Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 2 Oktober 2026

Renungan Harian Hari Ini 2 Oktober 2026, Bacaan Injil Matius 18:1-5.10 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 23:20-23a; Mazmur: 91:1-2.3-4.5-6.10-11; R: 11; PEKAN BIASA XXVI Pw Para Malaikat Pelindung (P);

“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.
 
Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.
 
Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.
 
Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.

.

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
 
akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
 
Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.
 
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
 
Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
 
terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
 
sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

.

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
 
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
 
lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
 
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
 
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

.

Lalu Holofernes mempersilakan mengantar Yudit ke tempat perkakas peraknya disimpan. Disuruhnya sajikan kepadanya dari hidangan-hidangannya sendiri dan beri minum dari air anggurnya sendiri.
 
Tetapi berkatalah Yudit kepadanya: “Hamba tidak boleh makan dari padanya, nanti hamba menjadi batu sandungan. Apa yang hamba bawakan memadai hamba.”
 
Lalu kata Holofernes kepadanya: “Kalau nanti persediaan yang ada padamu itu sudah habis, dari mana gerangan dapat kami berikan yang sama kepadamu? Sebab pada kami tiada seorangpun dari bangsamu.”
 
Sahut Yudit kepadanya: “Demi tuan hidup, ya tuanku, sahaya ini tidak akan menghabiskan persediaan yang ada pada hamba ini, sebelum dengan perantaraan hamba ini Tuhan lakukan apa yang telah direncanakan-Nya.”
 
Kemudian Yudit diantar oleh para pejabat Holofernes masuk ke dalam kemah dan tidurlah ia hingga tengah malam. Pada waktu jaga pagi ia bangun.
 
Lalu disuruhnya katakan kepada Holofernes: “Sudilah tuanku memerintahkan, supaya sahaya ini dibiarkan keluar untuk bersembahyang.”
 
Holofernespun lalu memerintahkan kepada pengawal pribadinya, perkemahan dan tiap-tiap malam keluarlah ia ke jurang Betulia dan mandi di sumber dekat pada pos penjagaan.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 2 Oktober 2026

Setelah naik kembali berdoalah ia kepada Tuhan, Allah Israel, semoga Ia meratakan jalan-Nya guna kemuliaan orang-orang umat-Nya.
 
Setelah bersuci Yudit kembali dan tinggal di kemahnya hingga di petang hari dibawakan rezekinya.
 
Maka terjadilah pada hari keempat Holofernes mengadakan perjamuan minum-minum untuk para hambanya semata-mata. Dari antara para pegawai lainnya tidak seorang juapun diundang olehnya.
 
Berkatalah Holofernes kepada sida-sida Bagoas, pengurus keperluan pribadinya: “Pergilah dan ajaklah perempuan Ibrani yang ada padamu itu untuk datang kepada kami dan makan minum bersama dengan kami.
 
Sebab sungguh memalukan bagi kami apabila kami membiarkan perempuan serupa itu pergi tanpa beramah-tamah dengannya. Kalau kami tidak berhasil membujuk dia, niscaya kami akan ditertawakan.”
 
Bagoaspun lalu pergi dari hadapan Holofernes. Datanglah ia kepada Yudit dan berkata: “Si cantik kiranya tidaklah ayal menghadap tuanku untuk mendapat kehormatan dari padanya dan minum-minum air anggur dan beriang-riang bersama dengan kami lalu pada hari ini juga menjadi seperti anak perempuan Asyur yang tinggal di istana Nebukadnezar.”
 
Sahut Yudit: “Siapa gerangan aku ini sampai menentang tuanku? Bahkan bergegas-gegas hendak kuperbuat apa saja yang dipandang baik olehnya. Hal sedemikian itu akan menjadi sukacita bagiku hingga saat ajalku.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 2 Oktober 2026

Maka bangkitlah ia lalu berdandan dengan kainnya serta segala perhiasan perempuan. Dalam pada itu dayangnya pergi membentangkan untuk Yudit permadani berbulu – yang telah diperolehnya dari Bagoas guna keperluan sehari untuk berbaring atasnya sambil makan — di tanah di hadapan Holofernes.
 
Kemudian Yudit masuk ke dalam dan mengambil tempat. Adapun hati Holofernes terpesona kepada Yudit dan bergeloralah nafsu berahinya. Ia ingin sekali bersatu dengannya. Memang sejak hari Yudit dilihatnya ia menunggu kesempatan untuk membujuknya.
 
Berkatalah ia kepada Yudit: “Minumlah dan bersuka-sukalah bersama-sama dengan kami.”
 
Sahut Yudit: “Hamba mau minum, tuanku, sebab hari hidup hamba ini lebih menyenangkan dari semua hari lain seumur hidup hamba.”
 
Lalu Yudit mengambil apa yang disediakan sahayanya dan makan minum di hadapan Holofernes.
 
Holofernes bergembira atas Yudit dan minum amat banyak air anggur. Bahkan sebanyak itu belum pernah diminumnya pada satu hari sepanjang seluruh umur hidupnya.

Ketika hari sudah jauh malam para hamba bergegas-gegas pergi dari situ. Kemah itu ditutup dari luar oleh Bagoas, yang juga menyingkirkan para hadirin dari hadapan tuannya. Pergilah mereka semua ke tempat tidurnya, sebab mereka sekalian sudah lelah oleh karena jamuan minum itu lama berlangsung.
 
Adapun Yudit ditinggalkan seorang diri di kemah itu sementara Holofernes rebah tengkurap di pembaringannya. Sebab termandamlah ia karena anggur.

.

renungan harian hari ini

Seorang anak dari tuan besar atau pejabat penting biasanya selalu dikawal oleh body guard atau ajudan utusan orang tuanya. Hal ini dilakukan karena sang anak amat disayangi oleh orang tuanya yang adalah orang besar itu.

Kita pun sangat dicintai oleh Allah, Bapa kita. Maka, la mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk kita masing-masing agar kita selalu terlindungi dari berbagai hal jahat sekaligus dari kecenderungan atau dorongan-dorongan untuk berbuat jahat.

Kehadiran para malaikat mungkin tak pernah kita sadari, karena mereka memang tak terlihat. Namun, sesungguhnya, pekerjaannya amat nyata. Mereka bekerja secara spiritual dalam hidup kita sehingga kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, hidup dalam kebijaksanaan, menjauhi dosa, selalu mencari Allah, dan sebagainya.

Para malaikat itu sendiri adalah makhluk rohani yang kekal, diciptakan Allah dengan akal budi dan kehendak bebas, yang dengan keunggulan kodratnya dapat menolong manusia.

Dalam Injil hari ini, Yesus menekankan soal menjadi seperti seorang anak kecil. Salah satu ciri anak kecil ialah selalu mengandalkan pertolongan orang tuanya atau orang dewasa lainnya.

Kelemahan atau ketidakberdayaan ini justru menjadi keutamaan dalam konteks hidup beriman. Menjadi seperti anak kecil berarti menyadari ketidakberdayaan kita sehingga kita dapat selalu mengandalkan pertolongan Tuhan.

Salah satu cara atau sarana yang paling efektif bagi Allah untuk menolong manusia adalah melalui para malaikat-Nya. Gereja mengajarkan bahwa “sejak masa anak-anak sampai kita mati nanti, malaikat-malaikat mengelilingi hidup kita dengan perlindungan dan doa-doa permohonan” (KGK 336).

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan hati yang sederhana dan penuh kepercayaan. Kita tidak selalu mampu melihat pertolongan Allah, tetapi bukan berarti kita berjalan sendirian. Semoga kesadaran akan kasih dan perlindungan-Nya menolong kita untuk rendah hati, waspada terhadap dosa, serta berani mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Ya Bapa, terima kasih atas kasih-Mu yang selalu menyertai perjalanan hidup kami. Ketika kami merasa lemah, takut, atau menghadapi godaan, ingatkan kami bahwa kami tidak pernah berjalan sendirian. Melalui para malaikat-Mu dan berbagai cara yang sering tidak kami sadari, bantulah kami mengenali yang baik, menjauhi dosa, dan tetap dekat dengan-Mu.

Ajarlah kami memiliki hati seperti anak kecil yang sederhana dan percaya. Jauhkan kami dari kesombongan yang membuat kami merasa mampu menjalani semuanya sendiri. Ketika kami menghadapi pilihan yang sulit, berilah kami kerendahan hati untuk meminta pertolongan, mendengarkan suara hati yang benar, dan mengikuti jalan yang membawa kami kepada kebaikan.

Sertailah kami melalui perlindungan para malaikat-Mu dalam setiap perjalanan hidup. Jagalah keluarga kami, pekerjaan kami, langkah dan keputusan kami dari berbagai bahaya yang mengancam. Semoga kami juga semakin peka terhadap tuntunan-Mu, sehingga dengan hati yang percaya kami mampu menjalani hari demi hari dalam kasih, kebijaksanaan, dan kesetiaan. Amin.

.                              

Tuhan, kami bersyukur atas malaikat-malaikat-Mu yang Engkau utus untuk melindungi kami setiap waktu. Semoga kami pun dapat menjadi pelindung bagi sesama kami, khususnya yang tak berdaya untuk melindungi diri mereka sendiri. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 1 Oktober 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 9   +   2   =