Renungan Harian Hari Ini 21 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 3:1-6 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 1Sam. 17:32-33.37.40-51 Mazmur: Mzm. 144:1.2.9-10; PEKAN BIASA II Pw Sta.Agnes, PrwMrt (M); Hari Ke-4 Pekan Doa Sedunia;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Januari 2026
Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”
Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”
Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”
Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.
Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya.
Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.
Orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.
Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.”
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Januari 2026
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”
Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;
lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Januari 2026
Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;
yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu,
Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 21 Januari 2026
Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”
Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.
Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Januari 2026
Pada zaman Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim, terjadilah,
bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar.
Raja-raja yang disebut terakhir ini semuanya bersekutu dan datang ke lembah Sidim, yakni Laut Asin.
Dua belas tahun lamanya mereka takluk kepada Kedorlaomer, tetapi dalam tahun yang ketiga belas mereka memberontak.
Dalam tahun yang keempat belas datanglah Kedorlaomer serta raja-raja yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengalahkan orang Refaim di Asyterot-Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim
dan orang Hori di pegunungan mereka yang bernama Seir, sampai ke El-Paran di tepi padang gurun.
Sesudah itu baliklah mereka dan sampai ke En-Mispat, yakni Kadesh, dan mengalahkan seluruh daerah orang Amalek, dan juga orang Amori, yang diam di Hazezon-Tamar.
Lalu keluarlah raja negeri Sodom, raja negeri Gomora, raja negeri Adma, raja negeri Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar, dan mengatur barisan perangnya melawan mereka di lembah Sidim,
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Januari 2026
melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima.
Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan.
Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi.
Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi — sebab Lot itu diam di Sodom.
Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.
Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.
Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.
Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya.
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 21 Januari 2026
Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.”
Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: “Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:
Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.
Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing.”
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Januari 2026
Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan kepada orang-orang Farisi sebuah pertanyaan: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat?” Namun, mereka semua diam.
Orang-orang Farisi memang sangat menghormati hari Sabat. Oleh karena itu, semua pekerjaan dilarang untuk dilakukan pada hari itu, termasuk tindakan menyembuhkan. Namun, Yesus tetap menyembuhkan tangan orang yang sakit pada hari itu. Ia lebih memilih menyelamatkan orang dibandingkan harus taat semu pada aturan.
Dengan itu, Yesus hendak menegaskan bahwa yang paling utama adalah menghormati dan menghargai manusia di atas aturan. Nilai cinta kasih melebihi rumusan ketat dan baku dalam aturan-aturan, apalagi jika itu menyangkut keselamatan sesama.
Melalui tindakan penyembuhan pada hari Sabat itu, Yesus memperlihatkan secara konkret bahwa tindakan mengasihi berada di atas segalanya. Keselamatan orang lain tidak bisa kita tunda dan batalkan hanya karena arahan aturan dan hukum tertentu.
Hari ini kita memperingati Santa Agnes, perawan dan martir. Demi cintanya kepada Allah, ia rela menolak banyak pria yang ingin menikahinya. Dengan tegas ia mengungkapkan, “Saya sudah dijanjikan kepada Tuhan Semesta Alam.
Dia lebih indah dari matahari dan bintang-bintang, dan Dia telah mengatakan bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkanku!” Santa Agnes adalah teladan dalam hal menjunjung tinggi nilai kasih Allah di atas segalanya. Darinya kita diajarkan perihal mencintai nilai kasih yang luhur, daripada mendekatkan diri pada hal-hal lahiriah.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 21 Januari 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan hati yang hening dan terbuka. Sabda yang kita dengar mengajak kita menata kembali cara memandang aturan dan kasih. Semoga kita berani memilih kebaikan yang menyelamatkan manusia, serta membiarkan cinta kasih menjadi dasar setiap keputusan dan tindakan hidup kita.
Ya Yesus, Guru yang penuh belas kasih, terima kasih atas teladan yang mengutamakan keselamatan manusia di atas kekakuan aturan. Bentuklah hati kami agar peka terhadap penderitaan sesama dan berani berbuat baik pada saat yang tepat, tanpa menunda kasih demi kenyamanan atau pembenaran diri.
Anugerahkanlah kebijaksanaan agar kami mampu memahami kehendak-Mu secara utuh. Jauhkan kami dari sikap menghakimi dan ketaatan semu. Semoga setiap aturan yang kami jalani sungguh menjadi sarana kehidupan, pengharapan, dan pemulihan bagi banyak orang.
Kuatkanlah kami untuk mencintai nilai-nilai ilahi lebih dari godaan duniawi. Ajarlah kami setia pada kasih yang murni, berani memilih kebenaran, dan teguh menghidupi iman dalam setiap situasi hidup. Amin.
.
Ya Tuhan, semoga daya Roh-Mu memampukan kami untuk selalu menempatkan cinta kasih Kristus di atas segalanya. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 20 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





