Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 23 Januari 2026

Renungan Harian Hari Ini 23 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 3:13-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Sam. 24:3-21; Mazmur: Mzm. 57:2.3-4.6.11; PEKAN BIASA II; Hari Ke-6 Pekan Doa Sedunia; B.Yosepha Maria dr Beniganim;

Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.
 
Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
 
Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul;
 
lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.”
 
Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya.
 
Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: “Tuanku raja!” Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah.
 
Lalu berkatalah Daud kepada Saul: “Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu?
 
Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.
 
Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.
 
TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau;

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 23 Januari 2026

seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau.
 
Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!
 
Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.”
 
Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: “Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.
 
Katanya kepada Daud: “Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.
 
Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.
 
Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.
 
Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.
 
Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku dari kaum keluargaku.”

.

Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.
 
Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. S el a Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.
 
Aku terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam.

Mereka memasang jaring terhadap langkah-langkahku, ditundukkannya jiwaku, mereka menggali lobang di depanku, tetapi mereka sendiri jatuh ke dalamnya. S e l a

Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

.

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.
 
Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
 
dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
 
Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,
 
Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
 
selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
 
dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

.

Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
 
Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
 
Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
 
Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
 
Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.”
 
Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.
 
Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.
 
Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 23 Januari 2026

Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.”
 
Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”
 
Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.
 
Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
 
Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”
 
Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.
 
Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.
 
Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

.

renungan harian hari ini

Dalam Injil hari ini kita melihat sikap kegembalaan Yesus. Pertama-tama yang dilakukan- Nya adalah memilih dua belas rasul yang bertugas menemani-Nya dalam mewartakan Injil. Menarik bahwa para rasul juga diberi kuasa untuk mengusir setan sebagaimana yang dilakukan Yesus.

Status serta kuasa yang mereka terima itulah yang menjadi modal mereka untuk selalu mengikuti Yesus ke mana saja Ia pergi, tanpa ragu dan takut untuk mewartakan Injil dari satu tempat ke tempat yang lain.

Kepada kita semua sebenarnya panggilan Yesus itu selalu memiliki maknanya tersendiri. Ketika kita sudah mendapat status sebagai pengikut-Nya, tugas selanjutnya adalah memberdayakan kekuatan yang kita terima dari-Nya untuk memberi kesaksian yang total kepada orang lain.

Totalitas pelayanan kita menjadi tanda nyata bahwa kita memang pengikut-Nya yang sungguh-sungguh. Apa yang kita wartakan bagi sesama tidak kemudian membuat kita selalu menyombongkan diri,

tetapi justru membuat kita makin sadar bahwa kemuliaan adalah milik Tuhan yang mengutus kita dan kita hanya murid-Nya yang diutus untuk melanjutkan misi-Nya di dunia. Segala pujian yang kita terima bukanlah tujuan utama pelayanan karena semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan dan demi kebaikan sesama.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang tenang dan terbuka. Panggilan sebagai murid dan utusan Kristus mengajak kita merenungkan kembali cara kita melayani. Biarlah sejenak keheningan membantu sabda hari ini mengendap, sehingga hidup kita sungguh menjadi kesaksian yang rendah hati dan setia.

Ya Yesus, Engkaulah Gembala sejati yang memanggil dan mengutus para murid untuk ambil bagian dalam misi keselamatan. Terima kasih atas kepercayaan yang juga dianugerahkan kepada kami. Kuatkanlah langkah kami agar setia menemani-Mu, berani melayani, dan rela diutus ke mana pun kasih dibutuhkan.

Segala status dan kemampuan yang kami miliki adalah anugerah semata. Jauhkanlah hati kami dari keinginan untuk mencari pujian diri. Ajarlah kami melayani dengan tulus, penuh tanggung jawab, dan selalu sadar bahwa kemuliaan sejati hanya milik-Mu dan bukan hasil kehebatan manusia.

Kami sebagai utusan-Mu diutus bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk menghadirkan kasih dan pembebasan. Teguhkanlah totalitas pelayanan kami di tengah tantangan dunia. Semoga hidup kami menjadi tanda kehadiran-Mu yang menyembuhkan, menguatkan, dan membawa harapan bagi banyak orang. Amin.

.

Ya Tuhan, mampukan kami untuk selalu setia menjalankan misi perutusan yang Engkau berikan kepada kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 22 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here