Beranda Berita Terbaru MINGGU PASKAH – Perayaan Kebangkitan Tuhan, Berbuah Berkat Kebangkitan-Nya

MINGGU PASKAH – Perayaan Kebangkitan Tuhan, Berbuah Berkat Kebangkitan-Nya

209
0

4 April 2021 – Selamat Hari Raya Paskah! Hari ini semua umat Katolik bergembira sebab Tuhan yang wafat kini telah bangkit. Santo Atanasius menamakan pesta Paskah sebagai “Minggu Agung” sebagaimana pekan suci juga dinamakan pekan agung.

Yesus rela datang ke dunia, mengambil rupa sebagai manusia dan memberikan segala-galanya termasuk hidupNya sendiri melalui sengsara dan wafat di kayu salib. Tetapi setelah tiga hari, Ia bangkit mulia membawa keselamatan kekal bagi umat manusia.

Misteri kebangkitan yang kita peringati dalam hari raya Paskah mau menunjukkan Yesus yang mengalahkan maut. Ia menang atas dosa dan kematian. Pengorbanan yang membawa harapan, kekuatan dan rahmat keselamatan bagi umat manusia.

Gereja St. Albertus Agung Jetis pada tahun ini menyelenggarakan tiga perayaan ekaristi Paskah, dua perayaan ekaristi untuk umat wilayah dan satu perayaan ekaristi khusus lansia yang berdomisili di wilayah paroki. Perayaan ekaristi dilakukan dari awal hingga akhir dengan mentaati protokol kesehatan.

Umat datang kemudian cek suhu dan cuci tangan, sebelum masuk diberikan hand sanitizer dan duduk sesuai arahan petugas. Perayaan ekarisi Paskah dihadiri sekitar 450 orang umat dari empat wilayah. Sementara Paskah lansia dihadiri 100 orang umat berusia lanjut.

Masa pertobatan dan pembersihan diri dengan bertobat dan berpantang telah kita lewati. Selama 40 hari, umat Katolik bermatiraga, berdoa dan bertobat guna mempersiapkan diri menuju hari raya Paskah. Romo Gabriel Notobudoyo, Pr dalam homilinya menyampaikan hari Raya Paskah merupakan saat dimana umat Katolik memasuki hidup yang baru, bangkit bersama Tuhan Yesus.

Segala ketakutan dan kecemasan ditinggalkan dan meraih hidup baru yang berorientasi kepada Tuhan. Paskah adalah dasar dan inti dari iman kita sebab Tuhan Yesus yang adalah Allah telah bangkit dari mati. Jika Tuhan Yesus tidak sengsara, wafat dan kemudian bangkit maka Yesus bukan Allah. Ia hanya akan dianggap sebagai penipu atau pembohong.

Bahkan dalam Kitab Suci Yesus mengatakan sebanyak tiga kali “Putra manusia ini harus mati lalu dibunuh namun tiga hari kemudian akan bangkit dari mati”. Jika Yesus tidak bangkit, maka celakalah kita sebagai orang Katolik sebab mengimani seorang pembohong dan isi Kitab Suci sudah tidak ada gunanya lagi. Gereja akan hancur dan umat akan tercerai-berai.

Mulai hari raya Paskah hingga sebelum Ia naik ke surga, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya untuk menunjukkan bahwa Ia telah bangkit dari mati. Yesus ingin menguatkan iman para murid yang sebelumnya goncang karena kepergian Yesus. Kebangkitan ini menguatkan para murid untuk menata kembali hidup dan melanjutkan pewartaan Yesus. Menilik dari kitab Kisah Para Rasul, selama beberapa tahun inti isi kitab adalah mewartakan bahwa Yesus telah mati kemudian bangkit dan para murid-lah saksinya.

Paskah berarti lewat. Semoga kitapun dapat melewati manusia lama dan mengenakan manusia baru yang beriman dan penuh kasih. Selamat merayakan hari raya Paskah bersama keluarga tercinta.

.
.

Foto – Foto Misa Klik Disini

.
.

Penulis : Christina

.
.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here