Beranda Berita Terbaru KAMIS PUTIH – Mengenang Perjamuan Tuhan, Tinggal Bersama Kristus & Berbuah

KAMIS PUTIH – Mengenang Perjamuan Tuhan, Tinggal Bersama Kristus & Berbuah

7
0

Kamis, 1 April 2021 – Hari ini umat Katolik merayakan Kamis Putih, perayaan akan cinta Tuhan yang penuh seluruh kepada umat manusia. Allah rela mengurbankan diri sebagai silih atas dosa kita agar umat manusia dapat hidup dan kembali ke martabat luhurnya. Perayaan Kamis putih bukan perjamuan keputusasaan dan kesedihan melainkan perjamuan yang penuh keakraban, perjamuan persaudaraan penuh makna. Perjamuan terakhir menjadi simbol penyerahan diri Yesus secara total, Tubuh dan darahNya diberikan demi keselamatan murid-murid-Nya.

Perayaan Ekaristi Kamis Putih di Gereja St. Albertus Agung Jetis diadakan secara sederhana dengan penyesuaian khusus karena masih dalam situasi pandemi covid-19. Perayaan Ekaristi Kamis Putih 1 dihadiri oleh 249 umat dari wilayah 1 dan 3, dengan tingkat kehadiran 83% dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman, Pr. Sementara Perayaan Ekaristi Kamis Putih 2 dihadiri oleh 240 umat dari wilayah 2 dan 4,  tingkat kehadiran 80% dipimpin oleh Romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr. Pada perayaan ekaristi Kamis Putih, kita mengenangkan perjamuan malam Tuhan Yesus dengan orang-orang yang dikasihinya yaitu para murid. Perjamuan ini yang menjadi cikal bakal perayaan ekaristi yang kita kenangkan setiap hari. Perayaan ekaristi menjadi kenangan dan sumber kekuatan bagi iman Katolik dimana tubuh dan darah Kristus dicurahkan sebagai rahmat cinta kasih Tuhan yang nyata bagi umat manusia. Perjamuan malam bagi orang Yahudi menjadi momen yang penting karena saat itulah semua anggota keluarga berkumpul dan duduk bersama. Begitu pula bagi kita saat makan malam orang tua dapat saling ngobrol dan bercengkrama dengan anak-anak.

Romo Heri dalam homili mengutip perkataan Paus Fransiskus dalam urgensi bahwa ekaristi Kamis Putih mengingatkan kita semua bahwa datang ke Gereja bukan saja untuk berdoa dan merayakan ekaristi namun menimba kembali semangat baru, kekuatan baru dan menerima hidup baru. Oleh sebab itu jika kita sungguh menghayati perayaan ekaristi, pulang dari ekaristi umat akan merasakan kasih Tuhan dan menemukan semangat baru. Bunda Theresa dari Kalkuta mengatakan bahwa “Ekaristi adalah sumber hidup dan kekuatanku dalam melayani sesama terutama orang-orang sakit”. Ekaristi jika dihayati dengan sungguh akan berbuah berkat, semangat dan kekuatan. Warna liturgi dalam perayaan Kamis Putih adalah putih melambangkan harapan kita untuk dibersihkan dan disucikan oleh kurban Tuhan Yesus sendiri.

Beberapa hari lalu ada peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh sekelompok teroris. Mereka hendak menakuti-nakuti dan memecah belah persatuan negara maupun agama. Sebenarnya ada kesamaan antara peristiwa tersebut dan Yesus yang rela mengorbankan dirinya demi umat manusia. Tujuan sama namun cara yang berbeda. Para teroris mengorbankan orang lain sementara Yesus mengorbankan dirinya sendiri. Pembasuhan kaki para murid yang dilakukan pada perayaan ekaristi Kamis Putih ingin menyampaikan pesan saling melayani dengan kasih dan mampu menerima kekurangan sesama apa adanya. Kita diundang untuk bersama-sama terlibat dalam pelayanan kasih baik dalam keluarga maupun di masyarakat. Simbol kaki merupakan simbol bagian tubuh paling rendah dan paling kotor. Maka pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus mau menunjukkan pelayanan yang rendah hati, tulus dan mau menerima para murid dengan segala kelemahan. Kita secara umum pun diundang untuk melakukan hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pesan Tuhan Yesus untuk saling mengasihi bukan hanya dalam perkataan namun juga dalam perbuatan nyata.

Marilah kita melihat dalam-dalam diri kita masing-masing: adakah aku mau untuk rendah hati dan menerima orang lain dengan segala kelemahan dan kekurangannya?

.
.

Foto – Foto Misa Klik Disini

.
.

Penulis : Chris

.
.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here