Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Agustus 2026

Renungan Harian Hari Ini 12 Agustus 2026, Bacaan Injil Matius 18:15-20 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh 9:1-7; 10:18-22; Mazmur: 113:1-2.3-4.5-6; R:4b; PEKAN BIASA XIX (H) Sta.Yohana Fransiska de Chantal, Biarw;

Lalu aku mendengar Dia berseru dengan suara yang nyaring: “Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!”

Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.

Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya.

Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.”

Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: “Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.

Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

BACAAN I – Renungan Harian dan Bacaan Injil 12 Agustus 2026

Kemudian firman-Nya kepada mereka: “Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah!” Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.

Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub.

Dan kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku lihat, mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama-sama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka.

Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub.

Masing-masing mempunyai empat muka dan bagi masing-masing ada empat sayap dan di bawah sayap mereka ada yang berbentuk tangan manusia.

Kelihatannya muka mereka adalah serupa dengan muka yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke mukanya.

.

Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!

Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.

Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.

TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.

Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,

yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

.

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

Dan jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

.

“Terhadap para gembala akan bangkit murka-Ku dan terhadap kepala-kepala kawanan kambing Aku akan mengadakan pembalasan, sebab TUHAN semesta alam memperhatikan kawanan ternak-Nya, yakni kaum Yehuda, dan membuat mereka sebagai kuda keagungan-Nya dalam pertempuran.

Dari pada mereka akan muncul batu penjuru, dari pada mereka akan muncul patok kemah, dari pada mereka akan muncul busur perang, dari pada mereka akan keluar semua penguasa bersama-sama.

Maka mereka akan seperti pahlawan yang menginjak-injak musuh seakan-akan itu lumpur di jalan; mereka akan berperang, sebab TUHAN menyertai mereka, dan mereka akan membuat malu orang-orang yang mengendarai kuda.

Aku akan membuat kuat kaum Yehuda, dan Aku menyelamatkan keturunan Yusuf. Aku akan membawa mereka kembali, sebab Aku menyayangi mereka; dan keadaan mereka seakan-akan tidak pernah ditolak oleh Aku, sebab Akulah TUHAN, Allah mereka, dan Aku akan menjawab mereka.

Efraim akan seperti seorang pahlawan, hati mereka akan bersukacita seperti oleh anggur. Anak-anak mereka akan melihatnya, lalu bersukacita dan hati mereka bersorak-sorak karena TUHAN.

Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 12 Agustus 2026

Sekalipun Aku telah menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa, tetapi di tempat-tempat yang jauh mereka akan ingat kepada-Ku; mereka akan hidup bersama-sama anak-anak mereka dan mereka akan kembali.

Aku akan membawa mereka kembali dari tanah Mesir, dan dari Asyur Aku akan mengumpulkan mereka; Aku akan membawa mereka masuk ke tanah Gilead dan ke Libanon, sehingga tidak ada tempat lagi bagi mereka.

Mereka akan menyeberangi laut Mesir dan Ia akan memukul gelombang di laut, sehingga segala tempat yang dalam di sungai Nil menjadi kering. Kebanggaan Asyur akan diturunkan dan tongkat kerajaan Mesir akan lewat.

Aku akan menguatkan mereka, dan mereka akan bermegah di dalam nama TUHAN,” demikianlah firman TUHAN.

Bukalah pintu-pintumu, hai Libanon, supaya api dapat memakan pohon-pohon arasmu.

Merataplah, hai pohon sanobar, sebab sudah rebah pohon aras dan sudah dirusakkan pohon-pohon yang hebat! Merataplah, hai pohon-pohon tarbantin Basan, sebab telah rata hutan yang lebat itu!

Dengar, para gembala meratap! Sebab kemegahan mereka sudah dirusakkan. Dengar, singa-singa mengaum! Sebab sudah dirusakkan kebanggaan sungai Yordan.

.

renungan harian hari ini

Hubungan yang paling sehat bukanlah hubungan tanpa konflik, melainkan hubungan yang mampu mengelola konflik dengan komunikasi terbuka dan empati. Sebagaimana Sabda Yesus bahwa ketika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia secara pribadi.

Jika tidak mendengar, ajak satu atau dua orang lain sebagai saksi. Jika tetap menolak, barulah dibawa ke komunitas. Tujuannya bukan menghukum, melainkan memulihkan.

Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati tidak membiarkan saudara jatuh dalam dosa. Santo Fransiskus dari Sales pernah berkata, “Tegurlah dengan kasih; biarlah cintamu lebih besar daripada teguranmu.”

Dalam komunitas Gereja, sering kita tergoda untuk diam demi “damai,” atau membicarakan orang lain di belakang. Namun, kasih sejati menuntut keberanian untuk menegur langsung, bukan untuk menjatuhkan, melainkan membangun.

Yesus menjanjikan bahwa kehadiran-Nya nyata di tengah mereka yang sepakat dan bersatu dalam doa. Maka, pengampunan, rekonsiliasi, dan keterbukaan menjadi jalan untuk menghadirkan Allah di tengah kita.

Kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai – bukan dengan menghindari masalah, melainkan dengan menyelesaikannya dalam terang kasih Kristus.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan memeriksa kembali cara kita memperlakukan sesama ketika terjadi kesalahan atau konflik. Semoga kita tidak memilih diam karena takut, apalagi membicarakan orang di belakangnya. Kiranya kasih Kristus memberi kita keberanian untuk menegur dengan lembut, mendengarkan dengan tulus, dan mencari jalan menuju pemulihan.

Ya Yesus, ajarlah kami menegur dengan kasih, bukan dengan kemarahan atau keinginan untuk menghakimi. Berilah kami hati yang lembut agar mampu menyampaikan kebenaran tanpa melukai martabat sesama. Semoga setiap perkataan kami lahir dari kepedulian yang tulus dan kerinduan untuk membantu saudara bertumbuh dalam kebaikan.

Sembuhkanlah luka-luka yang muncul karena kesalahpahaman, konflik, dan perkataan yang tidak terjaga. Mampukan kami untuk berani meminta maaf, mengampuni, dan membuka kembali pintu komunikasi yang sempat tertutup. Satukanlah keluarga, komunitas, dan umat-Mu dalam semangat rekonsiliasi dan damai yang sejati.

Hadirkanlah damai-Mu di tengah setiap relasi yang sedang mengalami ketegangan. Jauhkan kami dari gosip, dendam, dan sikap merasa paling benar. Jadikanlah kami pembawa rekonsiliasi yang mampu mempertemukan hati yang berjauhan. Semoga kasih, pengampunan, dan doa bersama menghadirkan kehadiran-Mu di tengah kami. Amin.

.

Tuhan Yesus, berilah kami keberanian untuk menegur dengan kasih dan rendah hati. Bimbing kami agar mampu membangun perdamaian dalam setiap relasi. Hadirlah selalu di tengah komunitas kami yang ingin setia pada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 11 Agustus 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 2   +   10   =