Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 27 Maret 2026

Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2026, Bacaan Injil Yohanes 10:31- 42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yer. 20:10-13; Mazmur: 18:2-3a.3be4.5-6.7; PEKAN V PRAPASKAH (U); Sta.Emma; St.Cyrilus dr Alexandria; St.Rupertus, Nikodemus; Sta.Lucy Filipini.;

Aku telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!” Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”
 
Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!
 
Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
 
Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

.

Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
 
Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.
 
Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,
 
tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
 
Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.
 
Lalu goyang dan goncanglah bumi, dan dasar-dasar gunung gemetar dan goyang, oleh karena menyala-nyala murka-Nya.

.

Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
 
Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”
 
Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
 
Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
 
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah — sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan –,
 
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2026

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,

tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
 
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
 
Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”
 
Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

.

Kemudian berangkatlah orang Israel, dan berkemah di dataran Moab, di daerah seberang sungai Yordan dekat Yerikho.

Balak bin Zipor melihat segala yang dilakukan Israel kepada orang Amori.
 
Maka sangat gentarlah orang Moab terhadap bangsa itu, karena jumlahnya banyak, lalu muak dan takutlah orang Moab karena orang Israel.
 
Lalu berkatalah orang Moab kepada para tua-tua Midian: “Tentu saja laskar besar itu akan membabat habis segala sesuatu yang di sekeliling kita, seperti lembu membabat habis tumbuh-tumbuhan hijau di padang.” Adapun pada waktu itu Balak bin Zipor menjadi raja Moab.
 
Raja ini mengirim utusan kepada Bileam bin Beor, ke Petor yang di tepi sungai Efrat, ke negeri teman-teman sebangsanya, untuk memanggil dia, dengan pesan: “Ketahuilah, ada suatu bangsa keluar dari Mesir; sungguh, sampai tertutup permukaan bumi olehnya, dan mereka sedang berkemah di depanku.
 
Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk.”
 
Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.
 
Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: “Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku.” Maka tinggallah pemuka-pemuka Moab itu pada Bileam.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 27 Maret 2026

Datanglah Allah kepada Bileam pada waktu malam serta berfirman kepadanya: “Jikalau orang-orang itu memang sudah datang untuk memanggil engkau, bangunlah, pergilah bersama-sama dengan mereka, tetapi hanya apa yang akan Kufirmankan kepadamu harus kaulakukan.”

Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.
 
Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.
 
Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.
 
Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah.
 
Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula.
 
Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri.
 
Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 27 Maret 2026

Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?”
 
Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.”
 
Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: “Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?” Jawabnya: “Tidak.”
 
Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.
 
Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.
 
Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup.”
 
Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: “Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang.”
 
Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan.” Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.

.

renungan harian hari ini

Penolakan orang Yahudi terhadap Yesus mencapai puncaknya ketika Yesus berbicara tentang domba-domba-Nya dan menyatakan kesatuan-Nya dengan Bapa.

Yesus menggambarkan hubungan-Nya dengan para pengikut-Nya seperti gembala dengan domba. la berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (Yoh. 10:27).

Namun kepada orang-orang Yahudi yang menolak-Nya, la berkata, “Kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku” (Yoh. 10:26). Iman bukan hanya soal pengetahuan, melainkan soal relasi dan keterbukaan hati.

Pernyataan Yesus ini adalah deklarasi tentang kesatuan dengan Allah Bapa. Bukan sekadar kesatuan kehendak, melainkan kesatuan hakikat. Reaksi orang Yahudi sangat keras. Mereka mengambil batu untuk melempari Dia karena mereka menganggap Dia menghujat, sebab “Engkau, hanya seorang manusia, menjadikan diri-Mu Allah” (Yoh. 10:33).

Penolakan ini bukan karena kurangnya bukti. Mereka telah melihat bagaimana Yesus melakukan banyak pekerjaan baik dan mukjizat. Akan tetapi, karena ketegaran hati dan ketakutan akan kehilangan otoritas keagamaan, mereka tidak bisa menerima bahwa Mesias datang dalam wujud yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang tenang dan terbuka. Sabda hari ini mengajak kita untuk menjadi domba yang mengenal suara Sang Gembala dan setia mengikuti-Nya. Semoga kita dijauhkan dari ketegaran hati, dan semakin peka mendengarkan panggilan kasih yang menuntun hidup kita.

Ya Yesus, Gembala yang baik, ajarlah kami untuk semakin mengenal suara-Mu di tengah hiruk pikuk kehidupan. Bukalah hati kami agar tidak tertutup oleh kesombongan atau ketakutan, tetapi mampu percaya dan mengikuti jalan yang membawa kami kepada hidup sejati.

Sering kali kami mudah mengeraskan hati ketika kehendak-Mu tidak sesuai dengan harapan kami. Lembutkanlah hati kami agar mampu menerima rencana kasih yang mungkin tidak selalu kami pahami, namun selalu membawa kebaikan dan keselamatan.

Dampingilah umat-Mu agar tetap setia menjadi bagian dari kawanan-Mu, terutama ketika menghadapi tantangan, keraguan, dan penolakan. Semoga hidup kami semakin mencerminkan kasih dan kesetiaan, sehingga kami sungguh menjadi domba yang mendengarkan dan mengikuti panggilan-Mu. Amin.

.

Tuhan, mampukanlah kami menjadi domba-domba yang setia dan mengenal Engkau, Sang Gembala sejati. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 4   +   8   =