian iman dan kasih.

Semoga saat perjumpaan-perjumpaan kudus hadir dalam hidup, hati kami cukup peka untuk mengenalinya dan cukup berani untuk bersaksi. Biarlah syukur meluap dalam kata dan tindakan, sehingga kabar pengharapan dan keselamatan yang dialami dapat dibagikan kepada banyak orang di sekitar kami. Amin.

.

Tuhan, semoga kami setia mendekati-Mu melalui doa, dengan iman dan pengharapan yang penuh akan belas kasih-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 29 Desember 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here