Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 25 Maret 2026

Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2026, Pembacaan Injil Lukas 1:26-38 (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: Yes. 7:10-14; 8:10; Mazmur: 40:7-8a.8b 9.10.11; Pembacaan II: Ibr. 10:4-10; PEKAN V PRAPASKAH Hari Raya Kabar Sukacita (P); St.Dismas;

TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya:
 
“Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.”
 
Tetapi Ahas menjawab: “Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN.”
 
Lalu berkatalah nabi Yesaya: “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
 
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!

.

Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
 
aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”
 
Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
 
Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.
 
Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

.

Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.
 
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki — tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku –.
 
Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.
 
Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”
 
Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat –.
 
Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
 
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

.

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
 
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
 
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
 
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
 
Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
 
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
 
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 25 Maret 2026

dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
 
Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
 
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
 
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
 
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
 
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

.

Setelah Daud menetap di rumahnya, berkatalah ia kepada nabi Natan: “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda.”
 
Lalu berkatalah Natan kepada Daud: “Lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Allah menyertai engkau.”
 
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada Natan, demikian:
 
“Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku untuk didiami.
 
Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel keluar sampai hari ini, tetapi Aku mengembara dari kemah ke kemah, dan dari kediaman ke kediaman.
 
Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?
 
Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Injil 25 Maret 2026

Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Dan Aku akan membuat namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
 
Aku akan menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan akan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditekan oleh orang-orang lalim seperti dahulu,
 
sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku akan menundukkan segala musuhmu. Juga Aku beritahukan kepadamu: TUHAN akan membangun suatu keturunan bagimu.
 
Apabila umurmu sudah genap untuk pergi mengikuti nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, salah seorang anakmu sendiri, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
 
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya.
 
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau.
 
Dan Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk selama-lamanya.”
 
Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.

.

renungan harian hari ini

Kisah kabar sukacita kepada Maria adalah momen pertemuan antara otoritas Ilahi dan ketaatan manusia, titik penting dalam sejarah keselamatan.

Allah memilih Maria, seorang perawan sederhana dari Nazaret, untuk menjadi ibu Sang Penyelamat. Ini bukan karena kehebatan manusiawi, melainkan karena kasih karunia dan rencana Allah yang melampaui logika.

Malaikat Gabriel berkata, “Engkau beroleh anugerah di hadapan Allah. ” Sebuah penegasan bahwa pemilihan ini berasal dari otoritas Ilahi, bukan prestasi pribadi.

Tanggapan Maria sangat luar biasa. Meskipun ia bingung dan takut, ia tidak menolak. la bertanya, “Bagaimana mungkin hal itu terjadi, karena aku belum pernah berhubungan dengan laki- laki?” Sebuah pertanyaan jujur, bukan penolakan.

Setelah penjelasan malaikat, Maria menjawab dengan iman yang penuh, “Aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Inilah ketaatan sejati. Bukan karena sudah memahami semuanya dengan jelas, melainkan karena percaya kepada Allah yang memanggil.

Malaikat Gabriel menegaskan, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Ini bukan hanya Penghiburan bagi Maria, melainkan juga deklarasi iman bagi semua orang percaya. Allah sanggup melakukan hal-hal yang melampaui batasan manusia, termasuk menjadikan seorang perawan sebagai ibu dari Anak Allah. Allah memilih orang biasa untuk karya luar biasa.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening dan penuh syukur. Kisah panggilan Maria mengingatkan bahwa karya keselamatan sering dimulai dari kesediaan sederhana untuk percaya. Semoga kita pun belajar menanggapi panggilan Tuhan dengan iman yang rendah hati dan hati yang siap berkata, “Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.”

Ya Bapa, sumber segala rahmat dan rencana keselamatan, bimbinglah hati kami agar mampu meneladani ketaatan Maria. Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian hidup, kuatkanlah iman kami untuk tetap percaya bahwa setiap panggilan yang datang dari-Mu selalu membawa kebaikan bagi hidup kami.

Bentuklah hati kami menjadi hati yang terbuka bagi karya Roh Kudus. Bantulah kami untuk tidak takut ketika dipanggil melakukan kebaikan, meskipun jalan yang harus ditempuh terasa tidak mudah.

Tuntunlah umat-Mu agar berani mempercayakan hidup kepada penyelenggaraan kasih-Mu. Semoga dalam setiap keputusan dan langkah hidup, kami semakin setia mengatakan “ya” kepada kehendak-Mu, sehingga hidup kami menjadi sarana hadirnya harapan dan keselamatan bagi banyak orang. Amin.

.

Ya Tuhan, semoga kami sanggup meneladan iman Bunda Maria. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 3   +   4   =