Renungan Harian Hari Ini 11 Oktober 2026, Pembacaan Injil Matius 22:1-14 (Mat. 22:1-10) (baca Alkitab – klik disini)
Pembacaan I: Yes. 25:6-10a; Mazmur: 23:1-3a. 3b4.5.6; Pembacaan II: Flp. 4:12-14.19-20; O PEKAN IV PEKAN BIASA XXVIII (H);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian dan Injil 11 Oktober 2026
TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.
Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.
Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”
Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini, tetapi Moab akan diinjak-injak di tempatnya sendiri, sebagai jerami diinjak-injak dalam lobang kotoran.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 11 Oktober 2026
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang
Dan Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
.
BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 11 Oktober 2026
Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 11 Oktober 2026
Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
“Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 11 Oktober 2026
Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kepada sesamamu apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu.
Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah.
Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.
Mengapa congkak, engkau yang hanya debu dan abu, yang isi perutnya sudah memualkan selagi hidup?
Penyakit keras mengejek-ejek tabib, hari ini masih raja dan besok sudah mati!
Apabila manusia mati maka nasibnya begini: ulat, binatang buas dan cacing.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 11 Oktober 2026
Permulaan kecongkakan ialah meninggalkan Tuhan serta menjauhkan hati dari pada Penciptanya.
Sebab permulaan kecongkakan ialah dosa, dan siapa yang menyerahkan diri kepadanya menghamburkan kekejian. Itulah sebabnya maka Tuhan menyiksanya dengan hukuman-hukuman ajaib, dan meruntuhkan mereka sampai binasa seluruhnya.
Tuhan menggulingkan takhta orang kuasa, dan menempatkan orang rendah hati ganti mereka.
Akar pelbagai bangsa dicabut oleh Tuhan, dan orang-orang rendah ditanam-Nya ganti mereka.
Tuhan menjungkirbalikkan daerah pelbagai bangsa serta membasmi mereka sampai dasar-dasar bumi.
Beberapa di antaranya ditinggikan-Nya dahulu lalu dibasmi-Nya, dan kenangan akan mereka dilenyapkan-Nya dari muka bumi.
Kecongkakan tidak patut bagi manusia, dan geram yang hebat tidak serasi dengan yang lahir dari perempuan.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Injil 11 Oktober 2026
Dalam bacaan pertama hari Minggu ini digambarkan sosok Tuhan yang menyediakan suatu perjamuan dengan masakan yang berlenmak dan melindungi segala bangsa. Bacaan kedua juga menampilkan sosok Allah yang akan memenuhi segala keperluan manusia menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Sosok Tuhan semacam ini direpresentasikan pula dalam sosok raja dalam Injil hari ini (Mat. 22), yang menyediakan segala sesuatu untuk mengundang orang-orang ke dalam pesta perkawinan anaknya.
Raja merasa sedih karena orang-orang yang diundangnya tidak bersedia datang dengan berbagai macam alasan: Ada yang pergi ke ladang, ada pula yang mengurus usahanya. Bahkan, beberapa di antara mereka malah menangkap dan membunuh para hamba raja itu karena mungkin merasa amat terganggu dengan undangan yang mereka sampaikan.
Akhirnya, raja itu tidak lagi mengundang orang-orang yang semula ada dalam daftar tamu undangannya. Secara acak, ia pun mengundang siapa saja yang dijumpai di jalan, yang jahat maupun yang baik. Moralitas para tamu tak lagi diindahkan, siapa saja boleh bergabung. Akhirnya, ruang perjamuan sang raja dipenuhi oleh para tamu.
Satu-satunya hal yang masih mengganjal hati raja adalah karena ada seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Raja pun menghukum orang yang berpakaian tak pantas itu. Tindakan raja ini tidak bisa disebut jahat jika kita mengetahui bahwa pada masa itu, raja-raja telah menyediakan segala sesuatu bagi para tamunya.
Bukan hanya hidangan, melainkan juga berbagai jenis pakaian. Jika ada tamu undangan yang memilih untuk tetap tidak berpakaian pesta, itu artinya ia sungguh tidak menghargai raja. Mungkin ia sengaja mempermalukan raja atau ingin membuat suasana pesta tersebut menjadi tidak nyaman bagi hadirin lainnya. Jadi, orang ini memang sungguh patut dihukum.
Marilah kita melihat diri kita masing-masing. Telah banyak “kemurahan hati” yang kita terima dari Tuhan dan sesama kita sepanjang hidup ini. Apakah kita justru tidak tahu berterima kasih dan terus menolak kebaikan-kebaikan tersebut?
Penolakan terhadap kebaikan, dengan alasan apa pun, sebenarnya bisa dimaknai sebagai penyangkalan terhadap rahmat Ilahi. Mungkin inilah saat di mana kita menjadi seperti orang yang masuk ke dalam ruang pesta tanpa berpakaian pesta. Kita sudah diundang, disediakan pakaian untuk dikenakan, namun kita menolaknya sehingga mengecewakan Allah, Sang Raja yang mengundang kita.
Marilah kita berpakaian paling pantas sebelum menghadap Sang Raja- Allah kita – di dalam surga alias “ruang pesta”-Nya. Pakaian tersebut adalah kebaikan hati dan iman teguh, yang kita “rajut” sejak kita hidup di dunia ini.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Injil 11 Oktober 2026
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan memeriksa hati kita di hadapan Tuhan. Kita telah menerima begitu banyak rahmat, kasih, dan kesempatan untuk bertumbuh. Semoga kita tidak menyia-nyiakan undangan-Nya, tetapi mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh agar hidup kita pantas menjadi bagian dari perjamuan kasih-Nya.
Ya Bapa, kami bersyukur atas segala kemurahan hati-Mu yang senantiasa menyertai perjalanan hidup kami. Ampunilah kami ketika terlalu sibuk dengan pekerjaan, keinginan, dan urusan duniawi hingga mengabaikan panggilan-Mu. Bukalah mata hati kami agar mampu mengenali setiap rahmat yang Engkau berikan dan menerimanya dengan penuh syukur.
Kenakanlah pada diri kami pakaian iman yang teguh, kasih yang tulus, dan hati yang mau melayani. Jangan biarkan kami merasa cukup hanya karena telah menerima undangan-Mu. Bimbinglah kami untuk menghidupi Sabda-Mu melalui tindakan nyata, mengampuni dengan lapang dada, serta menghadirkan kebaikan bagi setiap orang yang kami jumpai.
Mampukanlah kami menghargai kasih yang kami terima dari-Mu dan dari sesama. Semoga hidup kami semakin dipenuhi kerendahan hati, kesetiaan, dan kepedulian, sehingga kami layak mengambil bagian dalam perjamuan abadi bersama-Mu. Sertailah kami dan keluarga kami agar setiap hari menjadi kesempatan untuk merajut iman dan kebaikan hingga akhir perjalanan hidup kami. Amin.
.
Tuhan, semoga kami tidak menjadi orang sombong yang menolak berbagai tawaran kebaikan-Mu. Semoga kami pun selalu “berpakaian pantas” saat memasuki hadirat-Mu, sebagai cara menghargai berbagai tawaran kebaikan-Mu itu. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 10 Oktober 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





