Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Mei 2026

Renungan Harian Hari Ini 20 Mei 2026, Bacaan Injil Yohanes 17:11b-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kis. 20:28-38; Mazmur: Mzm 68:29-30.33-35a.35b-36c; PEKAN VII PASKAH (P); St.Bernardinus dr Siena; B.Yosefa; H.Stenmans;

Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
 
Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
 
Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
 
Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
 
Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
 
Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga.
 
Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
 
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”
 
Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua.
 
Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia.
 
Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

.

Demi bait-Mu di Yerusalem, raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu.
 
Hardiklah binatang-binatang di teberau, kawanan orang-orang kuat, penguasa-penguasa bangsa-bangsa! Injaklah mereka yang mengejar perak; serakkanlah bangsa-bangsa yang suka berperang!

bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara-Nya, suara-Nya yang dahsyat!
 
Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan.
 
Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah!

.

Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
 
Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
 
Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
 
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
 
Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
 
Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
 
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
 
Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
 
dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.

.

Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar.
 
Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami.
 
Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya.
 
Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus.
 
Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia.
 
Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu.
 
Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
 
Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
 
Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya:
 
“Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Mei 2026

Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.
 
Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.
 
Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.

Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin “Timur Laut”.
 
Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.
 
Kemudian kami hanyut sampai ke pantai sebuah pulau kecil bernama Kauda, dan di situ dengan susah payah kami dapat menguasai sekoci kapal itu.
 
Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja.
 
Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.
 
Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri.
 
Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

.

renungan harian hari ini

Dua bacaan hari ini melanjutkan narasi hari-hari sebelumnya: perpisahan Paulus dengan para penatua di Efesus, serta doa Yesus kepada Bapa menjelang sengsara dan wafat-Nya.

Dalam Bacaan Pertama, Paulus tidak hanya berpamitan, tetapi juga memperingatkan dengan kasih, “Sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.”

la tahu bahwa menggembalakan umat bukan perkara mudah; perlu kewaspadaan, kerendahan hati, dan keberanian. Namun, Paulus tidak menggantungkan harapan pada dirinya sendiri. la menyerahkan jemaat kepada Allah dan firman kasih karunia-Nya, sumber sejati kekuatan dan pertumbuhan iman.

Dalam Injil, Yesus menaikkan doa-Nya kepada Bapa. la tahu para murid akan menghadapi dunia yang tidak selalu bersahabat. Maka, la tidak berdoa agar mereka dijauhkan dari dunia, tetapi agar mereka dilindungi dari yang jahat.

Dunia bukan tempat untuk dihindari, tetapi ladang misi yang harus dijangkau. “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran: firman-Mu itulah kebenaran.”

Yesus mengutus para murid, dan juga kita hari ini, untuk menjadi terang di tengah dunia, bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan perlindungan Allah dan kekudusan yang lahir dari hidup dalam kebenaran firman-Nya.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang diteguhkan untuk tetap setia di tengah dunia yang penuh tantangan. Tuhan tidak memanggil kita untuk lari dari dunia, melainkan hadir membawa terang dan kasih-Nya. Dalam perlindungan dan firman-Nya, kita menemukan kekuatan untuk terus berjalan.

Ya Bapa, jagalah hati dan hidup kami dari segala hal yang menjauhkan kami dari kasih dan kebenaran-Mu. Saat kami menghadapi godaan, kebingungan, dan kelemahan, kuatkanlah iman kami agar tetap teguh. Semoga firman-Mu menjadi terang yang menuntun setiap langkah kehidupan kami.

Ajarlah kami menjadi saksi kasih-Mu di tengah dunia dengan kerendahan hati dan keberanian. Mampukan kami menghadirkan damai, pengharapan, dan penghiburan bagi sesama, terutama bagi mereka yang sedang terluka dan kehilangan arah hidup.

Kuduskanlah hidup kami dalam kebenaran-Mu agar setiap perkataan, sikap, dan tindakan kami memuliakan nama-Mu. Pakailah kami sebagai alat kasih-Mu di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang merasakan terang dan kehadiran-Mu. Amin.

.

Ya Tuhan, kuduskanlah kami dalam kebenaran, dan kuatkanlah kami agar tetap setia menjadi saksi-Mu di tengah dunia ini. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 19 Mei 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 0   +   2   =