Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2025, Bacaan Injil Matius 5:33-37 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 2Kor. 5:14-21; Mazmur: 103:1-2,3-4.8-9.11-12; R:8a; PEKAN BIASA X (H) B.Gerardus; Nabi Elisa;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 Juni 2025
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 Juni 2025
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! dan Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 14 Juni 2025
Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 Juni 2025
Setelah terdengar oleh Adoni-Zedek, raja Yerusalem, bahwa Yosua telah merebut Ai dan telah menumpasnya?seperti yang dilakukannya terhadap Yerikho dan terhadap rajanya, demikianlah juga dilakukannya terhadap Ai dan terhadap rajanya?dan bahwa penduduk kota Gibeon telah mengadakan ikatan persahabatan dengan orang Israel dan diam di tengah-tengah mereka,
maka sangat takutlah orang, sebab Gibeon itu kota yang besar, seperti salah satu kota kerajaan, bahkan lebih besar dari Ai, dan semua orangnya adalah pahlawan.
Sebab itu Adoni-Zedek, raja Yerusalem, menyuruh orang kepada Hoham, raja Hebron, kepada Piream, raja Yarmut, kepada Yafia, raja Lakhis, dan kepada Debir, raja Eglon, mengatakan:
“Datanglah kepadaku dan bantulah aku, supaya kita menggempur Gibeon, karena telah mengadakan ikatan persahabatan dengan Yosua dan orang Israel.”
Lalu kelima raja orang Amori itu berkumpul dan bergerak maju: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon, mereka beserta seluruh tentara mereka. Mereka berkemah mengepung Gibeon dan berperang melawannya.
Lalu orang-orang Gibeon itu menyuruh orang kepada Yosua, ke tempat perkemahan di Gilgal, mengatakan: “Jangan menarik tanganmu dari pada hamba-hambamu ini. Datanglah dengan segera kepada kami, lepaskanlah kami dan bantulah kami, sebab semua raja orang Amori, yang diam di pegunungan, telah bergabung melawan kami.”
Lalu Yosua bergerak maju dari Gilgal, dia dan seluruh tentara yang bersama-sama dengan dia, semuanya pahlawan yang gagah perkasa.
Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.”
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 Juni 2025
Lalu Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba, setelah semalam-malaman bergerak maju dari Gilgal.
Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda.
Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang.
Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!”
Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.
Kemudian Yosua dan seluruh orang Israel yang menyertainya pulang kembali ke tempat perkemahan di Gilgal.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 Juni 2025
Menilai orang lain itu gampang: apalagi kebanyakan yang diperhatikan hanya yang jeleknya saja. Namun, apakah kita juga rela untuk ngaca dan berani mengakui kekurangan kita sendiri?
Hanya kalau kita ‘sadar diri’ dan berani mengakui kekurangan kita sendiri, kita membuka pintu untuk perubahan dan pertumbuhan. Paulus mengingatkan kita untuk menjadi ‘ciptaan baru’ dengan meninggalkan kebiasaan buruk dan menjalani hidup yang lebih baik dan benar.
Ingat, seburuk-buruknya sifat seseorang, pasti ada juga sisi baiknya. Jangan-jangan kita menilai buruk orang lain hanya karena kita iri dan dengki. Sebab itu, kita harus jujur terhadap diri sendiri, juga terhadap orang lain. Jangan hanya lihat kejelekan orang lain, akuilah juga sisi baiknya.
“Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.” Kebohongan hanya akan merusak hubungan kita dengan orang lain. Atau kalaupun di mata kita orang lain itu tidak ada baiknya sama sekali belajarlah dari Yesus. la mengajarkan kasih yang tanpa syarat.
Dia memberi kesempatan kedua kepada kita meskipun kita berdosa. Kasih ini harus juga menjadi dasar dari setiap tindakan kita. Ketika kita menerapkan kasih dalam hidup kita, kita menjadi agen rekonsiliasi dan kebenaran di dunia.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 Juni 2025
Marilah kita menutup permenungan hari ini dengan doa.
Tuhan, ajarilah kami untuk lebih dahulu melihat ke dalam hati kami sebelum menilai sesama kami. Engkau tahu betapa mudahnya kami tergoda untuk melihat kekurangan orang lain dan lupa mengoreksi diri sendiri. Berikan kami kerendahan hati untuk mengakui kelemahan kami dan kemauan untuk bertumbuh di dalam Engkau.
Engkau yang telah mengasihi kami meskipun kami jatuh dalam dosa, tuntunlah kami agar mampu menerapkan kasih yang sama kepada sesama kami. Jangan biarkan kami terjebak dalam iri hati, prasangka, atau kebohongan yang merusak. Jadikan kami pembawa damai dan saksi akan kebaikan-Mu dalam kehidupan sehari-hari.
Kami rindu menjadi ciptaan baru seperti yang dipesankan oleh Rasul Paulus. Bantulah kami meninggalkan kebiasaan buruk dan menumbuhkan kebiasaan yang baik, yang memuliakan nama-Mu. Biarlah kebenaran, kejujuran, dan kasih menjadi dasar dari setiap langkah kami. Amin.
.
Ya Tuhan Yang Maha Pengampun, ajarilah kami untuk tidak hanya menilai jelek orang lain, tetapi juga untuk mengakui dan menghargai sisi baik mereka. Bantulah kami untuk jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga kami dapat hidup dalam kebenaran dan kasih-Mu. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





