Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Januari 2026

Renungan Harian Hari Ini 24 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 3:20-21 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Sam. 1:1-4.11-12.19.23-27; Mazmur: Mzm. 80:2-3.5-7; PEKAN BIASA II; Hari Ke-7 Pekan Doa Sedunia; Pw.St.Fransiskus dr Sales, UskPujG (P);

Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag,
 
maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah.
 
Bertanyalah Daud kepadanya: “Dari manakah engkau?” Jawabnya kepadanya: “Aku lolos dari tentara Israel.”
 
Bertanyalah pula Daud kepadanya: “Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku.” Jawabnya: “Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati.”

Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga.
 
Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Januari 2026

Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! Betapa gugur para pahlawan!

Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa.
 
Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu.
 
Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu.
 
Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan.
 
Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!

.

di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.
 
Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.
 
Engkau memberi mereka makan roti cucuran air mata, Engkau memberi mereka minum air mata berlimpah-limpah,
 
Engkau membuat kami menjadi pokok percederaan tetangga-tetangga kami, dan musuh-musuh kami mengolok-olok kami.
 
Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.

.

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.
 
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

.

Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
 
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.”
 
Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
 
“Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
 
Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
 
Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
 
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
 
Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
 
Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Januari 2026

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
 
haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
 
Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.
 
Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.
 
Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
 
Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
 
Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”
 
Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”
 
Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Januari 2026

Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
 
Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
 
Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”
 
Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.
 
Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.
 
Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya.
 
Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya.
 
Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.
 
Dan semua orang dari isi rumah Abraham, baik yang lahir di rumahnya, maupun yang dibeli dengan uang dari orang asing, disunat bersama-sama dengan dia.

.

renungan harian hari ini

Kehadiran Yesus, sabda dan karya-Nya tidak begitu saja mudah untuk dipahami dan diterima orang banyak. Bahkan Dia harus menerima cibiran sebagai orang yang tidak waras karena makin banyak orang mengerumuni Dia dan ajaran-ajaran-Nya yang tidak biasa di lingkungan mereka kala itu.

Banyak ajaran-Nya yang tidak sama dengan ahli-ahli Taurat, bahkan dengan tegas Yesus menunjukkan pandangan yang berseberangan dengan mereka. Dia mau memperlihatkan keberpihakannya bagi banyak orang yang selama ini dimanipulasi oleh ajaran dan teladan kaum Farisi dan ahli Taurat.

Keteguhan Yesus di tengah cibiran dan penolakan meyakinkan kita bahwa niat baik itu selalu menang di atas segala tipu daya. Keselamatan orang banyak yang merupakan misi utama Yesus dan juga kita, para pengikut-Nya. Maka kita tidak perlu ragu-ragu dan bahkan takut untuk menunjukkan kekhasan ajaran Kristiani kita di tengah dunia.

Kita pun perlu mencari dan menyertakan Tuhan dalam setiap usaha dan karya kita, supaya pikiran dan rencana kita lebih sejalan dengan misi-Nya. Hal ini sudah dialami oleh Santo Fransiskus dari Sales yang kita kenangkan hari ini. la sudah lama merasakan rencana Tuhan atas dirinya, sehingga ia pun memutuskan untuk menjawab panggilan Tuhan.

Orang tuanya menentang, tetapi mereka pun tidak berdaya untuk membatalkan rencana Allah atas diri anaknya itu. Rencana Allah jauh lebih berkuasa dibandingkan proyek manusiawi kita.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan hati yang teguh dan penuh kepercayaan. Di tengah penolakan, cibiran, dan ketidakmengertian, kita diajak menimba kekuatan dari Yesus yang setia pada misi keselamatan. Semoga sabda ini meneguhkan langkah kita untuk tetap setia hidup dalam kebenaran dan kasih.

Ya Yesus, di tengah penolakan dan kesalahpahaman, Engkau tetap mewartakan kasih tanpa ragu. Ajarlah kami menimba keberanian dari teladan hidup-Mu, agar tidak mudah goyah ketika iman dipertanyakan. Teguhkan hati kami untuk setia pada kebenaran dan berani menghadirkan kasih di mana pun berada.

Sering kali rencana hidup kami dibenturkan dengan kehendak-Mu yang lebih besar. Bantulah kami belajar percaya bahwa rancangan-Mu selalu membawa kebaikan. Seperti Santo Fransiskus dari Sales, semoga kami mampu menyerahkan diri sepenuhnya dan menjawab panggilan-Mu dengan iman yang teguh.

Sertailah setiap karya dan usaha kami agar selaras dengan misi kasih-Mu. Semoga hidup kami menjadi kesaksian yang jujur dan rendah hati, sehingga melalui kata dan perbuatan, banyak orang dapat merasakan kehadiran Allah yang menyelamatkan. Amin.

.

Ya Tuhan, utuslah Roh kekuatan-Mu bagi diri kami yang selalu takut untuk menjadi saksi ajaran dan cinta-Mu di tengah dunia. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 23 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here