Beranda Berita Terbaru Perayaan Malam Paskah: Kebangkitan Kristus Menggugah Semangat Berbelarasa dan Berpengharapan

Perayaan Malam Paskah: Kebangkitan Kristus Menggugah Semangat Berbelarasa dan Berpengharapan

348
0

Sabtu, 16 April 2022 di Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta telah berlangsung Perayaan Ekaristi Malam Paskah atau Vigili Paskah.

Perayaan Ekarisi dibagi menjadi dua bagian. Pertama diadakan pukul 17.00 dan selanjutnya pukul 20.00 WIB. Vigili Paskah adalah tirakatan agung untuk mengenang Paskah Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama.

Paskah Perjanjian Lama dikisahkan dalam bacaan kedua dari kitab Keluaran yaitu pembebasan bangsa Israel dari penindasan bangsa Mesir melalui Musa dengan cara menyeberangi laut merah.

Sedangkan Paskah Perjanjian Baru adalah pembebasan manusia dari belenggu dosa dan maut karena penebusan Yesus Kristus di kayu salib.

.

Malam Vigili Paskah adalah malam yang suci, mulia dan malam kemenangan Tuhan. Kemenangan Tuhan atas maut dan menanti saat-saat kebangkitan Tuhan di esok hari dilambangkan dengan kehadiran api baru dari lilin Paskah.

Perayaan Ekaristi Malam Paskah diawali dengan Novena Kerahiman Ilahi dilanjutkan dengan upacara cahaya (exultet).

Api tersebut melambangkan Kristus yang bangkit, bersinar dan mulia. Lilin paskah kemudian diarak masuk ke dalam Gereja sebagai kenangan akan perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dituntun tiang-tiang api dan awan.

Kekhasan dalam perayaan Ekaristi ini adalah pembaharuan janji baptis atau ritus pembaptisan bagi para calon baptis.

Pembaharuan janji baptis dilakukan pada perayaan ekaristi yang pertama sementara ritus pembaptisan dilangsungkan pada perayaan ekaristi yang kedua.

Terdapat 9 orang calon baptis yang malam ini menerima sakramen baptis. Antusiasme umat cukup tinggi di kedua perayaan ekaristi sehingga bangku-bangku umat terisi penuh baik dari dalam maupun luar paroki.

Perayaan Ekaristi pertama dipimpin oleh Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Dalam homilinya, Romo mengajak kita untuk mengenangkan peristiwa kebangkitan.

Para wanita yang datang ke kubur Yesus untuk memberi rempah-rempah adalah wujud cinta mereka kepada Yesus meskipun saat itu Ia telah wafat. Wanita-wanita tersebut terkejut karena tak menemukan Yesus di dalam makam.

Kita pun kerap kali juga terkejut dengan peristiwa yang tidak kita inginkan. Terkadang peristiwa tersebut mengaburkan fokus awal atau dalam bahasa gaulnya ‘gagal fokus’.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap kali juga merasa ‘gagal fokus’ pada arah kehidupan yang sesungguhnya yaitu keselamatan.

Dalam perayaan Paskah, Tuhan telah membuka kesempatan bagi kita menuju keselamatan dalam Tuhan sendiri. Hendaknya kita secara pribadi tetap fokus menuju pada keselamatan yang telah diberikan Tuhan melalui wafatNya di kayu salib.

Semoga kita selalu fokus untuk mengarahkan hidup pada keselamatan di dalam Tuhan Yesus sendiri.

.

Romo Vincentius Suparman, Pr memimpin Perayaan Ekaristi Malam Paskah yang kedua. Perayaan ekaristi tersebut mengajak umat untuk memperbaharui hati yang bersih karena penebusan Tuhan. Langkah ini dimulai dari diri sendiri.

Melalui kebangkitanNya, manusia dapat menaruh harapan pada keselamatan hidup kekal.

Digambarkan dalam kisah penciptaan, pada mulanya Tuhan menciptakan semua ciptaan dalam keadaan baik bahkan manusia dinilai sungguh amat baik. Namun karena dosa, semua hal menjadi kacau.

Sebagai akibatnya, untuk menebus dosanya, manusia harus bersusah payah untuk hidup di bumi. Lalu Tuhan menginginkan situasi damai kembali terjadi maka Ia mengutus anakNya yang tunggal untuk menebus dunia.

Di sela-sela homilinya, Romo bertanya kepada umat: “Lalu selama 3 hari sebelum bangkit apa yang Yesus lakukan?” Romo menjawab: selama 3 hari sebelum kebangkitan-Nya, Ia mengumpulkan semua orang yang telah wafat untuk masuk ke surga.

Ia lah yang membuka belenggu pintu surga bagi kita manusia.

Romo juga menambahkan beberapa pertanyaan kepada para calon baptis. Mengapa ingin dibaptis? Apa tugas seorang murid Yesus?

Beberapa anak menjawab ingin dibaptis karena ingin menjadi murid Yesus, ingin diselamatkan oleh Tuhan Yesus dan ingin menjadi murid Kristus. Sementara tugas murid Yesus adalah belajar pada sang Guru sejati.

Kiranya Paskah menjadi sukacita bagi setiap pribadi karena Allah menyelamatkan kita umat manusia yang penuh dosa.

Semoga tema Paskah tahun ini dapat diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari.

Alleluya Alleluya, Terpuji Sang Kristus karena maut terkalahkan!

.
.

Penulis : Christina

.
.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here