Beranda Berita Terbaru Pesan Paus Fransiskus Memperingati Hari Orang Sakit Sedunia 2021

Pesan Paus Fransiskus Memperingati Hari Orang Sakit Sedunia 2021

618
0

Sejarah

Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1992 untuk pertama kalinya menetapkan tanggal 11 Februari sebagai Hari Orang Sakit Sedunia. Penetapan tersebut hanya berjarak satu tahun setelah Bapa Suci didiagnosa menderita penyakit Parkinson. Hari tersebut diperingati secara khusus sebagai hari doa, pertobatan dan persembahan diri secara total termasuk penderitaan dan kelemahan manusia.

Mengapa gereja memilih tanggal 11 Februari? Pada 11 Februari 1858 Bunda Maria pertama kali menampakkan diri kepada Bernadette Soubirous (sekarang St. Bernadette) di gua Masabielle, Lourdes, Perancis. Bernadette adalah seorang yang miskin dan buta huruf. Penampakan tersebut terjadi sebanyak 17 kali di sepanjang tahun yang sama. Pada penampakannya yang ke 16 tepatnya pada 25 Maret Bunda Maria menampakkan diri dan menyatakan diri-Nya sebagai “Yang Dikandung tanpa dosa”. Orang katolik diminta untuk mendoakan orang berdosa agar segera bertobat.

Hari dimana Bunda Maria menampakkan dirinya di Lourdes dipilih menjadi Hari Orang Sakit Sedunia sebab banyak peziarah dan pengunjung yang pergi ke Lourdes telah disembuhkan melalui doa-doa kepada Bunda Maria. Bunda Maria senantiasa diikutsertakan dalam permohonan akan kesembuhan dari sakit baik secara fisik maupun mental.

“Paus Fransiskus mengatakan bahwa hari orang sakit sedunia merupakan kesempatan untuk mencurahkan perhatian khusus kepada orang sakit dan kepada mereka yang memberi bantuan dan perawatan kesehatan baik dalam keluarga dan komunitas.”

Pesan Paus Fransiskus dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia 2021

Tema Hari Orang Sakit Sedunia tahun 2021 adalah “Kamu hanya memiliki satu guru dan kamu semua adalah saudara” (bdk Matius 23:8), yang menyerukan hubungan dengan dasar kepercayaan untuk merawat orang sakit. Paus Fransiskus mengawali pesannya untuk memperingati Hari Orang Sakit Sedunia dengan ungkapan “Sebuah masyarakat dianggap lebih manusiawi sejauh ia peduli kepada anggota yang paling lemah dan menderita, dalam semangat cinta dan persaudaraan”.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa hari yang rutin diperingati setiap tahun ini menjadi kesempatan bagi kita untuk peduli dan memberikan perhatian khusus untuk mereka yang sakit dan mereka yang memberi perawatan kesehatan. Terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam pesan Paus:

1. Memerangi kemunafikan

Di tahun ini Paus Fransiskus memperingatkan orang – orang Kristen tentang bahaya “penyembahan berhala” ketika iman yang dihidupi hanya menjadi kata-kata kosong karena kita sikap tidak peduli terhadap kehidupan dan kebutuhan orang lain. Tidak ada satu manusia pun yang kebal terhadap kejahatan kemunafikan, yang mencegah kita berkembang sebagai anak-anak Bapa untuk hidup dalam persaudaraan secara universal.

2. Penyakit dan iman

Penyakit yang semakin beragam saat ini membuat kita menyadari kelemahan diri dan kebutuhan akan hidup bersama orang lain. Ini menimbulkan pertanyaan tentang makna hidup kita masing-masing.

Dalam hal ini Paus mengangkat Ayub dalam Alkitab sebagai sosok yang patut diteladani. Ditinggalkan oleh istri dan teman-temannya dalam kemalangan tidak membuat Ayub gentar. Ia memilih untuk menolak kemunafikan dan memilih jalan kejujuran. Tuhan mendengar tangisan Ayub dan menegaskan bahwa penderitaannya bukanlah hukuman atau tanda ketidakpedulian Tuhan.

Orang sakit tidak selalu diartikan sebagai orang yang menderita suatu penyakit namun semua orang yang diabaikan, dikucilkan dan menjadi mangsa ketidakadilan sosial yang menyangkal hak-hak fundamental adalah orang-orang yang perlu dibantu.

Pandemi covid-19 telah menunjukkan ketidaksetaraan dalam sistem perawatan kesehatan sekaligus menunjukkan dedikasi para petugas keseatan untuk merawat mereka yang sakit. Kita sebagai anggota dari komunitas di gereja/masyarakat dipanggil untuk peduli dan mengasihi saudara-saudara kita yang lemah, menderita dan yang paling membutuhkan,

3. Solidaritas dan hubungan persaudaraan

Solidaritas persaudaraan penting untuk diwujudkan dalam berbagai bentuk. Kita dipanggil untuk mengesampingkan keinginan pribadi dan memperhatikan mereka yang paling rentan, membangun dan merasakan kedekatan dengan mereka dan membantu mereka.


Ingin melihat Pesan Paus Fransiskus dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia dalam versi lebih lengkap? Silahkan unduh disini:

Booklet Hari Orang Sakit Sedunia 2021

.

Penulis : Ch. Adiratna

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here