Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2025, Bacaan Injil Matius 6:24-34 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 2Kor. 12:1-10; Mazmur: 34:8-9.10-11.12-13; R:9a; PEKAN BIASA XI Pw St.Aloysius Gonzaga, Biarw (P);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Juni 2025
Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau?entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya?orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
Aku juga tahu tentang orang itu, ?entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya?
ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Juni 2025
(34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
(34-11) Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.
(34-12) Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!
(34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
(34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2025
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Juni 2025
Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.
Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.”
Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.
Beberapa waktu kemudian bani Amon berperang melawan orang Israel.
Dan ketika bani Amon itu berperang melawan orang Israel, pergilah para tua-tua Gilead menjemput Yefta dari tanah Tob.
Kata mereka kepada Yefta: “Mari, jadilah panglima kami dan biarlah kita berperang melawan bani Amon.”
Tetapi kata Yefta kepada para tua-tua Gilead itu: “Bukankah kamu sendiri membenci aku dan mengusir aku dari keluargaku? Mengapa kamu datang sekarang kepadaku, pada waktu kamu terdesak?”
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Juni 2025
Kemudian berkatalah para tua-tua Gilead kepada Yefta: “Memang, kami datang kembali sekarang kepadamu, ikutilah kami dan berperanglah melawan bani Amon, maka engkau akan menjadi kepala atas kami, atas seluruh penduduk Gilead.”
Kata Yefta kepada para tua-tua Gilead: “Jadi, jika kamu membawa aku kembali untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka kepadaku, maka akulah yang akan menjadi kepala atas kamu?”
Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.”
Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit, dua puluh kota banyaknya, dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Juni 2025
Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: “Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur.”
Tetapi jawabnya kepadanya: “Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu.”
Lagi katanya kepada ayahnya: “Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku.”
Jawab Yefta: “Pergilah,” dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Juni 2025
Kita sering kali cemas dan khawatir tentang berbagai hal, seperti masa depan, makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya. Namun, penting untuk diingat bahwa Allah tahu segala kebutuhan kita dan Dia akan menyediakannya bagi kita.
Pengalaman Paulus dalam merasakan kehadiran Allah secara langsung merupakan bukti nyata akan kuasa dan kehadiran Ilahi dalam hidupnya. Meskipun demikian, ia juga mengakui adanya ‘duri dalam dagingnya’, suatu kesulitan atau penderitaan yang terus- menerus mengganggunya.
Ini menunjukkan bahwa bahkan orang yang begitu dekat dengan Allah sekalipun tidak terhindar dari cobaan dan kesulitan dalam hidup. Namun Paulus belajar merelakan dirinya kepada Allah dan mengandalkan-Nya sepenuhnya.
Dalam Injil, Yesus mengajar kita tentang pentingnya melepaskan kekhawatiran dan memercayai Allah sepenuhnya. la mengajak kita mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya terlebih dahulu dan percaya bahwa Dia akan mengurus kita dengan baik.
Hal ini bukan berarti kita tidak perlu bekerja atau berusaha, melainkan kita hidup dengan keyakinan bahwa Allah-lah sumber segala yang kita butuhkan. Dia akan memenuhi kebutuhan kita sesuai kebijaksanaan-Nya. Dengan demikian, kita hidup dengan lebih tenang dan percaya bahwa Allah menyertai dan memelihara kita.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Juni 2025
Marilah kita menutup permenungan ini dengan doa.
Ya Allah, sering kali kami dikuasai oleh kecemasan dan kekhawatiran, lupa bahwa Engkau adalah Bapa yang tahu dan peduli akan kebutuhan anak-anak-Mu. Hari ini kami belajar untuk percaya lebih dalam, menyerahkan segala beban hidup kami ke dalam penyelenggaraan kasih-Mu.
Seperti Paulus yang setia meski harus menanggung duri dalam dagingnya, kami pun ingin belajar berserah. Ajarlah kami untuk tidak memandang penderitaan sebagai tanda jauh dari-Mu, melainkan sebagai jalan penguatan iman dan bukti bahwa Engkau sedang membentuk kami dengan cara yang tak selalu kami mengerti.
Dan akhirnya, tanamkanlah dalam hati kami keberanian untuk mencari Kerajaan-Mu dan kebenaran-Mu terlebih dahulu. Mampukan kami untuk tetap berusaha, namun tanpa diliputi rasa takut. Sebab kami yakin, Engkau setia dan tak pernah membiarkan kami berjalan sendirian. Amin.
.
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami akan kasih dan pemeliharaan-Mu. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





