Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 2:18-22 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 1Sam. 15:16-23; Mazmur: Mzm. 50:8-9; 16bc-17.21.23; PEKAN BIASA II (H); Hari Ke-2 Pekan Doa Sedunia; St.Yoh.Ogilvie; St.Stefanus Pongracz & St.Melkhior Grodziecki; St.Markus Krizevci; B.lgn.de Azevedo; St.Yak.Sales; B.William Saultemouche;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Januari 2026
Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya: “Katakanlah.”
Sesudah itu berkatalah Samuel: “Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?”
Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.”
Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Januari 2026
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,
Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2026
Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Januari 2026
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Januari 2026
Inilah keturunan Sem. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu.
Sem masih hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Setelah Arpakhsad hidup tiga puluh lima tahun, ia memperanakkan Selah.
Arpakhsad masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Selah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Setelah Selah hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Eber.
Selah masih hidup empat ratus tiga tahun, setelah ia memperanakkan Eber, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Setelah Eber hidup tiga puluh empat tahun, ia memperanakkan Peleg.
Eber masih hidup empat ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Peleg, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Setelah Peleg hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Rehu.
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 19 Januari 2026
Peleg masih hidup dua ratus sembilan tahun, setelah ia memperanakkan Rehu, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Setelah Rehu hidup tiga puluh dua tahun, ia memperanakkan Serug.
Rehu masih hidup dua ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Serug, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Setelah Serug hidup tiga puluh tahun, ia memperanakkan Nahor.
Serug masih hidup dua ratus tahun, setelah ia memperanakkan Nahor, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Setelah Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, ia memperanakkan Terah.
Nahor masih hidup seratus sembilan belas tahun, setelah ia memperanakkan Terah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Januari 2026
Tiga kewajiban agama Yahudi selain berdoa dan sedekah adalah berpuasa. Mereka beranggapan bahwa berpuasa merupakan tindakan kesalehan untuk menyenangkan Tuhan dan menaklukkan kedagingan. Laku kesalehan ini juga menjadi sorotan Yesus dalam pengajaran-Nya.
Ia mengoreksi motivasi dasariah kaum Farisi yang menjadikan laku kesalehan hanya untuk dipamerkan. Bagi Yesus, ketaatan pada hukum memang penting tetapi mesti juga didasari oleh niat yang tulus dan murni sehingga tidak menjadi sekadar formalisme dan ajang untuk memamerkan kesalehan.
Hal berpuasa ini juga menjadi kebajikan Kristiani kita. Praktik puasa membantu kita untuk memaknai setiap peristiwa hidup dan mencari apa yang dikehendaki Allah, bukan kehendak daging kita.
Dengan berpuasa, kita dapat menundukkan keinginan kita dan mendahulukan kehendak Allah atas apa yang kita rencanakan. Yesus mengajak kita agar setiap ibadah, termasuk puasa, harus dijalani dengan penuh sukacita dan tulus.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 19 Januari 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang jujur dan terbuka. Kita diajak memeriksa kembali motivasi di balik setiap laku iman yang dijalani. Semoga sabda hari ini kita simpan dalam keheningan, direnungkan dengan sabar, agar puasa, doa, dan setiap pengorbanan sungguh memurnikan hati dan membarui hidup.
Ya Bapa, terima kasih atas ajaran yang memurnikan niat dan mengarahkan hidup kepada kebenaran. Anugerahkanlah hati yang sederhana agar setiap laku kesalehan dijalani bukan untuk dilihat orang lain, melainkan sebagai ungkapan kasih dan ketaatan yang tulus kepada kehendak-Mu dalam kehidupan sehari-hari.
Engkau mengajarkan puasa yang membebaskan dan membawa sukacita. Bimbinglah kami agar mampu menundukkan keinginan diri, mengendalikan hawa nafsu, serta semakin peka mendengarkan suara Allah. Semoga puasa menumbuhkan solidaritas, empati, dan kepekaan terhadap sesama yang berkekurangan.
Melalui latihan rohani yang setia dan penuh makna, kuatkanlah langkah kami untuk selalu mendahulukan kehendak-Mu daripada rencana pribadi. Jadikan setiap ibadah sebagai jalan pertobatan yang membarui batin, memurnikan niat, dan menghadirkan damai bagi diri sendiri serta lingkungan sekitar. Amin.
.
Ya Tuhan, penuhilah kami dengan Roh-Mu agar kami semakin taat pada ajaran-Mu dan tulus dalam mengikuti kehendak-Mu serta mampu mengalahkan ego kami sendiri. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





