Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Januari 2026

Renungan Harian Hari Ini 13 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 1:21b-28 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Sam. 1:9-20; Mazmur: 1Sam. 2:1.4-5.6-7.8abcd; PEKAN BIASA I (H) St.Hilarius, UskPjG;

Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN,
 
dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.
 
Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.”
 
Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu;
 
dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk.
 
Lalu kata Eli kepadanya: “Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu.”

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Januari 2026

Tetapi Hana menjawab: “Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.
 
Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama.”
 
Jawab Eli: “Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya.”
 
Sesudah itu berkatalah perempuan itu: “Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu.” Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.
 
Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya.
 
Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari pada TUHAN.”

.

Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.

Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.
 
Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.
 
TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
 
TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.
 
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.

.

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
 
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
 
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
 
“Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
 
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”
 
Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
 
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
 
Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

.

Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —
 
belum ada semak apa pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apa pun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
 
tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu —
 
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
 
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
 
Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Januari 2026

Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
 
Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
 
Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
 
Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
 
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
 
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
 
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 13 Januari 2026

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
 
Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
 
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
 
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
 
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
 
Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”
 
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
 
Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

.

renungan harian hari ini

Injil hari ini mengisahkan aksi Yesus yang berhasil mengeluarkan roh jahat dari diri seseorang. Tampak sekali dalam kisah ini bahwa Yesus mempunyai kuasa yang besar untuk menghalau segala roh jahat, selain kuasa mengajar dan menjumpai para pendosa.

Itulah mengapa banyak orang takjub pada-Nya. Sebab aksi Yesus ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak biasa dan sekaligus menggambarkan bahwa kuasa roh jahat itu sangat kecil dibanding dengan kuasa Yesus.

Penginjil Markus sebenarnya mengajak kita untuk tidak hanya takjub pada Yesus, tetapi juga mau mendekatkan diri kepada-Nya. Jika kita sungguh beriman, cara paling awal yang kita lakukan adalah membangun relasi yang intens dengan Tuhan supaya kita tidak mudah takut pada kuasa-kuasa jahat yang sering kali mengganggu kenyamanan kita.

Keterpukauan orang banyak melihat kuasa Yesus hendaknya menggerakkan diri kita untuk takjub pada-Nya dan selalu mau dekat dengan-Nya. Kedekatan dengan Kristus memampukan kita untuk tidak lemah di hadapan kuasa-kuasa jahat.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening dan terbuka. Sabda hari ini mengajak kita tidak berhenti pada rasa takjub, melainkan melangkah lebih dekat dalam relasi pribadi. Renungan ini dapat mengendap bila kita meluangkan waktu diam, mengulang sabda, dan membiarkannya menyentuh ketakutan terdalam.

Ya Bapa, kami panjatkan syukur atas kehadiran Yesus yang berkuasa atas segala kegelapan. Dalam setiap pengalaman hidup yang terasa mengancam dan menakutkan, kuasa kasih-Nya selalu lebih besar. Semoga iman kami tidak hanya terpukau, tetapi sungguh bertumbuh dalam kepercayaan dan penyerahan diri yang tulus.

Di tengah dunia yang penuh kegelisahan, sering kali hati kami mudah gentar dan goyah. Mohonlah diteguhkan batin kami agar selalu memilih untuk mendekat, bukan menjauh. Dengan relasi yang semakin akrab, kiranya kami dimampukan berdiri teguh dan tidak dikuasai rasa takut.

Semoga kehidupan doa yang setia menuntun kami pada kebebasan sejati. Dalam kelekatan pada Kristus, mampukan kami mengalami damai yang memulihkan dan keberanian untuk melawan segala yang melemahkan hidup. Kiranya hidup kami menjadi kesaksian bahwa terang selalu menang atas kegelapan. Amin.

.

Ya Tuhan, arahkanlah diri kami agar selalu mau tinggal dalam naungan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here