Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Maret 2026

Renungan Harian Hari Ini 19 Maret 2026, Pembacaan Injil Mat 1:16.18-21.24a (Luk 2:41-51a) (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: 2Sam 7:4-5a.12-14a.16; Mazmur: 89:2-3.4-5.27.29; Pembacaan II: Rm 4:13.16-18.22; PEKAN IV PRAPASKAH HR St.Yosef, Suami Maria (P);

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:
 
“Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
 
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
 
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

.

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
 
Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
 
Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.” S e l a
 
Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.

Aku pun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.

Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.

.

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, —
 
seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
 
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

.

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
 
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
 
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
 
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
 
Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
 
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
 
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
 
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.
 
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
 
Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.
 
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Injil 19 Maret 2026

Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.
 
Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
 
Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.
 
Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.
 
Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
 
Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.
 
Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.
 
Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

.

renungan harian hari ini

Kisah Yusuf, suami Maria, adalah teladan luar biasa tentang ketaatan, kesetiaan, dan keberanian dalam menghadapi misteri Ilahi. Ia bukan figuran dalam kisah kelahiran Yesus, melainkan penjaga yang setia dari Keluarga Kudus.

Yusuf adalah seorang tukang kayu yang bertunangan dengan Maria. Ketika mengetahui bahwa Maria mengandung sebelum mereka hidup sebagai suami istri, ia menghadapi dilema besar. Namun, karena ia adalah seorang yang benar, ia berniat menceraikannya secara diam-diam agar tidak mempermalukan Maria di depan umum.

Dalam mimpi, malaikat Tuhan menampakkan diri dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” Yusuf pun taat. Ia mengambil Maria sebagai istrinya dan menerima tugas Ilahi untuk menjadi ayah bagi Yesus.

Yusuf melindungi Maria dan Yesus dari ancaman Raja Herodes dengan membawa mereka mengungsi ke Mesir. Ia bekerja keras, hidup dalam kesederhanaan, dan membesarkan Yesus dalam iman dan kasih. Meskipun tidak banyak kata-kata Yusuf yang tercatat, tindakannya berbicara lantang tentang iman yang hidup dan tangguh.

Yusuf adalah teladan kesetiaan iman dan kepatuhan pada rencana Ilahi. Ia mengajarkan kepada kita bahwa menjadi besar di mata Tuhan bukan soal popularitas, melainkan soal kesetiaan dan ketaatan pada kehendak Allah.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan meneladani hati Santo Yusuf. Dalam kesunyian hidupnya, ia menunjukkan iman yang taat dan setia pada rencana Tuhan. Semoga kita pun belajar mempercayakan hidup kepada kehendak Allah dan menjalani panggilan kita dengan kesederhanaan, keberanian, serta kasih yang tulus.

Ya Bapa, kami bersyukur atas teladan Santo Yusuf yang setia menjalani kehendak-Mu meskipun tidak selalu mudah dipahami. Tanamkanlah dalam hati kami kerendahan hati dan keberanian untuk mengikuti rencana-Mu dalam hidup kami, sekalipun jalan yang harus ditempuh penuh misteri dan tantangan.

Engkau bertumbuh dalam keluarga yang dijaga dengan kasih oleh Santo Yusuf. Bantulah kami meneladani kesetiaan dan tanggung jawabnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kami mampu menjalani tugas dan panggilan hidup dengan setia, menghadirkan kasih dan perlindungan bagi orang-orang yang dipercayakan kepada kami.

Bimbinglah langkah hidup kami agar selalu terbuka pada kehendak-Mu. Semoga dalam kesederhanaan hidup, kami tetap setia melakukan yang baik, bekerja dengan tulus, dan menjaga iman dalam keluarga serta komunitas kami. Jadikanlah hidup kami kesaksian akan kasih dan penyelenggaraan-Mu. Amin.

.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk meneladan Santo Yusuf, yaitu selalu taat dan setia pada kehendak-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 Maret 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 1   +   3   =