Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Januari 2026

Renungan Harian Hari Ini 20 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 2:23-28 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Sam. 16:1-13 Mazmur: Mzm. 89:20.21-22.27-28; PEKAN BIASA II (H) Hari Ke-3 Pekan Doa Sedunia; St.Fabianus, Mrt (M); St.sebastianus, Mrt.B.Angelo Paoli; B.Cyprianus M.Tansi; St.Yohanes Pembaptis dr Tiqueie;

Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”
 
Tetapi Samuel berkata: “Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.” Firman TUHAN: “Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN.
 
Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.”
 
Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?”
 
Jawabnya: “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini.” Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.
 
Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.”

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Januari 2026

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
 
Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: “Orang ini pun tidak dipilih TUHAN.”
 
Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: “Orang ini pun tidak dipilih TUHAN.”
 
Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.”
 
Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.”
 
Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”
 
Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

.

Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,
 
maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
 
Musuh tidak akan menyergapnya, dan orang curang tidak akan menindasnya.

Aku pun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.
 
Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia.

.

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
 
Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
 
Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
 
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
 
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
 
jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

.

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
 
Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
 
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
 
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
 
Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.
 
Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu.
 
Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Januari 2026

Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.

Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.
 
Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,
 
ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.
 
Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.
 
Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.
 
Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.
 
Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
 
Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 20 Januari 2026

Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —
 
Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
 
Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
 
Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.
 
Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
 
sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
 
Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga.
 
Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”
 
Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

.

renungan harian hari ini

Injil hari ini berkisah tentang para murid Yesus yang memetik bulir gandum pada hari Sabat, sesuatu yang sebetulnya dilarang hukum Taurat. Namun, Yesus justru menegaskan nilai penting manusia di atas segala aturan. Aturan patut ditaati dan ditepati jika berorientasi pada kebaikan manusia.

Yesus menegur orang-orang Farisi karena lebih berfokus pada aturan beserta larangan- larangannya dan malah mengabaikan maksud Tuhan. Seharusnya, hari Sabat membawa sukacita keselamatan bagi orang banyak yang menjalankannya, bukan malah membelenggu niat baik manusia. Yesus mengatakan bahwa Anak Manusia adalah Tuan atas hari Sabat.

Pemahaman kita akan aturan sering kali berpengaruh pada cara kita dalam menerapkan nilai-nilai di tengah masyarakat. Yesus mengarahkan cara berpikir kita untuk menjunjung tinggi nilai kasih di atas hukum yang tampaknya membuat manusia terkungkung dalam ketatnya aturan baku.

Kepada kita Yesus menegaskan bahwa cinta kasih itu melampaui hukum, dan karena itu, dalam praktik-praktik hidup sehari-hari, jangan sampai niat baik orang terhalangi oleh aturan yang serba ketat, tetapi nirmakna.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang tenang dan terbuka. Kita diajak membiarkan sabda hari ini menata kembali cara berpikir dan bersikap. Semoga kita belajar menimbang aturan hidup dengan terang kasih, agar setiap keputusan dan tindakan sungguh menghadirkan kebaikan dan kehidupan bagi sesama.

Ya Yesus, terima kasih atas pengajaran yang memerdekakan hati kami. Tanamkanlah kebijaksanaan agar kami mampu menempatkan hukum sebagai sarana kasih, bukan sebagai beban yang melumpuhkan niat baik. Bimbinglah langkah kami supaya selalu berpihak pada kehidupan dan martabat manusia.

Sucikanlah cara pandang kami terhadap aturan dan kewajiban. Ajarlah kami memahami kehendak-Mu yang sejati, agar setiap ketaatan lahir dari cinta yang tulus. Semoga hati kami tidak kaku oleh formalitas, melainkan peka terhadap kebutuhan dan penderitaan sesama.

Bentuklah kami menjadi pribadi yang menghidupi hukum cinta dalam keseharian. Semoga dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat, kami mampu menghadirkan sukacita, pengertian, dan pembebasan. Jadikan hidup kami kesaksian bahwa kasih selalu lebih besar daripada sekadar aturan. Amin.

.

Ya Tuhan, dengan rahmat-Mu buatlah kami setia pada nilai-nilai kasih-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here