Renungan Harian Hari Ini 1 Februari 2026, Pembacaan Injil Matius 5:1-12a (baca Alkitab – klik disini)
Pembacaan I: Zef. 2:3; 3:12-13; Mazmur: Mzm. 146:1.7.8-9a.9bc-10; Pembacaan II: 1Kor. 1:26-31; O PEKAN I; PEKAN BIASA I (H); O PEKAN IV; PEKAN BIASA IV (H);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian dan Injil 1 Februari 2026
Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.
Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,
yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.”
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 Februari 2026
Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
Dan TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.
TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!
.
BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 Februari 2026
Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 Februari 2026
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Dan berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Juga berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 Februari 2026
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Dan berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Juga berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 Februari 2026
Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya : “Anakku.” Sahut Esau: “Ya, bapa.”
Berkatalah Ishak: “Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku.
Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang;
olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati.”
Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya,
berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: “Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu:
Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati.
Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.
Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya.
Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati.”
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 Februari 2026
Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: “Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin.
Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat.”
Tetapi ibunya berkata kepadanya: “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.”
Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya.
Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.
Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu.
Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya.
Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: “Bapa!” Sahut ayahnya: “Ya, anakku; siapakah engkau?”
Kata Yakub kepada ayahnya: “Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku.”
Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: “Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!” Jawabnya : “Karena TUHAN, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku.”
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 Februari 2026
Lalu kata Ishak kepada Yakub: “Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan.”
Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: “Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau.”
Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia,
tetapi ia masih bertanya: “Benarkah engkau ini anakku Esau?” Jawabnya: “Ya!”
Lalu berkatalah Ishak: “Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau.” Jadi didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum.
Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: “Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku.”
Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.
Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.”
.

Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 Februari 2026
Dalam dunia yang sering memuja kekuatan, kekayaan, dan pencitraan diri, sabda bahagia Yesus terasa begitu radikal. “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah … berbahagialah orang yang lemah lembut …” (Mat. 5:3-5).
Yesus mengundang kita untuk menempuh jalan yang berlawanan dari logika dunia. la tidak menawarkan popularitas atau kekuasaan, tetapi hati yang bersih, sikap damai, dan keberanian untuk tetap hidup benar di tengah ketidakadilan.
Nabi Zefanya menegaskan bahwa Tuhan menyisakan suatu umat yang rendah hati dan lemah (bdk. Zef. 3:12-13). Bukan mereka yang berteriak paling lantang atau punya posisi tinggi, melainkan yang hatinya terbuka dan setia mencari Tuhan.
Paulus pun mengingatkan jemaat di Korintus bahwa Allah memilih yang lemah untuk mempermalukan yang kuat, yang hina untuk meniadakan yang dianggap berarti (bdk. 1Kor. 1:27-28). Kita diajak untuk tidak membanggakan diri, tetapi membangun hidup yang berakar pada kasih dan kebenaran Allah.
Sabda Bahagia tidak hanya panggilan untuk hidup saleh secara pribadi, tetapi juga dorongan untuk membangun masyarakat yang adil, damai, dan manusiawi. Dunia kita hari ini dibanjiri oleh berita palsu, ujaran kebencian, dan budaya membuang mereka yang lemah.
Kita dipanggil menjadi “orang-orang yang membawa damai”, bukan sekadar dengan kata-kata, melainkan juga lewat tindakan konkret: menolak korupsi, menghindari diskriminasi, merawat ciptaan, serta memperjuangkan yang tertindas.
Hidup bahagia menurut Injil berarti hidup yang memberi diri bagi sesama. Ketika kita berdiri bersama yang kecil dan tersingkir, ketika kita memaafkan alih-alih membalas dendam, ketika kita memilih kebenaran meskipun itu tidak populer – di sanalah Kerajaan Allah hadir.
Semoga kita menjadi bagian dari umat yang rendah hati dan tulus, yang membawa terang Kristus dalam dunia yang gelap.
.
Doa Renungan Harian dan Injil 1 Februari 2026
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan menenangkan hati dan membuka diri di hadapan Tuhan. Dalam keheningan batin, kita membawa seluruh pergulatan hidup, harapan, dan komitmen yang lahir dari sabda hari ini, agar apa yang kita dengar tidak berhenti sebagai kata, melainkan menjadi sikap hidup yang nyata.
Ya Bapa, di tengah dunia yang sering mengagungkan kekuatan dan pencitraan, kami bersyukur atas sabda yang mengarahkan langkah pada kerendahan hati dan kelemahlembutan. Ajarlah hati ini untuk tidak mencari kemuliaan diri, melainkan setia berjalan dalam kebenaran, kasih, dan kepercayaan penuh pada penyelenggaraan-Mu.
Engkau menunjukkan jalan bahagia yang berbeda dari logika dunia. Kuatkan kami agar berani memilih damai daripada dendam, kejujuran daripada kepentingan diri, serta kesetiaan pada Injil meski harus melawan arus. Semoga hidup kami menjadi tanda hadirnya Kerajaan Allah di tengah sesama.
Sertailah Gereja dan masyarakat kami agar semakin berpihak pada yang kecil, lemah, dan tersingkir. Tumbuhkan keberanian untuk menolak ketidakadilan, merawat ciptaan, dan membangun persaudaraan sejati. Jadikan kami pembawa terang dan harapan di dunia yang terluka ini. Amin.
.
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk hidup sederhana dan setia dalam kasih-Mu agar kami layak disebut anak-anak-Mu. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





