Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 30 Maret 2026

Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2026, Bacaan Injil Yohanes 12:1-11 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 42:1-7; Mazmur: 27:1.2.3.13-14; PEKAN SUCI (U);

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
 
Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
 
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
 
Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
 
Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
 
“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
 
untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.

.

Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
 
Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
 
Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
 
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

.

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
 
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
 
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
 
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
 
“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2026

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
 
Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
 
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
 
Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
 
sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

.

Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya:
 
Beginilah firman TUHAN: “Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun!
 
Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.
 
Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu,
 
dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, — tetapi kamu tidak mau mendengarkan —
 
maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.”
 
Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN.
 
Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: “Engkau harus mati!

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 30 Maret 2026

Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN.
 
Ketika para pemuka Yehuda mendengar tentang hal ini, pergilah mereka dari istana raja ke rumah TUHAN, lalu duduk di pintu gerbang baru di rumah TUHAN.
 
Kemudian berkatalah para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri.”
 
Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “TUHANlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu.
 
Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu.
 
Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu.
 
Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

Peristiwa Maria mengurapi kaki Yesus mengungkapkan makna kasih, pengabdian, dan pengenalan akan siapa Yesus sebenarnya. Enam hari sebelum Paskah, Yesus datang ke Betania, ke rumah Lazarus yang telah dibangkitkan-Nya.

Di sana, Maria mengambil minyak narwastu murni yang sangat mahal, menuangkannya ke kaki Yesus, dan menyekanya dengan rambutnya. Tindakan ini bukan hanya simbol penghormatan, melainkan juga ungkapan kasih yang dalam dan pengabdian total.

Minyak narwastu bernilai sangat tinggi. Maria rela menghamburkan hartanya demi menyatakan kasihnya kepada Yesus. la tidak berkata apa-apa, tetapi tindakannya berbicara lebih keras dari kata-kata: kasih sejati itu memberi tanpa perhitungan.

Yesus menafsirkan tindakan Maria sebagai persiapan untuk penguburan-Nya. la berkata, “Biarkan dia, supaya ia melakukannya untuk hari penguburan-Ku” (Yoh. 12:7). Maria tampaknya memahami, lebih daripada murid-murid lainnya bahwa Yesus akan segera mati. la tidak menunggu sampai semuanya terlambat.

Tindakan Maria kontras dengan Yudas Iskariot. Sebab Yudas Iskariot mengkritik tindakan Maria sebagai pemborosan. Namun, Injil Yohanes mencatat bahwa Yudas Iskariot melakukan itu bukan karena peduli pada orang miskin, melainkan karena ia biasa mencuri dari kas. Ini menunjukkan kontras antara kasih yang tulus dan kepentingan diri yang tersembunyi.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening dan penuh kasih. Tindakan Maria mengajak kita untuk belajar mencintai dengan tulus, tanpa perhitungan, dan berani memberi yang terbaik bagi Tuhan. Semoga hati kita semakin peka untuk mengenal kehadiran-Nya dan menanggapi dengan kasih yang nyata.

Ya Yesus, ajarlah kami untuk mengasihi dengan sepenuh hati, seperti Maria yang mempersembahkan yang terbaik tanpa ragu. Jauhkanlah kami dari sikap menghitung dan mencari keuntungan diri, sehingga setiap tindakan kami sungguh menjadi ungkapan kasih yang tulus kepada-Mu dan sesama.

Semoga Engkau membentuk hati kami agar mampu mengenali kehendak-Mu dalam setiap peristiwa hidup. Berilah kami kepekaan untuk tidak menunda berbuat kasih, tetapi segera menanggapi panggilan-Mu dengan ketulusan dan keberanian, seperti Maria yang memahami saat yang tepat untuk memberi.

Dampingilah kami umat-Mu agar tidak terjebak dalam kepentingan diri seperti Yudas, tetapi semakin setia hidup dalam kasih dan pengabdian. Semoga hidup kami dipenuhi semangat memberi tanpa pamrih, sehingga menjadi kesaksian nyata tentang kasih yang hidup di tengah dunia. Amin.

.

Ya Tuhan, ajarilah kami mengasihi dengan tulus seperti Maria dan mampukanlah kami mempraktikkannya kepada sesama. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 29 Maret 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 8   +   5   =