Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 2 Maret 2026

Renungan Harian Hari Ini 2 Maret 2026, Bacaan Injil Lukas 6:36-38 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Dan. 9:4b-10; Mazmur: 79:8.9.11.13; PEKAN II PRAPASKAH (U); St.Agnes dari Praha;

Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: “Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu,

dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri.

Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.

Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau.

Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia,

dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

.

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!

Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.

.

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

.

Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,

dan mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?

Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”

Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 2 Maret 2026

Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.

Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.”

Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.

Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka — segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda — sampai ke tengah-tengah laut.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 2 Maret 2026

Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.

Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab TUHANlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir.”

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda.”

Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.

Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka.

Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.

Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

.

renungan harian hari ini

Setiap tahun, hampir semua majalah dan koran terkenal dengan reputasi tinggi memilih seorang tokoh menjadi “man/woman of the year”. Yang dipilih biasanya tokoh terkenal dan memiliki keunggulan luar biasa dalam bidang tertentu.

Dia layak untuk menjadi tokoh dan layak menjadi teladan. Dalam konteks pemilihan tahunan seperti ini, sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah, seorang tokoh terpilih dua kali, apalagi sampai berkali-kali. Seseorang hanya terpilih satu kali untuk satu tahun tertentu. Dari tahun ke tahun selalu muncul tokoh baru.

Injil hari ini berbicara tentang Allah yang menjadi model kemurahan hati. “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” Allah adalah wajah belas kasih, wajah murah hati yang paling sempurna.

Menjadi murah hati seperti Bapa adalah panggilan luhur yang melampaui sekadar berbuat baik. Ini adalah cara hidup yang mencerminkan hati Allah sendiri, yaitu penuh kasih, tidak cepat menghakimi, dan selalu terbuka untuk mengampuni.

Murah hati seperti Bapa bukan ajakan yang ringan. Lebih mudah bagi kita untuk menilai dan memberi label pada sesama daripada memahami dan mengampuni.

Dalam relasi dengan sesama, kemurahan hati adalah benang emas yang menjahit luka, mempererat persaudaraan, dan membangun jembatan penghubung. Murah hati seperti Bapa berarti menerima orang lain apa adanya,

sabar dalam menghadapi kekurangan mereka, dan memberi bukan karena pantas, melainkan karena kita sendiri telah menerima anugerah yang tidak ternilai. Allah, Bapa kita adalah model, teladan abadi kemurahan hati.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang tenang dan terbuka. Kita telah diingatkan bahwa kemurahan hati bukan sekadar tindakan sesaat, melainkan jalan hidup yang meneladan kasih Allah sendiri. Semoga permenungan ini menumbuhkan kerinduan untuk semakin mengasihi dan mengampuni dalam keseharian kita.

Ya Bapa, ajarlah kami memiliki hati yang lembut dan penuh belas kasih seperti hati-Mu. Ketika kami mudah menghakimi dan sulit memahami orang lain, ingatkanlah kami akan kasih yang lebih dahulu kami terima. Bentuklah sikap hidup yang sabar, tulus, dan murah hati dalam setiap relasi yang kami jalani.

Tuntunlah langkah kami agar tidak hanya pandai berkata baik, tetapi sungguh menghadirkan kasih dalam tindakan nyata. Mampukan kami mengampuni saat terluka, memahami saat disalahpahami, dan tetap berbuat baik meski tidak selalu dihargai, sehingga hidup kami menjadi kesaksian kasih yang hidup.

Jadikanlah kami pembawa damai di tengah dunia yang mudah menghakimi dan memecah belah. Semoga melalui sikap murah hati, banyak hati yang dipulihkan dan persaudaraan semakin bertumbuh. Biarlah hidup kami mencerminkan kasih-Mu yang tanpa batas, hari ini dan sepanjang hidup kami. Amin.

.

Ya Bapa Yang Murah Hati, ajari dan mampukanlah kami untuk bermurah hati seperti Engkau. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   8   =