Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Januari 2026

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2026, Bacaan Injil Markus 1:14-20 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Sam. 1:1-8; Mazmur: Mzm. 116:12-13.14.17.18-19; O PEKAN I PEKAN BIASA I (H); St.Bernardus dr Corleone; St.Aelredus; St.Antonius Maria Pucci;

Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim.
 
Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak.
 
Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas.
 
Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian.
 
Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.
 
Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya.
 
Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.
 
Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: “Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?”

.

Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
 
Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,
 
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,
 
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,
 
di pelataran rumah TUHAN, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem! Haleluya!

.

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
 
kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
 
Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
 
Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
 
Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
 
Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

.

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
 
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
 
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
 
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
 
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
 
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”
 
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
 
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
 
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Januari 2026

Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
 
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian.
 
Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
 
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
 
Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
 
dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
 
Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
 
Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
 
dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Januari 2026

Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
 
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.”
 
Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
 
Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”
 
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
 
Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian.
 
Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
 
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
 
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 12 Januari 2026

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
 
Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
 
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
 
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
 
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
 
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
 
Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —

.

renungan harian hari ini

Di Galilea, Yesus memberitakan, “Saatnya telah genap: Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada lnjil!” Pewartaan Yesus ini disambut baik oleh Simon dan Andreas saudara Simon karena mereka yang sedang menebar jala ikan di danau

kemudian memutuskan untuk menanggapi panggilan Yesus untuk menjadi penjala manusia. Begitu pula dengan Yakobus dan Yohanes yang rela meninggalkan perahu dan ayah mereka lalu pergi mengikuti Yesus.

Kerelaan Simon dan kawan-kawan untuk segera mengikuti Yesus tentu bukan tanpa dasar. Mereka menyaksikan dengan jelas “Kerajaan Allah” dalam diri Yesus yang mengajak mereka. Kesediaan mereka untuk mengikuti-Nya merupakan bagian dari jalan pertobatan yang ingin mereka lalui, sebab dari awal Yesus menyerukan pertobatan.

Jalan pertobatan itu mereka pilih terlebih dahulu dengan mendekatkan diri dengan Yesus, mengikuti-Nya dan menyebarkan kasih bagi setiap orang yang akan mereka layani.

Dalam dinamika hidup ini, kita juga tentu memiliki kesadaran tersendiri untuk memilih jalan pertobatan. Para murid yang dipanggil hari ini menunjukkan kepada kita kesaksian bahwa menjadi pengikut Yesus yang siap sedia serta rela berkorban merupakan pilihan radikal dalam pertobatan.

Kita mendekatkan diri dengan-Nya, lalu menanggalkan ego demi kebaikan sesama yang kita jumpai di rumah, Gereja dan di tengah masyarakat. Panggilan kita bermula dari pertobatan pribadi, dan kemudian berdaya transformatif bagi sesama yang kita layani.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang siap mendengar dan melangkah. Sabda hari ini mengajak kita berani menanggapi panggilan untuk bertobat dan mengikuti Yesus. Dalam keheningan, semoga kita menemukan keberanian untuk meninggalkan jala lama dan mempercayakan hidup sepenuhnya pada Injil.

Ya Bapa, syukur kami panjatkan atas panggilan kasih yang terus bergema dalam hidup kami. Melalui Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah, ditunjukkan-Nya jalan pertobatan yang nyata dan membebaskan. Semoga hati kami peka mendengar suara panggilan itu dan rela menata ulang arah hidup sesuai kehendak ilahi.

Anugerahkanlah keberanian seperti para murid pertama yang segera melangkah tanpa menunda. Ketika kenyamanan, ego, dan rasa aman mengikat, mampukan kami melepaskan semuanya demi mengikuti jalan kasih. Biarlah pertobatan pribadi menumbuhkan kesediaan berkorban bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Semoga langkah kecil kami dalam mengikuti Yesus menjadi tanda hadirnya Kerajaan Allah di sekitar kami. Dengan hidup yang sederhana, setia, dan penuh pelayanan, jadikan kami penjala manusia yang menghadirkan harapan. Kiranya kasih yang kami terima diubah menjadi kesaksian yang menguatkan sesama. Amin.

.

Ya Tuhan, semoga panggilan hidup yang kami terima dari-Mu memampukan kami untuk menjadi pentobat yang sejati. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 11 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here