Beranda Berita Terbaru Perayaan Ekaristi Kamis Putih: Mengasihi Sampai Tuntas

Perayaan Ekaristi Kamis Putih: Mengasihi Sampai Tuntas

319
0

Hari ini 14 April 2022, umat Katolik mengawali Minggu Kudus atau Trihari Paskah dengan Perayaan Ekaristi Kamis Putih. Pada hari Kamis Putih, Gereja Katolik mengenangkan Yesus yang menyerahkan tubuh dan Darah-Nya demi keselamatan manusia.

Peristiwa perjamuan Terakhir Yesus bersama para muridNya digambarkan pula dalam perayaan ekaristi ini sebagai cikal bakal Sakramen Ekaristi. Kekhasan dalam perayaan Ekaristi Kamis Putih adalah upacara pembasuhan kaki.

Sebuah teladan dari “Sang Guru” kepada para muridNya untuk bersikap rendah hati, rela melayani sesama dengan kasih dan cinta. Yesus hendak menyatakan bahwa Ia datang untuk melayani bukan dilayani.

Dikatakan dalam Injil “Jadi jikalau Aku Tuhan dan Gurumu membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu, sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

Pada jaman itu, memang orang membasuh kaki sendiri sebelum masuk ke ruang perjamuan sebagai tanda pembersihan diri. Hanya tamu yang terhormat saja yang akan dibasuh kakinya. Dan bila dilakukan, pembasuhan kaki dilaksanakan sebelum perjamuan dimulai.

Jika begitu, pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus bukanlah ditampilkan sebagai tanda memasuki perjamuan namun inilah yang dimaksud dengan ‘mengasihi sampai tuntas’.

Tidak setengah-setengah namun secara nyata memberikan teladan yang mulia. Perjamuan terakhir yang dirayakan pada hari ini bukanlah perjamuan keputusasaan melainkan perjamuan yang sarat akan keakraban dan kasih.

Pesan Hari Ini

Perayaan Ekaristi Kamis Putih dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu pada pukul 17.00 dan 19.30 WIB.

Perayaan Ekaristi pertama dipimpin oleh Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Tahun ini, ibadat tuguran ditiadakan, umat dipersilahkan untuk berdoa secara pribadi di rumah masing-masing.

Dalam homillinya Romo Yustinus Winaryanto, Pr mengutip perkataan Romo Charles Putranto dalam rekoleksi para Imam beberapa hari yang lalu.

Romo Charles berpesan bahwa kita secara pribadi perlu memelihara ingatan akan orang-orang kudus yang telah mendahului dan Yesus sendiri.

Mengingat tak hanya dimaknai dengan mengenangkan namun lebih pada memelihara relasi yang erat terlebih relasi dengan Tuhan. Teladan membasuh kaki para rasul melambangkan kerendahan hati juga pembasuhan dosa dan kesalahan manusia.

Melalui peristiwa pembasuhan yang berujung pada sengsara Tuhan, manusia telah disucikan dan dikuduskan dengan darahNya sendiri.

Mewujud dalam perayaan Ekaristi, Yesus hendak memberikan kekuatan dan pedoman sehingga kita tak mudah putus asa dan tidak mudah ‘nglokro’. Memiliki arah dalam kehidupan terlebih kehidupan yang sempurna pada saatnya nanti bersama Yesus sendiri.

Semoga setiap kali merayakan ekaristi dan mendengarkan sabda, kita mampu memelihara ingatan dan relasi dengan Tuhan. Bersama dengan Yesus, kita mampu melewati segala tantangan yang berujung pada keselamatan itu sendiri.

Berkah Dalem, mari hening dan ikut serta bersama Yesus menapaki jalan sengsaraNya.

.

Link Misa: https://youtu.be/jJsY3d-8sDQ?list=PLycfxLUoQQmduIagAg3hQH0sUuO3HnZQk

.
.

Penulis : Chris

.
.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here