Beranda Adven 2020 Panduan Adven 2020 Lingkungan – Pertemuan 3 : Dipilih Untuk Menghasilkan Buah

Panduan Adven 2020 Lingkungan – Pertemuan 3 : Dipilih Untuk Menghasilkan Buah

200
0
panduan adven 2020

Tujuan

Umat semakin diteguhkan akan tanggung jawabnya sebagai orang yang dibaptis dan telah menjadi pilihan Allah untuk hidup dalam iman dan kasih sehingga membawa keselamatan bagi manusia dan kemuliaan Allah di sekitarnya.


Panduan Adven 2020 – Pengantar Pertemuan

Sakramen Baptis menjadi tanda kesatuan kita dengan Allah sendiri. Orang yang telah dibaptis harus siap diutus untuk menjadi bentara Gereja untuk menghasilkan buah-buah kasih kepada masyarakat sekitarnya. Kesatuan kita dengan Kristus membuat kita mampu menjadi orang yang baik dan berguna bagi sesama. Namun sekaligus juga secara tidak langsung, kita ikut mewartakan iman dan mewartakan siapa yang kita imani, yaitu Kristus. Kesatuan kita dengan Kristus ini harus dimaknai sebagai kesatuan yang penuh kasih. Kasih macam apakah yang perlu kita miliki? Tak lain adalah kasih yang serupa dengan dengan kasih Bapa kepada Kristus. dan kasih Kristus kepada kita. Jika demikian, kasih yang perlu kita hayati mengambil teladan dari kasih Ilahi, bukan kasih manusiawi semata.

Persahabatan kita dengan Kristus bukan atas dasar pilihan kita, tetapi atas dasar pilihan-Nya sendiri: “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” (ayat 16a). Menjadi umat kristiani adalah suatu panggilan yang berdasar pada pilihan bebas Allah. Kita tidak memilih tetapi Kristus yang memilih kita. Yesus menyatakan bahwa kita dipilih untuk pergi dan menghasilkan buah dan hendaknya buah kita tetap (ayat 16b). Kita diutus untuk menghasilkan buah, yaitu kehidupan iman dan kasih yang membawa keselamatan manusia dan kemuliaan Allah. Orientasi dari panggilan dan perutusan kita adalah keluar, bukan demi diri kita sendiri.

Pada pendalaman Adven ketiga ini, kita diajak melihat baptisan dan panggilan kita sebagai umat Keuskupan Agung Semarang. Kita sebagai orang yang sudah dibaptis-dipilih oleh Allah dan sebagai umat Keuskupan Agung Semarang, harus siap diutus untuk menjadi bentara Gereja yang menghasilkan buah-buah kasih sehingga membawa keselamatan bagi manusia dan kemuliaan Allah.


Langkah Proses Pertemuan

A. Pembuka

1. Nyanyian Pembuka

Pertemuan dapat dibuka dengan lagu-lagu yang memberikan nuansa harapan.

2. Doa Pembuka

Doa ini hanya salah satu alternatif yang dapat disesuaikan dengan situasi yang terjadi.

Allah Bapa Mahakasih kami bersyukur boleh memasuki minggu Adven ketiga dalam persiapan kami menyambut Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Siapkanlah pula kami yang akan segera menjalani gerak pastoral baru untuk tahun 2021-2025. Semoga dengan hati penuh syukur dan sukacita, kami dapat melaksanakannya untuk semakin menjadi paguyuban yang berbuah kasih dalam kesaksian hidup setiap hari. Demi Kristus Putera-Mu, yang hidup dan bertahta bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

3. Penyalaan lilin Korona

Setelah doa pembuka, dilanjutkan dengan penyalaan Lilin Korona Adven yang ketiga.

P: Tuhan, terangilah umat-Mu dengan cahaya kasih-Mu.

U: Agar kami semua dapat menjadi cahaya bagi sesama.

P: Ya Bapa, berbelaskasihlah kepada kami, para hamba-Mu yang merindukan Putera-Mu, cahaya kehidupan sejati. Nyalakanlah harapan kami yang gelap ini akan kehadiran Putera-Mu yang menjadi penerang bagi hidup kami. Bagaikan nyala lilin yang semakin terang, demikianlah kami mohon agar hidup kami semakin diterangi oleh kehadiran Kristus. Semoga kami semua mampu menjadi pribadi-pribadi yang guyub dan semakin erat bersatu dengan Kristus, berbuah dalam kasih, serta bersama masyarakat memperjuangkan hidup yang sejahtera bermartabat demi terwujudnya tanda kehadiran Kerajaan Allah. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, sepanjang segala masa.

U: Amin


B. Refleksi Panggilan Kekatolikan

1. Menengok kembali pengalaman diri “Mengapa kita menjadi Katolik”

Silahkan siapkan hati dan waktu sejenak untuk merenungan beberapa pertanyaan diri sebagai berikut:

a. Mengapa menjadi Katolik begitu penting bagi kita?

Menjadi Katolik itu begitu berarti, karena melayani yang kurang beruntung, lemah dan tersingkir. Kita sebagai orang Katolik juga memiliki kedekatan untuk berdoa kepada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus atau bahkan mengucapkan “Salam Maria” kapan pun merasa perlu. Lalu apa artinya menjadi Katolik? Itu berarti pertama-tama menjadi seorang Kristen sejati. Ini juga berarti menyadari bahwa dibutuhkan waktu untuk bertumbuh dan semakin dewasa, bahkan seumur hidup. Apa yang tercakup dalam pertumbuhan itu? Tentunya penghayatan sakramental, pendalaman terhadap Kitab Suci dan tradisi. Menjadi Katolik senantiasa terhubung dengan semua orang yang telah dan menjadi bagian dari paguyuban iman, ditambah panggilan untuk membuat komitmen dasar yaitu menjadi bagian dari keprihatinan dunia.

b. Mengapa Gereja Katolik berarti bagi kita?

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Gereja adalah “satu, suci dan apostolik”, “Gereja merupakan sakramen keselamatan universal untuk semua umat manusia.” Gereja mengajarkan bahwa pendirinya adalah Yesus Kristus.

c. Apa yang membuat kita dikatakan menjadi orang Katolik yang baik?

Menjadi seorang Katolik yang baik, tidak hanya berhubungan dengan nyanyian liturgi dan seputar altar saja. Sebaliknya, kita adalah seorang Katolik yang baik, jika kita berpartisipasi dalam tradisi Gereja yang hidup dengan mengikuti panggilan Yesus Kristus.

Menjadi seorang Katolik berarti merasakan kehadiran Tuhan secara sakramental. Lambat laun kita mulai memahami bahwa ada lebih dari sekedar kehidupan yang terlihat atau terdengar. Lambat laun kita menyadari bahwa Tuhan hadir bagi kita dan menyentuh kita, misalnya, melalui keindahan matahari terbenam atau perhatian dan kepedulian kasih, kegembiraan dalam cinta dan keinginan kita untuk memberikan diri kita sendiri kepada orang lain.

d. Apa artinya jika kita itu Katolik?

Percaya dan mengakui ajaran Gereja Katolik tentang Iman dan Moral juga berpartisipasi dalam Persekutuan Gereja dengan menghidupi kehidupan sakramental. Namun sebagai orang Katolik, kedekatan kita kepada Tuhan adalah melalui komunitas dan dengan orang lain. Sakramen biasanya dirayakan dengan bertatap muka bersama orang lain, dan dengan demikian mengingatkan kita secara kasat mata bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus, Yesus hadir untuk menguduskan, meneguhkan, menyembuhkan, mengampuni dan memberkati. Dimensi komunal dari sakramental itu, tentu membuat lebih mudah memahami mengapa orang Katolik melihat sebagai bagian integral dari mengikuti Yesus untuk terlibat bagi orang lain. Kita tidak diselamatkan dari dunia ini untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Dengan kata lain, kita memasuki dunia untuk mengubahnya daripada melarikan diri dari itu semua.

e. Mengapa iman Katolik penting bagi kita?

Keyakinan iman bukan hanya gagasan yang dipegang sebagian orang di masa-masa sulit. Iman adalah apa yang membantu kita melewatinya, menerangi jalan di saat muram, membantu memberi kita kekuatan di saat lemah. Tanpa iman, kita bukan apa-apa.

Jika sebagai orang Katolik kita menerima Yesus, maka kita menemukan bahwa kita dipanggil dengan semua orang Kristen lainnya dan orang-orang yang berkehendak baik untuk hidup sederhana, untuk menjalani hidup tanpa kekerasan, untuk mengakui dosa-dosa kita, untuk memecahkan roti bersama, untuk merawat yang miskin dan tidak berdaya, untuk bekerja demi keadilan. Kita melakukan semua ini bahkan dengan risiko hidup kita. Itulah iman Katolik.

Disarikan dari What Does it Mean to be Catholic, Jim Heft, S.M.

2. Refleksi Pribadi

Siapkah Anda menjadi seorang Katolik sejati? Bagikanlah pengalaman refleksi Anda mengenai panggilan dan penghayatan Kekatolikan Anda!

Kotak Sharing

Sharing Pengalaman


C. Bacaan Kitab Suci

1. Membaca Yohanes 15:7-15

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

2. Pendalaman

a. Berdasarkan bacaan itu, menurut Anda apa makna dari “tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.?”

b. Menurut Anda, spiritualitas apa yang ingin menjadi Visi dari Arah Dasar KAS 2021-2025 mengenai makna “berbuah dalam kasih.” ?

Kotak Sharing

Sharing Pengalaman

3. Renungan Kitab Suci

Ada beberapa point-point reflektif untuk memperkaya/melengkapi

  • Seperti apa yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa tanaman anggur adalah simbol penting dalam Kitab Suci. Dalam kitab suci Perjanjian Lama, Bangsa Israel dianggap satu-satunya yang digambarkan Yesaya sebagai “pohon anggur yang paling dipilih.” Israel dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pohon anggur yang berbuah, dan mereka diharapkan menghasilkan buah yang baik untuk kemuliaan-Nya. Namun Israel mengingkari sehingga menghasilkan anggur liar yang harus diinjak-injak dan dibuang.
  • Yesus Kristus merupakan pancaran kemuliaan Allah dan diidentifikasi sebagai Pokok Anggur yang sejati. Hidup Kristus menjadi pemenuhan yang sempurna dari bayangan Perjanjian Lama, di mana Allah Bapa terus merawat Pokok Anggur yang benar, untuk menghasilkan buah kebenaran melalui Dia.
  • Ketika kita tinggal di dalam Pokok Anggur yang benar, Yesus akan tinggal di dalam diri kita. Hal itu seperti dua sisi mata uang yang sama. Ketika kita berserah diri sungguh-sungguh kepada Allah dan mengizinkan Yesus untuk hadir dalam hati kita, tentu akan memampukan kita hidup sebagaimana Dia melakukan kehendak Bapa dan menghasilkan banyak buah.
  • Kesatuan antara pokok anggur dengan rantingnya, atau antara Kristus dengan umat-Nya, adalah kesatuan yang diwarnai oleh kasih. Kasih macam apakah yang perlu kita miliki? Tak lain adalah kasih yang serupa dengan dengan kasih Bapa kepada Kristus. Tinggal di dalam Kristus, adalah tinggal di dalam firman-Nya dan tinggal di dalam kasih-Nya. Hal itulah yang menjadi tiga ungkapan yang saling melengkapi. Tinggal di dalam kasih Kristus tentu akan membawa kepenuhan sukacita.
  • Kita semua diutus untuk menghasilkan buah, yaitu kehidupan iman dan kasih yang membawa keselamatan manusia dan kemuliaan Allah. Orientasi dari panggilan dan perutusan kita adalah keluar, bukan demi diri kita sendiri. Yesus kemudian mengulangi lagi perintah-Nya: “Kasihilah seorang akan yang lain”. Itulah syaratnya agar kita dapat berbuah banyak dan dapat melaksanakan perutusan dengan baik.

D. Penutup

Silahkan membuat niat dan aksi-aksi nyata yang bisa dilaksanakan secara konkret!

1. Pengendapan

Silahkan melakukan pengendapan dengan hening sejenak dalam batin selama kurang lebih 5-10 menit.

Ajakan untuk meresapkan secara batin pribadi:

Hal sederhana dan konkret apa yang dapat Anda lakukan untuk mampu berbuah dalam kasih dalam keluarga dan masyarakat?

Ajakan untuk berdoa:

Berdoalah agar Allah membantu kita dalam masa Adven ini, bersiap dan berjaga dalam iman. Kita harus siap menjadi Gereja yang senantiasa bersama masyarakat memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih, tanda kehadiran Kerajaan Allah.

Kita satukan dalam doa yang diajarkan Kristus sendiri yakni doa “Bapa Kami”.

2. Doa Penutup

Allah Bapa Mahabaik, terima kasih atas berkat Mu, sehingga kami semakin memahami visi Arah Dasar 2021-2025 bahwa Kristus adalah pusat dari segalanya. Kami bersyukur bahwa di dalam Yesus Kristus kami telah Kaupilih. Keeratan kami dengan Kristus bukan atas dasar pilihan kami, tetapi atas dasar pilihan-Nya sendiri. Untuk itu, kami mohon penyertaanMu agar semakin Engkau mampukan berbuah kasih bagi sesama. Doa ini kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin.

3. Nyanyian Penutup

Pendalaman dapat ditutup dengan lagu-lagu yang memberikan semangat untuk semakin berbuah Kasih.


Buku Digital Panduan Adven 2020 – Pertemuan 3

KLIK DISINI

.

.

Diambil dari Panduan Adven 2020 Pertemuan 3 – Komkat KAS

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here