Renungan Harian Hari Ini 17 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 2:13-17 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 1Sam 9:14.17-19, 10:1a; Mazmur: Mzm. 21:2-3.4-5.6-7; PEKAN BIASA I; Pw St.Antonius, Abas (P);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 Januari 2026
Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada.
Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.
Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: “Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.”
Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.
Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku.”
Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: “Maaf, di mana rumah pelihat itu?”
Jawab Samuel kepada Saul, katanya: “Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu.
Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 Januari 2026
TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu!
Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. S e l a
Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.
Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.
Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya.
Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 17 Januari 2026
Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 Januari 2026
Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.
Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,
dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.
Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.
Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.
Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 Januari 2026
Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.
Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.
Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;
menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.
Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.
Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.
Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 17 Januari 2026
“Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;
segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”
Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.
Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu.
Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 Januari 2026
Yesus mengajak Lewi anak Alfeus untuk mengikut-Nya. Dia makan di rumah Lewi bersama banyak pemungut cukai dan orang berdosa. Aksi Yesus ini mempertegas ciri pewartaan-Nya yang mau menyelamatkan, terutama orang-orang yang dianggap berdosa dan disingkirkan dalam masyarakat.
Yesus tidak menghakimi mereka sebagaimana yang ditunjukkan oleh orang Farisi dan ahli Taurat. Karena misi luhur-Nya ini, seorang Lewi pun dengan yakin mengikuti Yesus. Panggilan Yesus itu mentransformasi hidupnya.
Perjumpaan dengan Yesus merupakan momen rahmat yang transformatif. Kita pasti mempunyai pengalamanan disapa dan dipanggil oleh-Nya dalam setiap pergumulan hidup kita masing-masing.
Santo Antonius yang kita peringati hari ini merupakan seorang yang sudah mengalami transformasi radikal dalam hidupnya setelah mengalami dan menanggapi panggilan Allah. Ia lahir dalam keluarga kaya di Mesir dan kehilangan kedua orang tuanya ketika ia baru berusia sekitar dua puluh tahun.
Dan Ia kemudian memilih untuk meninggalkan kemuliaan duniawi, hidup di padang gurun dan mengabdikan hidupnya dalam pengasingan untuk berdoa dan berkontemplasi. Ia makin dekat dengan Allah dalam doa dan kontemplasinya. Semoga kita pun makin tanggap terhadap peristiwa-peristiwa iman serta momen-momen rahmat dalam keseharian kita.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 17 Januari 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan hati yang tenang dan terbuka. Kita diajak menengok kembali pengalaman-pengalaman ketika disapa dan diterima apa adanya. Biarlah kisah panggilan Lewi dan teladan Santo Antonius kita simpan dalam keheningan, agar sabda ini berbuah dalam cara hidup sehari-hari.
Ya Yesus, panggilan-Mu yang penuh belas kasih menyentuh hidup Lewi dan mengubah arah jalannya. Ajarlah kami mengenali suara panggilan yang sering hadir dalam peristiwa sederhana. Semoga hati kami cukup berani untuk bangkit, meninggalkan kebiasaan lama, dan melangkah mengikuti jalan keselamatan yang Kau tawarkan.
Sering kali kami merasa tidak layak dan terlalu berdosa untuk didekati. Namun melalui perjamuan bersama para pendosa, tampak bahwa kasih Allah tidak mengenal batas. Kuatkanlah kami agar tidak mudah menghakimi, melainkan belajar menerima dan merangkul sesama sebagai saudara yang sedang bertumbuh.
Teladan Santo Antonius mengingatkan bahwa rahmat mampu mentransformasi hidup secara radikal. Semoga kami pun semakin peka terhadap sentuhan rahmat dalam doa, keheningan, dan pergulatan harian. Bimbinglah langkah kami agar setia menanggapi panggilan kasih dan hidup semakin dekat dengan sumber kehidupan sejati. Amin.
.
Tuhan, datanglah selalu ke tengah-tengah kami dan buatlah kami peka untuk menjawab panggilan suci-Mu. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





