Beranda Berita Terbaru Bacaan Injil Hari Ini Jumat 3 September 2021

Bacaan Injil Hari Ini Jumat 3 September 2021

916
0

Bacaan Injil Hari Ini Jumat 3 September 2021, Luk 5:33-39

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”

Jawab Yesus kepada mereka: Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.

Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.

Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.”

Renungan

Pada hari ini, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mengkritik para murid Yesus yang tidak berpuasa. Terhadap kritikan itu, Yesus menjawab bahwa puasa itu dilakukan ketika mempelai laki-laki tidak ada bersama dengan mereka. Mempelai laki-laki di sini maksudnya adalah Yesus sendiri.

Jawaban Yesus itu mengajarkan kepada kita bahwa puasa merupakan salah satu cara agar kita bisa bertemu, akrab, dekat, dan bersatu dengan Dia. Dalam kehidupan sehari-hari, puasa dimaknai sebagai upaya untuk menahan dan mengurangi makan serta minum.

Namun, makna yang lebih dalam dari itu adalah kita mengurangi hal yang kurang baik dalam diri kita, seperti dendam, iri hati, sombong, suka marah, selingkuh, korupsi, dll.

Ketika hal-hal buruk itu selalu ada dalam diri kita, maka Tuhan pasti jauh dari hidup kita. Dengan puasa kita kembali dekat dengan Tuhan.
Kita bisa berpuasa setiap hari, tanpa harus menunggu masa Prapaskah.

Artinya setiap hari kita berupaya untuk mengurangi hal-hal buruk dalam hati, pikiran, perkataan, dan tindakan kita sehingga hidup kita selalu bersih dan senantiasa bersama-sama dengan Tuhan.

Kebersamaan dengan Tuhan akan membuat kita rindu untuk hidup dalam kebenaran dan kebaikan. Hal ini pula yang membuat kita merasa nyaman dan aman.

Allah Yang Maharahim, semoga pikiran, perkataan, dan perbuatan kami menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://parokijetis.com/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here