Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 27 Februari 2026

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2026, Bacaan Injil Matius 5:20-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh. 18:21-28; Mazmur: 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8; R:3; PEKAN I PRAPASKAH (U); St.Gabriel Possenti; St.Leander;

Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
 
Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
 
Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
 
Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik — apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.
 
Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?
 
Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya.
 
Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.
 
Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

.

Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
 
Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
 
Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
 
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
 
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
 
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
 
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
 
Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

.

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
 
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
 
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
 
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
 
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
 
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

.

Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: “Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
 
Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
 
Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.
 
Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu.
 
Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini.
 
Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini?
 
maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.
 
Pergilah orang Israel, lalu berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 27 Februari 2026

Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.
 
Lalu bangunlah Firaun pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian.
 
Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun, katanya: “Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik kamu maupun orang Israel; pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, seperti katamu itu.
 
Bawalah juga kambing dombamu dan lembu sapimu, seperti katamu itu, tetapi pergilah! Dan pohonkanlah juga berkat bagiku.”
 
Orang Mesir juga mendesak dengan keras kepada bangsa itu, menyuruh bangsa itu pergi dengan segera dari negeri itu, sebab kata mereka: “Nanti kami mati semuanya.”
 
Lalu bangsa itu mengangkat adonannya, sebelum diragi, dengan tempat adonan mereka terbungkus dalam kainnya di atas bahunya.
 
Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa; mereka meminta dari orang Mesir barang-barang emas dan perak serta kain-kain.
 
Dan TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir itu.

.

renungan harian hari ini

Allah adalah Bapa yang penuh belas kasih. Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Yehezkiel, ditegaskan bahwa Allah tidak menghendaki kematian orang fasik, tetapi agar ia bertobat dan hidup.

Pertobatan sejati bukan sekadar penyesalan di mulut, melainkan terutama perubahan nyata dalam tindakan. Ini menjadi undangan bagi kita untuk selalu membuka diri pada pembaruan hidup.

Yesus menegaskan bahwa kesalehan kita harus melebihi ahli Taurat dan orang Farisi. Bukan hanya membunuh yang salah, melainkan juga menyimpan kebencian, berkata kasar, atau menolak berdamai.

Bahkan, sebelum mempersembahkan kurban di altar, kita diminta lebih dahulu berdamai dengan sesama. Artinya, ibadah sejati lahir dari hati yang bersih dan relasi yang damai.

Di tengah dunia yang penuh konflik, prasangka, dan dendam, kita diajak untuk menjadi pribadi yang membawa pengampunan. Kita perlu bertanya, apakah aku sedang menyimpan luka dengan orang lain?

Maukah aku memulai langkah untuk berdamai? Sebab, Tuhan lebih berkenan pada hati yang mengasihi daripada ibadah yang hanya formalitas.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan sikap hati yang terbuka untuk dibarui. Tuhan menghendaki kehidupan, bukan kehancuran. Maka, hari ini adalah kesempatan rahmat untuk memilih jalan pertobatan yang nyata: berani mengampuni, merendahkan diri, dan membangun kembali relasi yang retak demi damai sejati.

Ya Bapa, ajari hati kami untuk mencintai kehidupan seperti yang dikehendaki-Mu. Singkirkan kebiasaan menunda perubahan dan rasa puas diri yang membeku. Semoga rahmat pertobatan menumbuhkan keberanian untuk melangkah, memperbaiki yang salah, dan menghadirkan kebaikan dalam tindakan sederhana setiap hari.

Engkau memanggil kami pada kebenaran yang melampaui formalitas. Bersihkan batin dari kebencian, kata-kata kasar, dan sikap menutup diri. Tanamkan kerendahan hati untuk berdamai, memulihkan hubungan yang terluka, dan menjadikan ibadah sebagai buah dari kasih yang hidup.

Utuslah kami menjadi pembawa pengampunan di tengah dunia yang retak. Kuatkan tekad untuk memulai langkah damai, meski kecil dan sulit. Semoga hidup kami memuliakan-Mu melalui relasi yang dipulihkan, keadilan yang ditegakkan, dan kasih yang setia. Amin.

.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berdamai dengan sesama agar ibadah kami berkenan di hadapan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   2   =