Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 November 2025

Renungan Harian Hari Ini 21 November 2025, Bacaan Injil Lukas 19:45-48 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Mak. 4:36-37.52-59; Mazmur: 1Taw. 29:10-12d; R:13b; HUT Kongregasi Bruder Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda (FIC) PEKAN BIASA XXXIII; Pw SP Maria Dipersembahkan kepada Allah (P); St.Nikola Giustiniani;

Adapun Yudas serta saudara-saudaranya berkata: “Musuh kita sudah hancur. Baiklah kita pergi mentahirkan Bait Allah dan mentahbiskannya kembali.”
 
Setelah bala tentara dihimpun seluruhnya maka berangkatlah mereka ke gunung Sion.

Pagi-pagi benar pada tanggal dua puluh lima bulan kesembilan, yaitu bulan Kislew, dalam tahun seratus empat puluh delapan bangunlah mereka semua
 
untuk mempersembahkan korban sesuai dengan hukum Taurat di atas mezbah korban bakaran baru yang telah dibuat mereka.
 
Tepat pada jam dan tanggal yang sama seperti dahulu waktu orang-orang asing mencemarkannya mezbah itu ditahbiskan dengan kidung yang diiringi dengan gambus, kecapi dan canang.
 
Maka meniaraplah segenap rakyat dan sujud menyembah serta melambungkan lagu pujian ke Sorga, kepada Yang memberikan hasil baik kepada mereka.
 
Delapan hari lamanya perayaan pentahbisan mezbah itu dilangsungkan. Dengan sukacita dipersembahkanlah korban bakaran, korban keselamatan dan korban pujian.
 
Bagian depan Bait Allah dihiasi dengan karangan-karangan keemasan dan utar-utar. Pintu-pintu gerbang dan semua balai diperbaharui dan pintu-pintu dipasang padanya.
 
Segenap rakyat diliputi sukacita yang sangat besar. Sebab penghinaan yang didatangkan orang-orang asing itu sudah terhapus.
 
Yudas serta saudara-saudaranya dan segenap jemaah Israel menetapkan sebagai berikut: Perayaan pentahbisan mezbah itu tiap-tiap tahun harus dilangsungkan dengan sukacita dan kegembiraan delapan hari lamanya tepat pada waktunya, mulai tanggal dua puluh lima bulan Kislew.

.

Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: “Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.
 
Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
 
Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

.

Reff. : Alleluya.

Ayat : (Yoh 10 : 27) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku megenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.

.

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
 
kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
 
Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
 
tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

.

Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:
 
“Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.
 
Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu.
 
Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu.
 
Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.
 
Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah
 
maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan.
 
Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan.
 
Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah.
 
Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 November 2025

Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
 
“Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.
 
Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu.
 
Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
 
Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.
 
Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya.
 
Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.
 
Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu.
 
Semua di antara bangsa-bangsa yang mengenal engkau kaget melihat keadaanmu. Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau.”

.

renungan harian hari ini

Dalam Injil hari ini Yesus menunjukkan sikap-Nya yang tegas dan berani terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan dosa. Sikap itu dinyatakan dengan membersihkan Bait Allah dari sarang penyamun.

Yesus membersihkan Bait Allah dari sarang penyamun sebab di tempat itulah Ia berdoa dan membangun kebersamaan dengan Bapa-Nya. Kita juga diajak untuk selalu menjaga kesucian dan menempatkan Allah di atas segala-galanya.

Dengan demikian, sebagai pengikut Kristus, kita pun akan percaya diri, berani berprinsip, bahkan berani melawan arus yang bertentangan dengan iman dan keyakinan kita.

Yesus membersihkan Bait Allah dari sarang para penyamun adalah simbol hati kita yang juga arus dibersihkan dari praktik-praktik jahat yang dibungkus dalam tindakan-tindakan saleh. Dengan membersihkan Bait Allah, Yesus menunjukkan bahwa diri-Nya adalah Bait Allah yang sesungguhnya.

Bagi Dia, tubuh-Nya dan tubuh kita adalah tempat tinggal Allah yang sebenarnya. Karena itu, tubuh perlu dijaga, jangan dikotori dengan hal-hal yang mencemarkannya. Marilah kita senantiasa menjaga kemurnian dan kesucian hati kita.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan membuka hati kepada terang kasih Allah. Semoga teladan Yesus yang berani membersihkan Bait Allah menggerakkan kita untuk melakukan hal yang sama dalam batin kita, agar hidup semakin murni, jernih, dan selaras dengan kehendak-Nya.

Bapa penuh kasih, curahkanlah rahmat-Mu agar kami mampu memandang batin kami dengan jujur. Dalam setiap sudut hati yang mulai tercemar oleh kebiasaan buruk, bangkitkanlah keinginan untuk diperbarui. Semoga keberanian Putra-Mu dalam membersihkan Bait Suci mengilhami langkah kami setiap hari.

Dalam perjuangan menjaga kesucian hidup, limpahkanlah kebijaksanaan agar kami mampu membedakan mana yang membawa damai dan mana yang menjauhkan kami dari kebenaran. Semoga tubuh dan hati ini sungguh menjadi kediaman suci yang memuliakan nama-Mu di tengah dunia.

Kiranya semangat untuk melawan arus yang tidak sesuai dengan iman selalu Engkau kuatkan dalam diri kami. Biarlah setiap usaha kecil untuk memperbaiki diri menjadi persembahan yang berkenan. Dan semoga hidup kami, yang terus dibersihkan dari dalam, menjadi sinar kasih bagi sesama. Amin.

.

Ya Bapa, hadirlah dalam keluarga-keluarga kami yang membutuhkan pendampingan rohani dalam naungan Bait-Mu yang kudus. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 20 November 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here